close

Pertanian

Pertanian

Setelan Keki di Atas Traktor: Aksi Nyata Kades Wuled Turun ke Sawah Demi Ketahanan Pangan

WhatsApp Image 2026-05-25 at 16.06.01

Tirto, Wuled, Warta Desa. – 25 Mei 2026. – Matahari baru saja melewati puncaknya ketika Wasduki melangkah keluar dari kantornya. Pakaian dinas keki yang dikenakannya masih tampak rapi dan kaku. Alih-alih pulang ke rumah untuk beristirahat setelah jam kerja yang padat, langkah kaki Kepala Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan ini justru membawanya ke arah yang tak biasa bagi seorang pejabat desa: hamparan lumpur persawahan.

Siang itu, seorang warga datang menemuinya dengan raut cemas. Lahan sawahnya harus segera digarap karena musim tanam sudah mepet, namun traktor pengolah lahan belum juga beroperasi karena kendala teknis—tidak ada operator yang siap.

Tanpa berpikir panjang, Wasduki langsung menuju lokasi. Tanpa sempat mengganti baju dinasnya, ia melompat ke atas traktor, menyalakan mesin, dan mulai membelah lumpur sawah.

Aksi tak biasa ini seketika memicu perhatian warga sekitar. Deru mesin traktor yang dikendalikan langsung oleh sang kepala desa menjadi pemandangan yang langka, sekaligus magnet bagi mata para petani yang tengah beraktivitas.

Bukan Sekadar Seremonial Belakang Meja

Bagi Wasduki, jabatan bukanlah sekat yang memisahkannya dari peluh dan lumpur warganya. Di tengah berbagai tantangan pelik yang dihadapi sektor pertanian saat ini, ia memilih membuktikan komitmennya lewat tindakan nyata, bukan sekadar arahan dari balik meja kerja yang nyaman.

“Saya langsung ke lapangan karena ingin membantu agar petani bisa lebih optimal dalam mengelola lahannya, terlebih belum ada yang bisa mengoperasikan traktor,” ujar Wasduki dengan peluh yang mulai membasahi pakaian kekinya.

Ia menegaskan bahwa sektor pertanian bukan sekadar mata pencaharian mayoritas warga Wuled, melainkan fondasi utama dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang tengah digelorakan dari tingkat pusat hingga daerah. Di mata Wasduki, memastikan alat mesin pertanian (alsintan) bekerja cepat dan efisien adalah kunci agar produktivitas lahan warga tetap terjaga di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.

Suntikan Semangat untuk Petani Desa

Langkah spontan sang Kades menembus lumpur sawah ini melahirkan gelombang apresiasi dan kebanggaan dari warga Desa Wuled. Bagi mereka, kehadiran Wasduki di atas traktor memberikan suntikan moral yang luar biasa.

“Jarang ada kepala desa yang mau turun langsung seperti ini. Biasanya hanya melihat atau memberi instruksi saja, tapi Pak Kades ikut bekerja bersama petani,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi persawahan dengan nada kagum.

Masyarakat menilai aksi ini sebagai bukti sahih bahwa pemerintah desa hadir secara utuh—bukan hanya saat rapat formal atau acara seremonial, melainkan di saat warga benar-benar membutuhkan uluran tangan di lapangan.

Merajut Kedekatan Lewat Lumpur

Apa yang dilakukan Pemerintah Desa Wuled di bawah kepemimpinan Wasduki diharapkan mampu membawa dampak ganda. Selain mempercepat proses olah tanah demi mendongkrak produktivitas pertanian desa, aksi “turun gunung” ini terbukti ampuh mengikis jarak antara birokrasi dan rakyat.

Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, sosok pemimpin yang tidak sungkan mengotori tangannya dan berdiri sejajar di samping masyarakat adalah oase tersendiri. Dari Wuled, Wasduki mengirimkan pesan kuat: bahwa kepemimpinan sejati tidak dinilai dari rapinya pakaian keki, melainkan dari seberapa dalam ia bersedia menyelami kebutuhan warganya. (Andi Purwandi)

Terkait
Ratusan warga Wuled ubah wajah desa dengan Berjumpa

Tirto, Wartadesa. - Delapan ratus warga Desa Wuled Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan memadati ruas jalan sepanjang Jalan Desa Wuled, Jum'at Read more

Festival Jajan Rakyat Desa Wuled berlangsung meriah

Tirto, Wartadesa. - Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-72 warga Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, Read more

Alhamdulillah, kini Pemdes Wuled sediakan layanan ambulan gratis

Tirto, Wartadesa. - Alhamdulillah, kini Pemerintah Desa Wuled dapat menyediakan fasilitas layanan ambulan gratis untuk warga. Demikian disampaikan oleh Kepala Read more

Jaga kebersihan sungai, Pemdes Wuled gelar lomba mancing berhadiah kambing

Tirto, Wartadesa, - Beragam cara digunakan oleh Pemerintah Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan untuk mensosialisasikan gerakan cinta lingkungan dan Read more

selengkapnya
Berita DesaHukum & KriminalLingkunganPertanian

Lima Tahun Terkatung-katung, Warga Lambur “Nglurug” ke DPRD: Menagih Keadilan Atas Dampak Longsor PLTMH

template berita foto warta desa(6)

KANDANGSERANG, PEKALONGAN, WARTA DESA. – Kesabaran warga Desa Lambur, Kecamatan Kandangserang, tampaknya sudah mencapai batasnya. Setelah lebih dari lima tahun hidup dalam bayang-bayang kerugian akibat proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), warga akhirnya memutuskan untuk membawa jeritan hati mereka ke gedung wakil rakyat.

Senin pagi, perwakilan warga terdampak mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Pekalongan untuk melayangkan surat permohonan audiensi. Langkah ini diambil guna mempertanyakan tanggung jawab PT Indonesia Power (IP) terkait dampak longsor yang merusak lahan warga serta ketidakjelasan program Corporate Social Responsibility (CSR).

Lahan Sawah Hancur, Janji Tinggal Janji

Bagi warga Lambur, proyek PLTMH yang seharusnya membawa kemajuan justru menyisakan duka. Pembangunan saluran air proyek tersebut dituding menjadi pemicu utama longsornya lahan pertanian dan perkebunan milik masyarakat.

H. Ahsin, salah satu warga yang lahannya hancur, mengungkapkan bahwa selama setengah dekade terakhir, warga seolah dibiarkan berjuang sendirian tanpa ada kompensasi atau penanganan yang konkret.

“Kami sudah menunggu lebih dari lima tahun. Hari ini kami datang ke DPRD untuk meminta bantuan. Lahan kami rusak karena longsor dampak proyek, dan soal CSR? Sampai sekarang tidak pernah ada kabarnya,” tegas H. Ahsin dengan nada kecewa.

Data Kerugian: 28 Warga Terdampak

Tidak sekadar melapor, warga juga membawa bukti nyata berupa:

  • Dokumentasi Kerusakan: Foto-foto lahan sawah dan kebun yang kini tak lagi produktif akibat tertimbun material longsor.

  • Data Korban: Sejauh ini, sudah ada 23 warga yang terdata secara rinci dari total perkiraan 28 warga yang terdampak langsung.

Mengetuk Pintu Wakil Rakyat

Kedatangan H. Ahsin awalnya bertujuan untuk menemui langsung Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Munir. Namun, lantaran pimpinan dewan tengah menjalankan agenda kunjungan kerja hingga Selasa mendatang, permohonan audiensi diserahkan melalui sekretariat.

Warga berharap, DPRD tidak hanya menjadi penonton dalam konflik antara korporasi besar dan rakyat kecil ini. Mereka menuntut tiga poin utama:

  1. Rehabilitasi Lahan: Penanganan segera terhadap area yang longsor agar warga bisa kembali bertani.

  2. Transparansi CSR: Kejelasan mengenai penyaluran dana tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini dianggap “gaib”.

  3. Mediasi Adil: DPRD harus memfasilitasi pertemuan yang menghasilkan solusi nyata, bukan sekadar janji manis di atas kertas.

