BANDAR SERI BEGAWAN. WARTADESA. — Perjalanan panjang penuh ketekunan, kerja keras, dan doa akhirnya membuahkan hasil manis bagi Siti Khuzaiyah, SST., M.Kes., Ph.D. Dosen Program Studi Kebidanan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) ini resmi meraih gelar doktor (Doctor of Philosophy) di bidang Midwifery (Kebidanan) dari PAPRSB Institute of Health Sciences, Universiti Brunei Darussalam (UBD).
Kisah inspiratif pencapaian akademik tersebut turut diberitakan oleh media media internasional Kerajaan Brunei Darussalam, Pelita Brunei, edisi Senin (17/8/2026) melalui artikel berjudul “Usaha, Kesungguhan, Doa Rahsia Kejayaan Cemerlang.” Artikel tersebut menyoroti perjuangan para lulusan terbaik UBD, termasuk Siti Khuzaiyah yang berhasil menuntaskan studi doktoralnya di tengah berbagai tantangan akademik.
Perjuangan dan Pengorbanan di Kampus UBD
Sebagai seorang bidan terdaftar sekaligus akademisi di UMPP Jawa Tengah, perjalanan meraih gelar Ph.D. bukanlah hal yang mudah. Pendidikan di PAPRSB Institute of Health Sciences UBD menuntut komitmen tinggi dalam riset dan pengembangan ilmu kesehatan.
Namun, tantangan akademik tersebut tak menjadi penghalang. Siti Khuzaiyah membuktikan bahwa dedikasi yang konsisten serta dukungan penuh dari keluarga dan lingkungan menjadi kunci utama dalam menyelesaikan studi hingga jenjang tertinggi.
“Keberhasilan akademik tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga membutuhkan usaha yang konsisten, kesungguhan, ketekunan, dukungan keluarga, serta doa,” tulis laporan Pelita Brunei.
Perkuat Kualitas Pendidikan dan Pelayanan Kebidanan
Keberhasilan ini menjadi tonggak sejarah penting, tidak hanya bagi perjalanan karier Siti Khuzaiyah, tetapi juga bagi kemajuan sivitas akademika UMPP. Dengan diraihnya gelar doktor di bidang kebidanan ini, kapasitas riset dan mutu pengajaran di UMPP dipastikan akan semakin menguat.
Pengalaman serta kepakaran internasional yang diperoleh selama menempuh studi di UBD diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, baik dalam peningkatkan kualitas pendidikan tinggi kebidanan maupun pada standar pelayanan kesehatan ibu dan anak di Indonesia, khususnya di wilayah Pekalongan dan sekitarnya.
Pencapaian ini sekaligus menjadi motivasi dan inspirasi bagi para mahasiswa, tenaga kesehatan, serta rekan akademisi lainnya untuk terus menuntut ilmu dan meningkatkan kompetensi demi kemajuan ilmu pengetahuan. (Redaksi)










