close
Opini

Peran Mahasiswa Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera

IMG_1085

Oleh: Ziadatul Khoir

Pendahuluan

Masyarakat yang sehat dan sejahtera merupakan dambaan semua orang, namun kenyataannya masih banyak tentang kesehatan yang belum dapat ditangani secara merata. Mulai dari pola hidup yang tidak sehat, akses layanan kesehatan yang belum rata, hingga kurangnya literasi kesehatan di kalangan masyarakat. Di sisi lain, gaya hidup saat ini seperti konsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak, kurangnya olahraga, serta meningkatnya stres membuat penyakit yang tidak menular seperti diabetes dan hipertensi semakin sering ditemukan.

Pentingnya SDGs untuk memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat, termasuk melalui pencegahan penyakit, edukasi kesehatan, pelayanan kesehatan yang adil, serta dukungan terhadap gaya hidup sehat.

Dalam konteks Indonesia Emas 2045, peran mahasiswa tidak bisa dipandang sekadar “penonton” pembangunan. Mahasiswa memiliki kekuatan, ide, dan kemampuan berpikir untuk mendorong perubahan sosial di lingkungan sekitar. Melalui kontribusi yang nyata, mahasiswa dapat menjadi penggerak masyarakat agar lebih sehat, produktif, dan akhirnya sejahtera.

Pembahasan

1) Permasalahan kesehatan yang sering muncul di masyarakat

Beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat antara lain:

  • Rendahnya literasi kesehatan, sehingga masyarakat kurang memahami pencegahan penyakit, tanda bahaya, dan pentingnya pemeriksaan sejak kecil.
  • Pola hidup tidak sehat, contohnya konsumsi makanan tidak seimbang, sering merokok, kurangnya olahraga, dan kebiasaan begadang.
  • Akses layanan kesehatan yang belum merata, contohnya kendala biaya, jarak, atau kurangnya informasi prosedur layanan kesehatan.

Permasalahan diatas saling berkaitan. Literasi yang rendah membuat pencegahan tidak berjalan; akses yang susah menuju layanan kesehatan: pencegahan yang tidak berjalan atau terlambat membuat penyakit muncul lebih awal atau semakin berat; kemudian layanan kesehatan menjadi beban karena penanganan terlambat.

2) Kaitan dengan SDGs

Menargetkan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan melalui berbagai cara:

  • Mengurangi kematian akibat penyakit menular dan tidak menularmelalui pencegahan dan pemeriksaan sejak kecil.
  • Meningkatkan promosi kesehatanagar masyarakat memiliki pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat.
  • Memperbaiki sistem layanan kesehatanagar semua orang dapat mengakses layanan yang dibutuhkan dengan mudah.
  • Memberikan layanan cek kesehatan gratis min 1x setiap bulan.

Dengan demikian, upaya mahasiswa untuk mengedukasi dan menggerakkan perubahan perilaku masyarakat adalah bagian langsung dari penerapan SDGs.

3) Mengapa persoalan ini harus diselesaikan

Menunda pencegahan kesehatan berarti memperbesar biaya pengobatan. Kesehatan yang buruk dapat:

  • mengurangi produktivitas masyarakat,
  • menambah beban keluarga karena biaya berobat;
  • memperbesar jarak karena seringkali paling sulit mengakses layanan.

Jika Indonesia ingin mencapai Indonesia Emas 2045, maka masyarakat yang sehat adalah landasan agar bangsa indonesia memiliki sumber daya manusia yang kuat, cerdas, dan mampu mendukung.

4) Peran mahasiswa untuk mendorong masyarakat sehat dan sejahtera

Mahasiswa dapat berperan dalam beberapa cara yang nyata dan bisa dijalankan:

  1. Edukasi kesehatan berbasis komunitas
    Mahasiswa bisa membuat kegiatan rutin seperti “kelas sehat” di lingkungan kampus/desa/komunitas. Pokok pembahasan bisa disesuaikan dengan kebutuhan setempat, misalnya:
  • bahaya gula berlebih;
  • cara memilih makanan sehat;
  • pentingnya olahraga ringan;
  1. Deteksi sejak kecil dan rujukan terarah
    Mahasiswa dapat bekerja sama dengan puskesmas/posyandu untuk membantu pemeriksaan sederhana: pengukuran tensi, pengukuran gula darah, pembinaan, serta pencatatan yang kemudian diteruskan untuk konsultasi medis.
  2. Kampanye kesehatan melalui media digital
    Sebagian besar masyarakat aktif di media sosial. Mahasiswa dapat membuat konten: poster edukasi, video edukasi, dan tanya-jawab kesehatan. Konten harus berbasis sumber terpercaya agar tidak menyesatkan.
  3. Dukungan kesehatan mental dan budaya diskusi yang aman
    Mahasiswa bisa mengadakan pertemuan diskusi ringan tentang pengelolaan stres, cara menjaga kesehatan mental, serta rujukan bantuan psikologis bila diperlukan. Yang penting: menghilangkan pandangan buruk dengan peduli terhadap orang lain.

