Lebakbarang, Wartadesa. – Hujan deras yang megguyur wilayah Desa Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan tidak menghalangi warga untuk berduyun-duyun mengikuti perhelatan Suluk Bumi Santri keenam. Sabtu (19/01) malam.
Beragam pagelaran seni dihelat dalam acara yang dilaksanakan di balaidesa setempat. Sedikitnya 150 warga desa hadir memenuhi ruangan aula balaidesa untuk menyimak lantunan mocopat yang dibawakan oleh .Jumari warga Desa Sidomulyo, gending sholawat jawi kyai suro wongso oleh masyarakat Desa Timbangsari, rebana Jabalul dari SMPN 1 Lebakbarang, hadroh rebana dari ibu-ibu fatayat masyarakat Lebakbarang, tahlil dan dzikir dipimpin oleh Ketua lesbumi NU Kab Pekalongan dan lain-lainya.
Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa Suluk Bumi Santri merupakan upaya menghidupkan kembali seni budaya yang ada di Kabupaten Pekalongan. “Mocopat adalah karya seni Jawa yang agung diciptakan oleh para wali di maksudkan untuk mengiringi jalan kehidupan manusia yang berisikan 11 nilai kehidupan serta mengajarkan kepada kita bahwa hidup harus harmoni saling bantu membantu serta tidak egois.” Ujarnya.
Acara dengan tema Peran Pemerintah dan Masyarakat dalam Melestarikan Seni Budaya tersebut, dihadiri oleh anggota DPRD Kabupaten Pekalongan asal Lebakbarang Endang, Kepala DPU Taru Wahyu Kuncoro, Ketua DKD Kabupaten Pekalongan Djoko, Ketua LESBUMI PCNU Kabupaten Pekalongan Gus Eko Ahmadi.
Dalam acara yang dikemas dialog interaktif, Lazisnu Kabupaten Pekalongan menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah kepada 12 siswa-siswi SD asal Lebakbarang. Disamping itu, Bupati Pekalongan juga memberikan beasiswa bagi 1 siswa SMA dan kepada 5 mahasiswa. (WD)










