Oleh: Nazwa Septia Khoirunnisa
PENDAHULUAN
Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar yang membutuhkan peran dari berbagai pihak, termasuk generasi muda. Mahasiswa sebagai generasi yang sedang menempuh pendidikan tinggi memiliki kesempatan untuk tidak hanya belajar didalam kelas, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan pengetahuan,kreativitas dan semangat yang dimiliki, mahasiswa dapat menjadi salah satu bagian dari perubahan menuju Indonesia yang lebih maju.
Salah satu cara mahasiswa dapat ikut berkonstribusi adalah dengan mendukung Sustainable Development Goals (SDs). SDGs merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan yag terdiri dari 17 tujuan. Salah satunya adalah SDG 8 bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, meningkatkan produktivitas, menciptakan pekerjaan yang layak, serta mendorong kewirausahaan dan inovasi. SDG 8 juga secara khusus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dalam kehidupan sehari hari, UMKM merupakan salah satu bidang yang dekat dengan masyarakat. Banyak orang menjalankan usaha kecil untuk memenuhi
kebutuhan hidup, mulai dari usaha makanan, toko, jasa, hingga usaha yang dilakukan melalui media sosial. Namun, tidak semua pelaku UMKM sudah mampu mengelola usahanya dengan baik, terutama dalam hal pencatatan keuangan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.
Sebagi mahasiswa Program Studi Manajemen, saya melihat kondisi tersebut sebagi salah satu kesempatan untuk menerapakan ilmu diperkuliahan. Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai berkonstribusi. Hal-hal sederhana yang dilakukan dari sekarang dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.
PEMBAHASAN
UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan iformasi dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, UMKM memiliki porsi yang sangat besar dalam struktur usaha di Indonesia dan memberikan konstribusi yang besar terhadap perekoomian serta penyerapan tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukan bahwa perkembangan UMKM juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat.
Walaupun memiliki peran yang besar, menjalankan UMKM bukan hanya tentang menujual suatu produk. Pemilik usaha juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan, menentukan harga, melalukan promosi, menjaga kualitas produk, dan memahai kebutuhan konsumen. Perkembangan teknologi juga membuat cara masyarakat mencari informasi dan membeli produk mengalami perubahan.
Digitalisasi kemudian menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk berkembang. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, pelaku usaha
dapat memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas. Namun, kemampuan dalam memanfaatkan teknologi belum tentu dimiliki oleh semua pelaku usaha. Karena itu, diperlukan kemauan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Pemerintah Indonesia juga terus mendorong UMKM agar dapat masuk dan berkembang dalam ekosistem digital. Digitalisasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pasar dan meningkatkan kemampuan UMKM dalam menghadapi perubahan ekonomi.
Di sinilah mahasiswa manajemen dapat mengambil peran. Ilmu yang dipelajari di kampus sebenarnya dapat digunakan untuk membantu permasalahan sederhana yang dihadapi pelaku usaha. Misalnya, mahasiswa dapat membantu membuat pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang mudah dipahami. Dengan pencatatan tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya dengan lebih jelas.
Mahasiswa juga dapat membantu dalam bidang pemasaran. Saat ini media sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk. Mahasiswa dapat membantu pelaku UMKM membuat konten sederhana, mengambil foto produk yang lebih menarik, membuat informasi produk yang jelas, serta menentukan cara promosi yang sesuai dengan target konsumen.
Menurut saya, hal yang paling penting adalah mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memahami kebutuhan dari pelaku UMKM. Tidak semua usaha membutuhkan strategi yang rumit. Terkadang, hal sederhana seperti memisahkan uang pribadi dan uang usaha, membuat catatan keuangan, atau menggunakan media sosial secara konsisten sudah dapat membantu sebuah usaha menjadi lebih terarah.
Kontribusi seperti ini juga memiliki hubungan dengan SDG 8. Tujuan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong produktivitas, kewirausahaan, inovasi, dan perkembangan UMKM. Dengan membantu UMKM menjadi lebih terarah dan produktif, mahasiswa dapat ikut memberikan kontribusi kecil terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.
GAGASAN DAN AKSI MAHASISWA
Salah satu gagasan yang dapat dilakukan mahasiswa adalah membuat kegiatan “Sahabat UMKM Mahasiswa”. Kegiatan ini dapat dilakukan secara sederhana, baik secara individu maupun bersama organisasi mahasiswa.
Langkah pertama adalah memilih UMKM di lingkungan sekitar yang bersedia mendapatkan pendampingan. Mahasiswa kemudian dapat berdiskusi dengan pemilik usaha untuk mengetahui masalah yang paling sering dihadapi. Setelah mengetahui masalahnya, mahasiswa dapat membantu sesuai kebutuhan, misalnya dalam pencatatan keuangan, pemasaran digital, pembuatan identitas usaha, atau pengembangan ide produk.
Kegiatan tersebut tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama atau dengan jumlah UMKM yang banyak. Mahasiswa dapat memulainya dari satu usaha terlebih dahulu. Setelah itu, kegiatan dapat dikembangkan apabila memberikan hasil yang baik.
Selain membantu UMKM, mahasiswa juga dapat belajar menjadi seorang wirausaha. Dengan mencoba menjalankan usaha kecil, mahasiswa dapat belajar secara langsung bagaimana mengatur keuangan, melayani konsumen, melakukan
promosi, bekerja sama dengan orang lain, dan menghadapi masalah dalam menjalankan usaha.
Menurut saya, pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa manajemen karena ilmu yang dipelajari tidak hanya digunakan untuk mencari pekerjaan setelah lulus. Ilmu manajemen juga dapat digunakan untuk menciptakan peluang dan membantu orang lain mengembangkan usahanya.
Jika semakin banyak mahasiswa melakukan kegiatan seperti ini, dampaknya dapat menjadi lebih besar. Setiap mahasiswa mungkin hanya mampu membantu satu atau beberapa usaha, tetapi jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, kontribusinya dapat membantu lebih banyak masyarakat.
PENUTUP
Mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukanlah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintah atau orang-orang yang sudah memiliki jabatan dan pengalaman. Mahasiswa juga mempunyai kesempatan untuk ikut mengambil bagian. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat di sekitar.
Sebagai mahasiswa manajemen, membantu UMKM dalam mengelola keuangan, melakukan pemasaran, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan usaha merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan. Hal tersebut sejalan dengan SDG 8 yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pekerjaan yang layak, serta perkembangan kewirausahaan dan UMKM.
Saya percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membantu satu pelaku UMKM memahami pencatatan keuangan, mengenalkan cara pemasaran melalui media sosial, atau memberikan ide untuk mengembangkan produknya merupakan langkah sederhana yang tetap memiliki arti.
Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, tetapi juga menjadi generasi yang mau menggunakan pengetahuannya untuk memberikan manfaat. Dengan semangat belajar, berani mencoba, dan peduli terhadap keadaan sekitar, mahasiswa dapat menjadi bagian dari perubahan menuju Indonesia Emas 2045.
REFERENSI
United Nations Department of Economic and Social Affairs. Goal 8: Decent Work and Economic Growth. Sustainable Development Goals.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Menko Airlangga: Pemerintah Dukung Bentuk Kolaborasi Baru agar UMKM Indonesia Jadi Bagian Rantai Pasok Industri Global.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Menko Airlangga: Potensi UMKM Menjadi Modal Dalam Ekosistem Pengembangan Ekonomi.
Penulis adalah mahasiswa Program Studi: S1 Manjemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan










