close
Layanan PublikLingkungan

Dulu Viral Antar Haji, Kini Jadi “Sapu Bersih” Botol Miras: Ketulusan Mak Sombret yang Tak Pernah Padam di Kota Santri

Screenshot_20251227_174156

WAFTA DESA, KAJEN – Nama Mak Sombret (55) bukan lagi nama asing bagi warga Kabupaten Pekalongan. Perempuan bersahaja asal Dukuh Mbalong, Desa Kulu, Karanganyar ini sempat menggemparkan jagat maya setelah kisah heroiknya viral di berbagai media lokal, termasuk Warta Desa. Kini, Mak Sombret kembali menjadi buah bibir, bukan karena ojek antar-kota, melainkan karena kesetiaannya menjaga kesucian Alun-Alun Kajen dari serbuan “botol setan”.

​Nostalgia Ketulusan: Ngojek Pekalongan-Solo Demi Tetangga

​Mengingat kembali awal mula namanya melambung, Mak Sombret—atau yang memiliki nama asli Mak Ratih—adalah sosok yang membuktikan bahwa kebaikan tidak butuh harta melimpah.

Pada Mei 2024 lalu, ia rela merogoh kocek hingga Rp600.000, jumlah yang sangat besar bagi seorang pekerja serabutan seperti dirinya, hanya untuk menyewa ojek menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

​Alasannya sederhana namun menyentuh: ia ingin mengantar Pak Kadus (Kepala Dusun) berangkat haji karena merasa sang pejabat sering membantunya saat ia kesulitan. Padahal, saat itu Mak Sombret hidup sebatang kara di rumah papan sederhana ukuran 3×4 meter setelah ditinggal wafat suaminya pada 2016.

Ketulusannya itu berbuah manis; ia akhirnya mendapatkan hadiah umrah gratis dari biro perjalanan yang tergerak oleh aksi nekatnya tersebut.

​Misi Baru: Memburu “Botol Haram” di Alun-Alun Kajen

​Setelah kembali dari Tanah Suci, semangat Mak Sombret untuk berbuat baik tidak luntur. Sehari-harinya, ia memang kerap menyisir Alun-Alun Kajen untuk mencari rongsok sebagai sumber penghidupan. Namun belakangan, keranjangnya tidak hanya berisi botol plastik bekas air mineral, tapi juga botol-botol kaca bekas minuman keras (miras).

​Fenomena ini sangat kontras dengan julukan Kajen sebagai “Kota Santri”. Di Alun-Alun yang megah, justru banyak ditemukan botol-botol miras berserakan sisa ulah oknum tak bertanggung jawab.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan. Saya kumpulin aja, khawatir kalau kena kaki anak-anak atau jadi sarang penyakit,” ujar Mak Sombret dengan nada polosnya yang khas.

​Sentilan Bagi yang Muda dan yang Berkuasa

​Aksi Mak Sombret ini layaknya sebuah cermin besar bagi warga Pekalongan. Di usianya yang sudah senja, ia masih peduli pada kebersihan dan kesucian ikon kotanya. Sementara itu, para pemuda yang gemar “mabuk-mabukan” di area publik justru meninggalkan sampah yang membahayakan.

​”Malu sama Mak Sombret,” celetuk seorang warga yang mulai ikut tergerak membantu membersihkan alun-alun. “Dia yang hidupnya terbatas saja masih mau mikirin kebersihan dan keselamatan orang lain.”

​Kini, setiap pagi Mak Sombret tetap setia dengan keranjangnya. Ia tidak butuh pujian atau viral untuk kedua kalinya. Baginya, melihat alun-alun bersih dari “botol setan” adalah kepuasan batin tersendiri. Sebuah teladan nyata bahwa menjaga kehormatan Kota Santri bukan hanya tugas pejabat dengan seragam mentereng, tapi bisa dimulai dari tangan seorang perempuan sebatang kara yang penuh kasih. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : alun-alunMiras