WARTADESA. BANJARNEGARA – Turnamen sepak bola tahunan yang paling dinanti masyarakat, Kalibening Cup #3, kembali digelar dengan meriah di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara pada Minggu (5/7/2026). Namun, ada yang berbeda sekaligus luar biasa pada gelaran tahun ini.
Jika tahun-tahun sebelumnya didominasi oleh tim lokal, Kalibening Cup edisi ketiga ini menyuguhkan tensi kompetisi yang jauh lebih tinggi. Panitia mencatat adanya lonjakan kepesertaan, termasuk kehadiran tim-tim tangguh dari luar daerah, salah satunya adalah tim dari Paninggaran. Kehadiran tim-tim luar ini sukses menyedot perhatian masif dari para pecinta si kulit bundar.
Antusiasme Meluap, Ribuan Suporter Padati Stadion
Atmosfer pertandingan terasa begitu hidup berkat kehadiran ribuan suporter yang memadati area lapangan sejak peluit pertama dibunyikan. Chant, sorakan, dan gemuruh dukungan tiada henti mengalir dari tribune, menciptakan pesta sepak bola rakyat yang sesungguhnya.
Ridwan, salah satu panitia penyelenggara, mengungkapkan rasa haru dan terima kasihnya atas suksesnya gelaran hari ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada ribuan suporter dan seluruh pecinta bola yang sudah hadir memadati lapangan hari ini. Luar biasa sekali antusiasmenya,” ujar Ridwan di sela-sela acara.
Junjung Tinggi Sportivitas
Meski tensi pertandingan berjalan panas dan kompetitif karena melibatkan rivalitas antardaerah, panitia mengapresiasi kedewasaan para pemain dan penonton. Hingga laga usai, suasana tetap kondusif berkat komitmen bersama untuk menjaga perdamaian.
“Apresiasi tertinggi juga kami berikan kepada tim yang bertanding karena telah saling menjunjung tinggi sportivitas di laga ini. Ini bukan sekadar menang kalah, tapi soal silaturahmi lewat sepak bola,” tambah Ridwan.
Sekilas Kalibening Cup #3
-
Tanggal Pelaksanaan: 5 Juli 2026
-
Lokasi: Kelurahan Kalibening, Banjarnegara
-
Daya Tarik Utama: Kehadiran tim luar daerah (seperti Paninggaran) & kehadiran ribuan suporter fanatik.
Dengan kesuksesan hari ini, Kalibening Cup #3 membuktikan diri bukan sekadar turnamen tingkat kelurahan biasa, melainkan magnet kompetisi sepak bola yang berpotensi terus membesar di masa depan. (Ridwan)










