close
Opini

Peran Mahasiswa Dalam Mengatasi Kesenjangan Kesehatan dan kesejahteraan di Desa Sebagai Upaya Mewujudkan SDGs

WhatsApp Image 2026-09-07 at 07.03.10

Oleh:  Khasna Ulfiana Putri 

 

Pendahuluan

Kita telah mencapai kemajuan besar dalam mengatasi beberapa penyebab utama kematian dan penyakit. Harapan hidup telah meningkat secara dramatis; angka kematian bayi dan ibu telah menurun, kita telah membalikkan keadaan terkait HIV dan kematian akibat malaria telah berkurang setengahnya.

Kesehatan yang baik sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan dan Agenda 2030 mencerminkan kompleksitas dan keterkaitan keduanya. Agenda ini mempertimbangkan kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin lebar, urbanisasi yang cepat, ancaman terhadap iklim dan lingkungan, beban HIV dan penyakit menular lainnya yang terus berlanjut, serta tantangan baru seperti penyakit tidak menular. Cakupan kesehatan universal akan menjadi bagian integral dalam mencapai SDGs, yaitu mengakhiri kemiskinan dan mengurangi kesenjangan. Prioritas kesehatan global yang muncul dan tidak secara eksplisit termasuk dalam SDGs, termasuk resistensi anti mikroba, juga membutuhkan tindakan.

Namun, dunia tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berkaitan dengan kesehatan. Kemajuan yang dicapai tidak merata, baik antar negara maupun di dalam negara. Terdapat kesenjangan 31 tahun antara negara-negara dengan angka harapan hidup terpendek dan terpanjang. Dan meskipun beberapa negara telah mencapai kemajuan yang mengesankan, rata-rata nasional menyembunyikan fakta bahwa banyak negara tertinggal. Pendekatan multisektoral, berbasis hak, dan peka gender sangat penting untuk mengatasi ketidaksetaraan dan membangun kesehatan yang baik untuk semua. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencapaian SDGs masih membutuhkan perhatian dan upaya bersama. Selain itu, permasalahan tersebut juga berkaitan dengan Berkurangnya Kesenjangan, karena setiap masyarakat seharusnya memiliki kesempatan yang setara dalam memperoleh pelayanan dan meningkatkan kesejahteraannya tanpa terhambat oleh tempat tinggal maupun kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, pengurangan kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan di desa menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tercapainya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Penyelesaian permasalahan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, mahasiswa, serta generasi muda. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dapat berperan dalam memberikan edukasi kesehatan, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Dengan adanya peran tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan di desa sekaligus mendukung pencapaian SDGs dan Indonesia Emas 2045.

Pembahasan

Semua masalah kesehatan dalam SDGs diintegrasikan ke dalam satu tujuan, yaitu tujuan nomor 3. Hal ini untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan mereka untuk semua orang dari segala usia. Inti dari semua tujuan ini adalah gizi masyarakat, sistem kesehatan nasional, akses kesehatan dan reproduksi, Keluarga Berencana (KB), serta sanitasi dan air bersih.

Tantangan utama dalam melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah reformasi konsep pembangunan yang terintegrasi dan penempatan kesehatan sebagai satu rangkaian proses manajemen pembangunan yang meliputi input, proses, output, outcome dan impact pembangunan serta memahamkan bersama akan substansi pembangunan kesehatan yang harus dilaksanakan bersama di era desentralisasi dan demokratisasi saat ini. Program yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan SDGs di bidang kesehatan adalah memastikan kehidupan yang sehat, mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia, memperkuat perlindungan sosial, dan meningkatkan pelayanan kesehatan.

Target dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ketiga adalah untuk mengurangi rasio kematian ibu secara global, mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada bayi baru lahir dan anak-anak, mengakhiri epidemi AIDS, TBC, malaria dan penyakit menular lainnya, menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular; memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat berbahaya, mengurangi separuh jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas, memastikan akses universal ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi, mencapai cakupan kesehatan universal, dan mengurangi jumlah kematian dan penyakit akibat bahan kimia berbahaya dan juga polusi.

Dalam hal ini, Peran mahasiswa dalam bidang kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti kampanye hidup sehat, penelitian sederhana mengenai perilaku masyarakat, serta pengabdian kepada masyarakat melalui program-program kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga dapat menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas. Pentingnya peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada edukasi, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mencapai target pembangunan kesehatan nasional.

Sebagai calon intelektual muda, mahasiswa harus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai isu-isu kesehatan yang relevan, seperti pencegahan penyakit menular, sunting, kesehatan mental, dan gizi seimbang. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam mewujudkan masyarakat sehat. Melalui pendidikan, aksi nyata, dan inovasi yang berkelanjutan, peran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Kesimpulannya peran mahasiswa tidak bisa dipandang sebelah mata, mahasiswa berperan besar dalam mewujudkan masyarakat sehat. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan semangat perubahan, diharapkan mahasiswa dapat menjadi salah satu pionir untuk mewujudkan masyarakat sehat, yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya bangsa yang kuat dan memiliki daya saing.

Gagasan/aksi seorang mahasiswa

Dalam menghadapi masalah kesehatan sekarang ini peran seorang mahasiswa sangat penting bagi masyarakat desa. Terutama bagi mahasiswa di bidang kesehatan, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara langsung di lingkungan masyarakat. Mahasiswa juga dapat melakukan penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh masyarakat serta mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut dapat melatih mahasiswa dalam melakukan pengabdian masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, serta membentuk karakter yang baik. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga dapat mengembangkan berbagai inovasi dan ketrampilan kewirausahaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yaitu, kesehatan dan kesejahteraan.

Penutup

Kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan merupakan masalah yang membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak. Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan mahasiswa, berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat desa dapat ditangani secara lebih efektif. Kolaborasi tersebut dapat membantu mempercepat proses penyelesaian masalah, sekaligus menghemat waktu dan tenaga dalam memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah dan berbagai pihak lain.  Dengan kolaborasi tersebut masalah kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan dapat terselesaikan secara optimal. Dengan demikian, peran mahasiswa tidak hanya memberi manfaat pada masyarakat desa, tetapi juga menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam masalah kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan.

Referensi

https://www.undp.org/sustainable-development-goals/good-health

https://innovillage.id/artikel/sustainable-development-goalssdgs-kesehatan-yang-baik-dan-kesejahteraan

https://www.kompasiana.com/rarasdhiyapramesthi6725/68b02c7ac925c45af8293be2/peran-mahasiswa-dalam-mewujudkan-masyarakat-sehat#goog_rewarded

 

Penulis adalah mahasiswa S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Terkait
116 dari 417 kasus HIV di Pemalang, meninggal

Pemalang, Wartadesa. - 116 dari 417 penderita HIV/AIDS di Pemalang meninggal. Data tersebut merupakan data tahun 2017. Demikan disampaikan oleh Read more

Tujuh bulan, 51 penderita HIV/AIDS baru ditemukan di Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Dalam waktu tujuh bulan, rentang Januari hingga Juli 2018, 51 penderita HIV/AIDS baru ditemukan. Mereka positif terkena Read more

Tiga positif HIV terjaring dalam operasi cipta kondisi

Kajen, Wartadesa. -  Tiga orang dinyatakan positif HIV oleh Dinas Kesehatan kabupaten Pekalongan, mereka terjaring dalam sebuah razia yang dilakukan Read more

Enam bulan 31 kasus HIV/AIDS di 12 kecamatan Kabupaten Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Hingga Juni 2019 sedikitnya ada 31 kasus HIV/AIDS yang tersebar di 12 kecamatan di Kabupaten Pekalongan. HIV Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : hivumpp