Suara Akar Rumput: Persoalan ini bukan sekadar angka atau prosedur birokrasi, melainkan soal keberlangsungan hidup puluhan kepala keluarga di Desa Lambur yang kehilangan sumber penghasilan. Kini, bola panas ada di tangan para wakil rakyat. Akankah mereka berdiri tegak membela warga, atau membiarkan tangisan petani Lambur kembali menguap tertutup bisingnya mesin pembangkit listrik? (Andi Purwandi)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Berita DesaPertanian

Sebulan Jebol Tak Diperbaiki, Bendung Cipero Tegal Mengancam 7.643 Hektare Sawah Puso

template berita foto warta desa(2)

TEGAL, WARTADESA. – Kondisi Bendung Cipero di Desa Kedungjati, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, kini memicu keresahan massal di kalangan petani. Infrastruktur vital yang menjadi urat nadi pengairan bagi wilayah Tegal bagian timur tersebut telah jebol sejak 15 Maret 2026, namun hingga pertengahan April ini belum kunjung mendapatkan perbaikan permanen.

Lambannya penanganan ini memicu peringatan keras dari Komisi III DPRD Kabupaten Tegal kepada pemerintah dan pihak terkait. Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Muhammad Zaenudin, menegaskan bahwa pembiaran selama satu bulan ini bukan masalah kecil. Menurutnya, terdapat 7.643 hektare lahan pertanian di wilayah Warureja dan Suradadi yang kini berada di ujung tanduk atau terancam mengalami gagal panen total alias puso.

Dampak ekonomi dari rusaknya bendung ini diprediksi akan sangat masif. Petani mulai panik menghadapi jadwal Musim Tanam pertama (MT 1) dan kedua (MT 2), sementara tanaman padi yang sudah ada saat ini terancam tidak mendapatkan suplai air optimal di masa kritisnya. Jika tidak segera ditangani, stabilitas pangan di Kabupaten Tegal sebagai salah satu lumbung padi daerah dipastikan akan merosot drastis akibat penurunan produksi.

Pada Selasa, 14 April 2026, tim dari Pemerintah Kabupaten Tegal bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) akhirnya melakukan peninjauan langsung ke lokasi jebolnya bendung. Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Daerah Irigasi Rambut, Masroni, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 1.000 hektare tanaman padi yang hampir memasuki masa panen namun terhambat masalah irigasi yang serius.

Sebagai langkah penanganan jangka pendek, petugas akan melakukan pengalihan aliran air secara darurat agar suplai ke sawah tetap terjaga dan menghindari kerugian petani pada musim panen ini. Namun, untuk perbaikan permanen yang diperkirakan menelan biaya miliaran rupiah, anggaran kemungkinan besar baru bisa dialokasikan pada tahun 2027 mendatang.

Menanggapi rencana perbaikan permanen yang masih sangat lama tersebut, DPRD Kabupaten Tegal meminta pemerintah pusat dan provinsi agar tidak kaku dalam urusan birokrasi anggaran. Zaenudin mendesak agar penanganan darurat yang efektif segera dieksekusi sekarang juga. Ia menegaskan bahwa petani tidak boleh dikorbankan demi proses administrasi yang panjang, sehingga 7.643 hektare sawah di Tegal dapat diselamatkan dari ancaman kekeringan tahun ini. (Redaksi)

Terkait
Pendaki asal Lebaksiu Tegal tersambar petir di Gunung Slamet

Purbalingga, Wartadesa. - Dua pendaki Gunung Slamet dilaporkan tersambar petir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Purbalingga, Read more

Oknum pegawai BPN Slawi dipecat akibat pelanggaran disiplin

Slawi, Wartadea. - Oknum pegawai kantor BPN (Badan Pertanahan Nasional) Kabupaten Tegal yang berkantor di Kota Slawi, Af (52) terpaksa Read more

Warga Batang, pelaku penculikan di Tegal sudah dikenal nenek korban

Tegal, WartaDesa. - Nailul Munafila (26), warga Batang yang merupakan pelaku penculikan dua bocah kakak beradik M (8) dan A Read more

Normalisasi, puluhan jembatan dan bangunan bakal dibongkar

Pemalang, Wartadesa. - Puluhan bangunan termasuk jembatan yang berada diatas sungai Desa Bulakan, Kecamatan Belik, Pemalang, bakal dibongkar. Bangunan tersebut Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalPertanian

Proyek Irigasi PT Nindya Karya Disorot: 7 Hari Kerja Papan Proyek Belum Terpasang, Material Dinilai Buruk

IMG-20251012-WA0002

Warta Desa, Pekalongan — 11 Oktober 2025. – Proyek pembangunan irigasi di Kelurahan Kajen, tepatnya di Jalan Lingkar Bandungan, Kabupaten Pekalongan, tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, proyek yang dikerjakan oleh PT Nindya Karya / Nindya Member of Danareksa tersebut sudah berjalan selama tujuh hari kerja, namun hingga kini papan proyek belum juga terpasang.

