close
Politik

Gelar Reses di Aula Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro, Anggota DPRD Jateng Sofwan Sumadi Ajak Kader Muda Muhammadiyah Melek Politik dan Siap Nyaleg

template berita foto warta desa_20260621_163628_0000

PEKALONGAN, WARTADESA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Sofwan Sumadi, menghadiri acara Sarasehan Peningkatan Kualitas Pengawasan Perda sekaligus memanfaatkan masa resesnya untuk bersilaturahim dengan warga Muhammadiyah di Aula Masjid Hj Mutimah Dahlan Doro, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Ahad (21/6/2026).

​Kegiatan ini dipadukan dengan agenda pembinaan dan temu kader IPM bersama Majelis Ketenagaan dan Sumber Daya Insani (MKSDI) untuk pembentukan Unit Pembinaan Mutu (UPM) serta penguatan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Nasyiatul Aisyiyah (NA) Kecamatan Doro.

​Bagi para peserta yang hadir, kegiatan Peningkatan Kualitas Pengawasan Pelaksanaan Perda ini menjadi sarana penting untuk menambah wawasan, mempererat tali silaturahmi, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap pembangunan serta kemajuan masyarakat. Harapannya, ilmu dan informasi yang diperoleh selama sarasehan dapat memberikan manfaat nyata, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar.

​Dalam pemaparannya, Sofwan menekankan pentingnya warga persyarikatan, khususnya generasi muda dan kader perempuan, untuk memahami serta terjun ke dunia politik. Ia menegaskan bahwa hampir seluruh aspek kehidupan dan kebijakan publik yang dinikmati masyarakat sehari-hari merupakan hasil dari keputusan-keputusan politik.

​”Semua yang kita lakukan dan nikmati sehari-hari itu adalah semuanya keputusan-keputusan politik,” ujar Sofwan.

​Ia juga mengingatkan pentingnya aktif dalam forum-forum produktif sebagai motor penggerak pemikiran. “Perubahan besar selalu diawali dari kepedulian dan kemauan untuk belajar. Hadirilah majelis ilmu, forum diskusi, dan kegiatan yang bermanfaat, karena dari sanalah lahir pemikiran yang lebih matang, wawasan yang lebih luas, dan semangat untuk memberikan kontribusi terbaik bagi umat dan bangsa. Jangan hanya menjadi penonton perubahan, tetapi jadilah bagian dari orang-orang yang menghadirkan perubahan menuju kebaikan,” pesannya.

​Menatap Pemilu Legislatif tahun 2029, Sofwan mendorong kader-kader muda dari Nasyiatul Aisyiyah (NA) dan Pemuda Muhammadiyah di Kecamatan Doro untuk berani mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Apalagi, regulasi mengenai keterwakilan perempuan sebesar 30 persen di setiap daerah pemilihan (dapil) kini semakin ketat diterapkan. Menurutnya, keterbatasan modal finansial tidak boleh menjadi penghalang utama bagi para kader untuk berikhtiar. “Soal jadi atau tidak jadi itu ketentuan Gusti Allah, tapi kita harus tetap berupaya dan berikhtiar,” tambahnya.

Militansi, Komitmen, dan Ketahanan Ideologis Kader

​Senada dengan hal tersebut, narasumber dari MKSDI, Gigih Setyanto, menggarisbawahi pentingnya penguatan kapasitas dan militansi kader di akar rumput. Ia menyebut bahwa Muhammadiyah diakui dunia sebagai organisasi Islam terbesar, bahkan tercatat memiliki aset kekayaan nomor empat terbesar sedunia.

​”Namun, kebesaran Muhammadiyah ini belum akan berarti kalau tidak didukung oleh militansi kader-kadernya. Karena kader ini sebetulnya adalah jantung dari persyarikatan. Kalau kadernya tidak bisa mendorong dan mendukung kerja-kerja organisasi, maka pasti Muhammadiyah tidak akan bisa bergerak atau bahkan mungkin bisa mati,” tegas Gigih.

​Gigih juga mencontohkan loyalitas salah satu kader lokal, Mas Yadid, yang konsisten berjuang menghidupkan syiar organisasi di Doro sebagai figur teladan yang patut diapresiasi hingga tingkat wilayah.

​Lebih lanjut, Gigih memaparkan tiga kriteria utama untuk menjadi kader pilihan di lingkungan persyarikatan:

​Komitmen Tinggi: Kader pilihan bukan berarti bersikap keras, melainkan mereka yang memiliki komitmen untuk melaksanakan tugas dan kewajiban. Ketika diberikan amanah, kader akan bersikap sami’na wa atha’na (mendengar dan patut) dengan etos kerja tinggi serta berorientasi pada hasil terbaik, bukan sekadar ingin dipilih tetapi pasif setelahnya.

​Konsistensi: Tidak hanya bersemangat di awal masa jabatan, tetapi konsisten berjuang tanpa mengenal lelah di sepanjang periode kepengurusan yang berjalan.

​Ketahanan Ideologis dan Integritas: Di tengah maraknya berbagai paham atau ideologi luar yang cenderung menyerang, menyalahkan, dan melemahkan Muhammadiyah, kader dituntut memiliki ketahanan ideologis yang kokoh. Muhammadiyah telah memiliki manhaj (tuntunan) ibadah dan organisasi yang jelas sehingga tidak perlu ikut-ikutan terpengaruh oleh paham-paham baru.

​Selain memberikan motivasi politik dan ideologis, dalam masa reses yang berlangsung dari tanggal 20 hingga 27 Juni tersebut, Sofwan juga melaporkan kinerjanya di Komisi B DPRD Jawa Tengah, termasuk pengawasan Balai Benih Sapi dan Domba di Wonosobo serta pengalokasian dana Pokok Pikiran (Pokir) dewan untuk membantu 104 lembaga pendidikan Muhammadiyah mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi.

​Turut hadir dalam acara sarasehan ini Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Doro, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Kecamatan Doro, serta tokoh pemuda setempat. (isa Anshori)

Terkait
Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

Tegalsuruh targetkan miliki mobil siaga

Pemdes Tegalsuruh Sragi akan mewujudkan mobil siaga bagi warga sesanya, demikian disampaikan Tarochi (18/10). Foto: Eva Read more

Kapt. Inf. Suhardi: Jangan mau diprovokasi hal yang dapat memecah belah NKRI

Wonopringgo, Wartadesa. - Presiden Jokowi berharap agar rakyat Indonesia bersatu-padu dan waspada terhadap dissenting opinion (pendapat yang berbeda-red.)  yang mengancam Read more

Rumah Keluarga Indonesia diluncurkan

Kajen, Wartadesa. - Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kabupaten Pekalongan menyelenggaran acara peluncuran Rumah Keluarga Indonesia (RKI). “Keluarga Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : mpksdiPANresessofwan sumasi