Peran/Aksi Mahasiswa

Agar peran mahasiswa tidak berhenti pada ide, berikut aksi yang dapat dijalankan:

1) Program “Kampus Sehat, Desa Sehat”

  • Bentuk kegiatan:edukasi bulanan + pendampingan gaya hidup sehat.
  • Sasaran:remaja, keluarga muda, dan masyarakat.
  • Output:peningkatan pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat (misal: menu harian lebih sehat dan seimbang, olahraga rutin mingguan).

2) “Sahabat Cek Sehat” Kolaborasi dengan puskesmas

  • Kegiatan:skrining sederhana.
  • Kunci keberhasilan:kerja sama dengan tenaga kesehatan serta sistem rujukan yang jelas.

3) “Gerakan Literasi Makanan Sehat”

  • Bentuk:pelatihan cara membaca label pangan, mengatur porsi makan, dan menyusun menu terjangkau.
  • Tujuan:mengurangi konsumsi gula/garam berlebih serta mendorong pola makan yang lebih sehat.

4) Pelatihan kader kesehatan muda

  • Mahasiswa melatih kader untuk menjadi penggerak edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.
  • Ini penting agar program tersebut berkelanjutan, tidak berhenti setelah kegiatan mahasiswa selesai.

Penutup

Mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera adalah rencana besar yang sejalan dengan SDGs : Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Permasalahan kesehatan yang masih terjadi mulai dari literasi rendah, pola hidup yang tidak sehat, hingga akses layanan yang belum merata, menuntut keterlibatan banyak pihak, termasuk mahasiswa.

Mahasiswa dapat menjadi agen perubahan melalui edukasi berbasis komunitas, bekerja sama dengan layanan kesehatan, pemasaran digital yang terpercaya, serta dukungan kesehatan mental. Jika tindakan-tindakan sederhana ini dilakukan secara konsisten, maka dampaknya akan terasa: masyarakat lebih sadar akan kesehatan, lebih cepat melakukan pencegahan, dan memiliki kesejahteraan hidup.

Sebagai generasi yang akan mewarisi dan menentukan arah Indonesia menuju Indonesia Emas 2045, mahasiswa perlu mengambil peran nyata sejak sekarang. Satu mahasiswa, satu gagasan, satu kontribusi dimulai dari masyarakat yang lebih sehat, karena kesehatan adalah awal dari kesejahteraan.

 

Referensi

  • United Nations. Sustainable Development Goalshttps://sdgs.un.org/goals
  • World Health Organization (WHO). Noncommunicable diseases (NCDs) and health promotionhttps://www.who.int/
  • Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Materi dan informasi terkait promosi kesehatan & pencegahan penyakit (melalui situs resmi Kemenkes). https://www.kemkes.go.id/

 

Terkait
Seleksi kades memihak bakal calon dari kalangan birokrat

Kabupaten Pekalongan kembali akan memasuki musim Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebagai payung hukum, Pilkades serentak tahun ini tetap memakai Peraturan Read more

Mengusung pemimpin warga, perlukah?

Pertarungan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan 2020, diperkirakan dipenuhi dengan 3L, alias Lu lagi, Lu lagi, Lu Read more

Ironi Batik Pekalongan: Produk asli yang dibenci masyarakat Pekalongan sendiri

Oleh: Muhammad Arsyad, mahasiswa  IAIN Pekalongan Menjamurnya industri batik pekalongan, membuat derasnya limbah yang terbuang ke sungai. Alhasil, sungai di Read more

Janji Bupati bukan janji Joni dalam cerita komedi

Penulis : Cholis Setiawan Pilkades telah usai, tetapi masih menyisakan persoalan yang cukup pelik dan berpotensi kisruh jelang pelantikan, hal Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : kesehatanumpp