PEKALONGAN, WARTADESA — Puluhan warga Desa Langkap menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pekalongan. Massa aksi mendesak pemerintah daerah memberikan sanksi tegas berupa pemecatan tidak dengan hormat (PTDH) terhadap oknum kepala sekolah dan guru yang diduga melakukan tindakan asusila.
Dalam aksi tersebut, warga membentangkan sejumlah spanduk tuntutan di jalan area kompleks perkantoran Pemkab Pekalongan. Sebelum diterima audiens, massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan aparat pengamanan dan warga yang melintas.
Dalam orasinya, orator menumpahkan kekecewaan dan meyakini perbuatan oknum pendidik tersebut telah mencoreng nama baik desa. Mereka menganggap dugaan pelanggaran moral itu sangat mempermalukan Desa Langkap serta merusak citra dunia pendidikan di wilayah tersebut.
”Perbuatan oknum ini sangat mempermalukan desa kami,” ujar salah satu orator di tengah barisan massa.
Suasana aksi yang berlangsung kondusif akhirnya direspons oleh pihak Pemkab Pekalongan. Pada pukul 10.15 WIB, perwakilan dari massa aksi resmi diterima masuk ke dalam gedung kantor bupati untuk menggelar audiensi bersama pejabat terkait guna menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka secara langsung. (Andi Purwandi/Redaksi)