Sekretaris Jenderal Organisasi Tani Merdeka Kabupaten Pekalongan, Guruh Wibowo, yang melakukan kunjungan pengawasan ke lokasi, menyampaikan keprihatinannya terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Ia menilai mutu pekerjaan tidak maksimal, terutama pada penggunaan material adukan semen yang dinilai tidak sesuai standar.

“Dari hasil pantauan kami, kualitas adukan semen terlihat kurang baik, dan pasir yang digunakan merupakan pasir kali dengan kadar lumpur tinggi, sehingga hasilnya mudah ambrol dan rapuh,” ujarnya, Kamis (9/10/2025).

Selain itu, Guruh juga mengungkapkan bahwa sekitar 40 persen pondasi menggunakan batu blondos, padahal untuk proyek irigasi seharusnya digunakan material yang lebih kuat dan tahan lama agar konstruksi tidak cepat rusak.

Jenis kegiatan yang sedang dilaksanakan di lokasi tersebut adalah pembangunan pondasi irigasi. Namun, lemahnya pengawasan teknis dari pihak pelaksana maupun instansi terkait membuat masyarakat khawatir terhadap mutu dan ketahanan hasil pembangunan.

Sementara itu, saat dikonfirmasi mengenai besaran anggaran proyek, Wilam, selaku Inspector HSE dari PT Nindya Karya, mengaku belum mengetahui secara pasti nilai anggarannya.

“Untuk nilai anggaran, saya tidak tahu pasti. Saya hanya di bagian pengawasan HSE,” ujarnya singkat.

Masyarakat berharap pihak pelaksana segera memasang papan proyek sebagai bentuk transparansi publik, serta meningkatkan kualitas pekerjaan agar pembangunan irigasi tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi para petani dan warga sekitar. (Rohadi)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Berita DesaPertanian

Pemdes Kaibahan Adakan Kegiatan Penanaman TOGA dan Sayuran Bersama Warga

sayur

Warta Desa, Pekalongan, 10 September 2025 – Pemerintah Desa (Pemdes) Kaibahan menggelar kegiatan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) dan sayuran bersama masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan dan memanfaatkan lahan kosong di lingkungan desa.

Kegiatan penanaman ini melibatkan berbagai elemen masyarakat yang bersama-sama menanam berbagai jenis sayuran dan tanaman TOGA di lahan pekarangan maupun area desa yang masih belum dimanfaatkan secara optimal.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian pemerintah desa kepada masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan. Harapannya, masyarakat dapat menyadari pentingnya menanam sayuran dan memanfaatkan lahan kosong untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Puji, Kepala Desa Kaibahan.

Puji juga menambahkan bahwa kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menjadikan Desa Kyaibahan sebagai desa yang maju dan sejahtera, khususnya dalam bidang pertanian rumah tangga.

Dengan semangat gotong royong dan partisipasi aktif warga, Pemdes Kaibahan optimis program ini akan terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat desa. (Gusanto)

Terkait
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto

Kejen, Wartadesa. - Zaenul Mufti meraih nilai tertinggi penjaringan calon Kadus Kambangan Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Selain Read more

50 Nasabah UPK Artha Mandiri Raih Penghargaan

Kedungwuni, Wartadesa. - Puluhan nasabah Unit Pengelola Keuangan (UPK) Artha Mandiri, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BKM) Tunas Karya Mandiri, Desa Tangkil Read more

Kapolsek Petungkriyono Ingatkan Penyalahgunaan Dana Desa Akan Berhadapan Hukum

Petungkriyono, Wartadesa. - Kapolsek Petungkriyono, Iptu Felix Prasetyawan mengingatkan para kepala desa untuk tidak menyalahgunakan anggaran Dana Desa (ADD) karena Read more

