Warta Desa, Kabupaten Pekalongan, 5 Januari 2026 – Program unggulan dengan slogan “Pekalongan Beriman”, yang diusung pasangan Bupati dan Wakil Bupati Pekalongan Fadia Arafiq–Sukirman selama Pilkada 2024, kembali menjadi sorotan dan harapan besar masyarakat untuk diwujudkan secara nyata.
Sebelumnya, Bupati Fadia Arafiq pernah menegaskan dalam wawancara keprihatinannya terhadap maraknya praktik kemaksiatan di wilayahnya. “Saya sebagai ibunya orang Pekalongan sangat sedih melihat kemaksiatan di Kabupaten Pekalongan. Kita ini santri, dan saya paling depan untuk memberantas kemaksiatan,” ujarnya tegas. Sebagai bukti komitmen, pemerintah telah menutup kafe/warung penjual minuman keras (KF) di Gandarum, Kecamatan Kedungwuni, yang meresahkan masyarakat.
Masyarakat menilai slogan tersebut selaras dengan identitas Pekalongan sebagai Kota Santri, sehingga menginginkan nilai-nilai religius tidak hanya menjadi slogan politik, melainkan terwujud dalam kebijakan. Perhatian utama warga adalah maraknya kos-kosan sewa per jam yang diduga memfasilitasi hubungan terselubung, bahkan dipergunakan oleh pelajar. Selain itu, masih ada KF yang beroperasi di sekitar lingkungan pemerintahan, yang dinilai bertentangan dengan semangat “Pekalongan Beriman”.
“Jangan sampai Pekalongan Beriman hanya jadi slogan. Kami ingin benar-benar merasakan dampaknya di lingkungan kami,” ungkap salah satu tokoh masyarakat. Warga berharap kepemimpinan Fadia–Sukirman lebih tegas, konsisten, dan berkelanjutan dalam menertibkan tempat-tempat yang merusak moral generasi muda dan mencoreng citra Kota Santri. Dengan dorongan dan pengawasan masyarakat, program ini diharapkan menjadi landasan menciptakan Kabupaten Pekalongan yang religius, aman, dan bermartabat. (Rohadi)










