close
Pendidikan

80 Pondok Pesantren di Pekalongan akan dipilih dalam pengembangan Santripreneur

ipb-santripreneur_ilustrasi tribun
Ilustrasi. Foto: Tribun

Bogor, Wartadesa. – 80 Pondok Pesantren di Kabupaten Pekalongan akan dipilih dalam pengembangan Santripreneur, program tersebut merupakan kerjasama dengan kampus Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui Stasiun Lapang Agro Kreatif (SLAK) dengan Pemkab Pekalongan yang akan diluncurkan pada Pebruari 2019 mendatang.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi menyampaikan bahwa program SLAK yang akan dikembangkan di Pekalongan adalah pemberdayaan petani durian, peternakan dan stantripreneur. “Pekalongan diharapkan akan menjadi pioneer santripreneur dan akan dikembangkan secara penuh. Di Pekalongan, banyak sekali santri. Diharapkan santri-santri ini bisa mandiri secara ekonomi dan hal tersebut dapat memperkuat dakwah mereka,” ujarnya saat berkunjung ke Kampus IPB Dramaga, Bogor (19/1/2019) dilansir dari Kompas.

Menurut Asip, pihaknya akan melakukan seleksi Pondok Pesantren di Pekalongan yang memiliki basis-basis pertanian. “Rencananya 80 pondok pesantren yang ada di Pekalongan akan dipilih mana yang memiliki basis pertanian. Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada IPB. Kerjasama dengan IPB sudah menguntungkan pemberdayaan para petani. Para petani di kebun durian sangat dibantu oleh IPB.” Lanjutnya.

Sementara, Arif Satria, Rektor IPB mengungkapkan bahwa satripreneur di Pekalongan merupakan pembekalan kewirausahaan para santri di bidang ilmu pertanian. Selain pengembangan santripreneur, IPB akan mengembangkan sentra inovasi IPB yang akan dihilirisasi di Pekalongan.

Banyak inovasi-inovasi khususnya benih-benih unggul yang harus mulai dikembangkan di Pekalongan. Selain itu Kabupaten Pekalongan akan menjadi laboratorium lapang IPB, agar implementasi inovasi dapat berlangsung di lapangan. Dengan kerjasama tersebut nantinya dapat memberikan feedback pada IPB, keilmuan apa yang harus dikembangkan di Kabupaten Pekalongan. Tutur Arif Satria.

Selain itu, IPB akan mengembangkan KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) di Pekalongan. Sebelumnya IPB sudah menerjunkan mahasiswa untuk Program IPB Goes To Field (IGTF) pada tahun 2018. “IGTF Pekalongan ini fokus pada tanaman durian dan ke depan IPB akan melakukan kerjasama empat program pokok. Yaitu penyehatan tanaman, pengemasan makanan olahan, teh, kopi, cengkeh, dan Program Sekolah Peternakan Rakyat,” tutur Wakil Kepala bidang Pengabdian kepada Masyarakat, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB, Sugeng Heri Suseno. (Sumber: Kompas)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Mendikbud apresiasi produk siswa SMK Muhammadiyah Kajen

Kajen, Wartadesa. - Di sela kegiatannya mendampingi kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Pekalongan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : santripreneur