KNTI Ajak Pemuda Gali Potensi Daerah Pesisir

Pekalongan-Warta Desa- Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Pekalongan mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Read more

selengkapnya
Layanan PublikPertanian

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Bukit Goromanik Rogoselo Tuai Sorotan Warga

jut

WARTA DESA, PEKALONGAN – Pembangunan jalan usaha tani yang menggunakan dana aspirasi APBD Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp197.788.000 di Desa Rogoselo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menuai kritik dari warga. Proyek yang dibangun menuju arah kebun di Bukit Goromanik itu dinilai lebih menguntungkan kepentingan pribadi seorang oknum anggota DPRD yang diketahui memiliki lahan di wilayah tersebut.

Sejumlah warga menilai, pembangunan ini merupakan bentuk penyalahgunaan wewenang jabatan. “Kalau memang mau membangun jalan usaha tani, saya bisa tunjukkan lokasi yang tepat, di mana masyarakat banyak yang bisa merasakan manfaatnya,” ujar Suklas, warga Rogoselo.

Menurutnya, masih banyak jalan di Desa Rogoselo yang membutuhkan perhatian. Salah satunya, jalan penghubung Rogoselo–Sidoharjo yang kini rusak parah dan sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Kritik juga ramai bermunculan di media sosial. Warga melalui platform TikTok menyesalkan prioritas pembangunan yang dianggap tidak tepat sasaran. Mereka berharap agar pembangunan infrastruktur benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat luas, bukan hanya kepentingan segelintir orang.

Sementara itu, saat dikonfirmasi terkait sorotan warga dan ramainya komentar di media sosial, oknum anggota DPRD yang bersangkutan melalui ketua ranting partainya memberikan tanggapan singkat.
“Nggih mas, biarkan saja. Kegiatan niku atas usulan masyarakat melalui reses, pelaksanane Dinas Pertanian. Kebetulan saja kulo gadah kebun ten mriku,” jelasnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

Meski UMR Kota Santri Naik, namun belum penuhi KHL

Kedungwuni, Wartadesa. - Naiknya Upah Minumum Regional (UMR) Kota Santri dari sebelumnya Rp. 1.583.697 menjadi Rp. 1.721.637 atau naik sebesar Read more

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

Pemalang, Wartadesa. - Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh Read more

selengkapnya
Berita DesaPertanian

LPPNU Gelar Penyuluhan Pertanian di Desa Sukoharjo

lppnu

Warta Desa, Kandangserang. – Dalam rangka penguatan pangan desa Sukoharjo dan LPP.NU ( lembaga pengembangan pertanian NU ) kab. Pekalongan mengadakan kegiatan Penyuluhan pertanian dan pelatihan budidaya cabe di gedung TK Kartika Asih desa Sukoharjo kec Kandangserang.
Kegiatan diikuti oleh warga dan petani desa Sukoharjo kec Kandangserang

Ketua LPP.NU Lukman, menyampaikan Untuk para petani NU warga muslimat, fatayat dan Ansor kec. Kandangserang. Dengan adanya kegiatan dari Lppnu ini dapat menambah manfaat ilmu dan wawasan dan semangat untuk memajukan pertanian di wilayah sukoharjo kandangserang khususnya warga NU sukoharjo kandangserang.

LPPNU titipkan pesan dan intruksi dari PCNU kab. Pekalongan untuk semua warga menjaga kondusifitas, menghindari bentuk pengrusakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Dan memperbanyak doa dan istighosah minta pertolongan kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia selalu dalam lindungannya.

Dalam kegiatan tersebut Hadi Prayitno, bidang ketahanan pangan LPP.NU kab. Pekalongan menyampaikan beberapa materi dan metode penanaman cabe untuk peserta yang hadir.

