close
Layanan PublikLingkungan

KOTA SANTRI JADI KOTA MABOK? Alun-Alun Kajen Banjir Botol Miras, Mak Sombret Turun Tangan Jadi “Malaikat Penyelamat”!

IMG-20251227-WA0014

WARTA DESA, KAJENAstagfirullah! Predikat “Kota Santri” yang melekat pada Kabupaten Pekalongan seolah tercoreng oleh kelakuan oknum tak bertanggung jawab. Bukannya memperbanyak zikir, di area Alun-Alun Kajen malah banyak ditemukan “botol haram” alias bekas minuman keras (miras) yang berserakan. Fenomena ini bikin warga geleng-geleng kepala.

Mak Sombret “Comeback” dari Jalur Rongsok

Di tengah kemirisan itu, muncul sosok legendaris yang dulu viral karena setia antar jamaah haji, siapa lagi kalau bukan Mak Sombret. Jika dulu ia sibuk urusan ibadah, kini Mak Sombret “aktif” kembali dengan misi berbeda: memburu botol miras yang tercecer di sekitar alun-alun.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan,” ungkap Mak Sombret dengan nada polos namun menyentil sambil menunjukkan keranjang penuh “harta karun” beralkoholnya.

Ironis: Kok Ada Botol Setan?

Warga sekitar merasa terbantu namun sekaligus malu. Bagaimana tidak, area yang seharusnya jadi tempat berkumpulnya warga dan jadi tempat bermain anak-anak justru dipenuhi botol yang bisa pecah dan membahayakan. Mak Sombret mengaku nekat mengumpulkan botol-botol itu supaya tidak menjadi sarang penyakit atau melukai bocah-bocah yang lari-larian di alun-alun.

  • Aksi Mak Sombret: Secara rutin menyisir setiap sudut alun-alun untuk memastikan botol-botol itu dibuang dengan benar atau dijual ke pengepul rongsok yang tepat.
  • Reaksi Warga: Aksi mulia ini mulai memantik kesadaran warga lain untuk ikut menjaga kebersihan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di ikon kota tersebut.

Unek-unek:

Duh Gusti… Emang bener kata pepatah, setannya lagi libur, manusianya yang gantiin kerjaan setan. Buat para pemuda “setengah kopong” yang hobi mabok: Mbok ya kalau mau nakal jangan di komplek alun-alun! Malu sama Mak Sombret yang sudah sepuh tapi masih peduli lingkungan. (Rohadi)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : alum-alunAlun-Alun KajenMiras