PEKALONGAN, WARTADESA. — Julukan “Makmur Memakmurkan” terbukti bukan sekadar slogan bagi Masjid Hj. Mutimah Dahlan di Doro, Kabupaten Pekalongan. Memasuki usianya yang kedua, masjid ini konsisten menghidupkan kegiatan sosial dan keagamaan yang berpusat pada kesejahteraan jamaah serta musafir.
Salah satu aksi nyata yang rutin dilakukan adalah pembagian makanan dan minuman gratis. Setiap sehabis sholat Jumat, pengurus membagikan sedikitnya 500 porsi nasi kotak dan 300 cup es teh segar. Tak hanya itu, pada Jumat pagi seusai sholat Subuh, masjid menyajikan makan bersama ala prasmanan. Sementara pada pengajian Ahad pagi, jamaah yang hadir selalu disuguhi teh panas dan nasi megono khas Pekalongan.
Ketua Takmir Masjid Hj. Mutimah Dahlan, Sukendro, menjelaskan bahwa seluruh dana yang dihimpun dari jamaah dikelola secara transparan dan dikembalikan sepenuhnya untuk kepentingan jamaah.
“Kami sediakan makanan dan minuman untuk jamaah dan musafir yang mampir. Untuk pendanaan dari jamaah kita kelola dan kembali untuk jamaah. Dan saya ucapkan terima kasih kepada para donatur atas partisipasinya,” ujar Sukendro, yang juga menjabat sebagai Kepala Klinik Graha Medika.
Pemisahan Ruang dan Fasilitas Ramah Jamaah
Untuk menjaga kekhusyukan, pengurus menerapkan pemisahan fungsi ruang secara tegas:
-
Ruang Utama: Steril dan khusus digunakan untuk ibadah seperti sholat, tadarus Al-Qur’an, dan zikir.
-
Halaman dan Aula: Difungsikan untuk kegiatan pengajian dan makan bersama.
Selain agenda berbagi makanan, masjid yang didirikan oleh seorang pengusaha lokal dan diwakafkan untuk orang tuanya ini juga dilengkapi kedai minuman gratis. Jamaah maupun musafir dapat mengambil kopi, teh, hingga air mineral dingin di lemari pendingin kapan saja secara cuma-cuma.
Saat ini, pengelolaan masjid yang semakin ramai dikunjungi warga dari berbagai daerah tersebut diserahkan kepada Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro.
“Semoga masjid semakin ramai untuk kegiatan ibadah maupun untuk silaturahmi antar jamaah. Dan semoga masjid benar-benar makmur dan memakmurkan, baik kepada jamaah maupun lingkungannya, serta menjadi masjid yang ramah kepada jamaahnya,” tutup Sukendro. (Isa Anshori)