Selain itu Cipto, kades setempat menyampaikan pentingnya mulai belajar analisis pertanian agar dalam bertani tidak mengalami kegagalan. (Andy Purwandy)

Terkait
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto

Kejen, Wartadesa. - Zaenul Mufti meraih nilai tertinggi penjaringan calon Kadus Kambangan Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Selain Read more

50 Nasabah UPK Artha Mandiri Raih Penghargaan

Kedungwuni, Wartadesa. - Puluhan nasabah Unit Pengelola Keuangan (UPK) Artha Mandiri, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BKM) Tunas Karya Mandiri, Desa Tangkil Read more

Kapolsek Petungkriyono Ingatkan Penyalahgunaan Dana Desa Akan Berhadapan Hukum

Petungkriyono, Wartadesa. - Kapolsek Petungkriyono, Iptu Felix Prasetyawan mengingatkan para kepala desa untuk tidak menyalahgunakan anggaran Dana Desa (ADD) karena Read more

KNTI Ajak Pemuda Gali Potensi Daerah Pesisir

Pekalongan-Warta Desa- Dewan Pimpinan Daerah Kerukunan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kabupaten Pekalongan mengadakan Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Read more

selengkapnya
Berita DesaPertanian

Dua Kades Muda di Kecamatan Kesesi Utamakan Kemajuan Desa di Sektor Pertanian

IMG-20250718-WA0016

Warta Desa, Pekalongan, 18 Juli 2025 – Dua kepala desa muda dari Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, menunjukkan komitmen tinggi terhadap kemajuan desa, khususnya dalam sektor pertanian. Mereka adalah Kepala Desa Karyomukti dan Kepala Desa Jagung.

Meskipun masih berusia muda, kedua kepala desa ini memiliki visi yang jelas dan tekad yang kuat untuk menjadikan desa mereka sebagai desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Mereka mencalonkan diri sebagai kepala desa dengan tujuan mulia: membangun desa melalui pengembangan sektor pertanian dan infrastruktur yang berkelanjutan.

Dengan latar belakang masyarakat yang mayoritas petani, kedua kades ini menyadari pentingnya modernisasi pertanian sebagai kunci kemajuan desa. Berbagai program telah mulai dijalankan, mulai dari pelatihan petani, pengadaan alat pertanian modern.

Langkah nyata mereka pun mendapat sambutan positif dari warga desa. Harapannya, dengan kepemimpinan yang muda dan progresif, Karyomukti dan Jagung dapat menjadi contoh desa-desa  lain di wilayah Pekalongan dalam membangun kemajuan dari sektor yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat. (Gusanto)

 

QR Code
Terkait
Buka bendung Gembiro tingkatkan produktivitas pertanian

Sambut baik. Anggota DPR RI, Ramson Siagian menyambut baik tradisi bukaan bendung Gembiro, Selasa (1/11). Foto: Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Mayat ditemukan di Ponolawen Kesesi

Kesesi, Wartadesa. - Sesosok mayat ditemukan di Desa Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan pagi tadi, Selasa (8/11). Korban ditemukan subuh, Read more

Baru beli motor, Sumarti diduga dibegal

Pembunuhan pensiunan guru di Ponolawen Kesesi, Wartadesa. - Kasus penemuan mayat di Ponolawen Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan masih menyisakan kisah Read more

selengkapnya
Berita DesaPertanian

Pemdes Karanggondang Gelar Sosialisasi Pupuk Cair dan Serahkan Bibit kepada Warga

IMG-20250716-WA0004

Warta Desa, Karanganyar, 16 Juli 2025 – Pemerintah Desa Karanggondang, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan sosialisasi penggunaan pupuk cair sekaligus penyerahan bibit kepada warga pada Rabu (16/7). Kegiatan ini dilaksanakan di balai desa setempat dan diikuti puluhan warga yang sebagian besar merupakan petani.

Kepala Desa Karanggondang, Rudi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hasil pertanian warga dengan penggunaan pupuk cair yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Selain itu, pembagian bibit juga diharapkan dapat membantu petani dalam mengurangi biaya tanam.

“Dengan adanya sosialisasi ini, kami ingin para petani paham cara penggunaan pupuk cair agar hasil pertaniannya maksimal. Bibit yang kami bagikan juga semoga dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, pemerintah desa akan terus mendukung program-program yang bermanfaat langsung bagi masyarakat, khususnya di sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama warga Karanggondang.

Warga menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi semacam ini dapat rutin diadakan untuk menambah wawasan mereka tentang cara bertani yang modern dan berkelanjutan. (Rohadi)

Terkait
Pohon Tumbang di Karanggondang Timpa Warung dan Mobil

Karanganyar, Wartadesa. - Hujan ringan disertai angin yang cukup kencang menyebabkan empat pohon salam berdiameter 40 centimeter di Desa Karanggondang, Read more

Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto
Zaenul Mufti dan Dwi Efriyanti Raih Poin Tertinggi Tes Perangkat Desa Pekiringan Alit dan Tambakroto

Kejen, Wartadesa. - Zaenul Mufti meraih nilai tertinggi penjaringan calon Kadus Kambangan Desa Pekiringan Alit Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Selain Read more

50 Nasabah UPK Artha Mandiri Raih Penghargaan

Kedungwuni, Wartadesa. - Puluhan nasabah Unit Pengelola Keuangan (UPK) Artha Mandiri, Badan Pemberdayaan Masyarakat (BKM) Tunas Karya Mandiri, Desa Tangkil Read more

Kapolsek Petungkriyono Ingatkan Penyalahgunaan Dana Desa Akan Berhadapan Hukum

Petungkriyono, Wartadesa. - Kapolsek Petungkriyono, Iptu Felix Prasetyawan mengingatkan para kepala desa untuk tidak menyalahgunakan anggaran Dana Desa (ADD) karena Read more

selengkapnya
Layanan PublikPertanianSosial Budaya

Petani Karangsari Bojong Keluhkan Kerugian Akibat Proyek Gas di Pinggir Tol, Minta Desa Bantu Mediasi

karangsari

Warta Desa, Pekalongan, 8 Juli 2025 – Sejumlah petani di Desa Karangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kerugian yang mereka alami akibat proyek pembangunan jaringan gas di pinggir tol yang melintasi wilayah persawahan mereka.

Para petani mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada mandor pelaksana proyek di lapangan. Namun, jawaban yang diterima terkesan sepele dan belum ada tindak lanjut pasti. “Kami sudah mengadu ke mandornya, katanya nanti akan diganti rugi, tapi jawabannya hanya ‘iya nanti’ tanpa ada kejelasan,” ungkap salah satu petani Karangsari yang merasa dirugikan.

Menurut para petani, proyek gas tersebut menyebabkan longsornya tanah urugan di area persawahan mereka. Hal ini membuat sawah menjadi rusak, sulit ditanami, dan menimbulkan potensi gagal panen jika tidak segera ditangani. Beberapa petani bahkan mengaku lahannya sudah ditanami padi dan sebagian sudah mendekati masa panen.

“Kami mohon kepada pemerintah desa untuk membantu kami mediasi dengan pihak PT yang mengerjakan proyek ini. Kami sudah sangat dirugikan, apalagi sawah ini baru saja ditanami dan sebagian tanaman padinya sudah mendekati panen. Sekarang malah terancam gagal panen padahal kami sudah menelan biaya banyak,” kata petani lainnya dengan nada khawatir.

Selain kepada pihak pelaksana proyek, para petani juga sudah melaporkan persoalan ini ke pemerintah desa setempat. Mereka berharap pemerintah desa dapat segera memfasilitasi mediasi dengan pihak perusahaan pelaksana proyek untuk memperjuangkan ganti rugi yang layak.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pelaksana proyek maupun pemerintah desa belum memberikan keterangan resmi terkait langkah penyelesaian masalah tersebut. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Kepala Desa Karangsari Berikan Bantuan kepada Warga Terdampak Longsor di Dukuh Legok

Warta Desa, Karangsari, 10 februari 2025 – Pasca longsor yang terjadi di Dukuh Legok, RT 02 RW 01, Kepala Desa Read more

Longsor di Desa Karangsari, Ancam Pemukiman Warga

Longsor di Desa Karangsari, Dukuh Legok, kec karanganyar RT 02 RW 01, Mengancam Pemukiman Warga Karangsari, 9 februari 2025 – Read more

Tersengat arus listrik, warga Karangsari meninggal

Karanganyar, Wartadesa. - Seorang warga Dukuh Mlaten, Desa Karangsari, Karanganyar, Kabupaten Pekalongan meninggal usai tersetrum arus listrik di Posk Kamling Read more

Warung karaoke dan miras di Karangsari ditutup Satpol PP

Karanganyar, Wartadesa. - Satpol PP Kabupaten Pekalongan memasang stiker penutupan tiga warung karaoke dan penjual minuman keras di wilayah Desa Read more

selengkapnya