close
Opini

Literasi Digital Mahasiswa Untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

iman

Oleh: Muhammad Dava Nur Iman

PENDAHULUAN

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia pendidikan. Mahasiswa sebagai generasi yang dekat dengan teknologi tidak hanya dituntut mampu menggunakan perangkat digital, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam mencari, memahami, menilai, dan menggunakan informasi secara tepat dan bertanggung jawab. Menurut UNESCO Institute for Information Technologies in Education (UNESCO IITE).

Dalam dunia pendidikan, literasi digital menjadi semakin penting karena proses pembelajaran saat ini banyak memanfaatkan teknologi. Mahasiswa dapat menggunakan berbagai sumber digital seperti jurnal ilmiah, perpustakaan daring, platform pembelajaran, dan media edukasi untuk memperluas pengetahuan. Namun, perkembangan teknologi juga menghadirkan tantangan, seperti banyaknya informasi yang belum tentu benar, penyebaran berita palsu, plagiarisme, serta penggunaan sumber digital yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kemampuan literasi digital agar dapat menggunakan teknologi secara kritis, bijak, aman, dan bertanggung jawab.

PEMBAHASAN

1. Permasalahan yang Terjadi

Literasi digital mahasiswa merupakan salah satu kemampuan yang penting dalam mendukung proses pendidikan yang berkualitas. Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam memperoleh informasi dan sumber pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga menimbulkan berbagai permasalahan. Salah satunya adalah masih adanya mahasiswa yang belum mampu menggunakan informasi digital secara kritis dan bertanggung jawab. Mahasiswa dapat dengan mudah menemukan informasi di internet, tetapi tidak semua informasi tersebut benar dan dapat dipercaya.

2. Kaitan dengan SDGs

Permasalahan literasi digital tersebut memiliki kaitan yang erat dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas). SDG 4 bertujuan memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas serta mendorong kesempatan belajar sepanjang hayat bagi semua. Dalam perkembangan pendidikan di era digital, kemampuan menggunakan dan memahami teknologi menjadi bagian penting dalam mendukung proses pembelajaran. Literasi digital yang baik memungkinkan mahasiswa memanfaatkan teknologi untuk memperoleh pengetahuan, mengembangkan keterampilan, melakukan penelitian, serta menghasilkan karya akademik

3. Alasan Permasalahan Penting Diselesaikan

Permasalahan tersebut penting untuk diselesaikan karena kemampuan literasi digital berpengaruh terhadap cara mahasiswa memperoleh dan menggunakan pengetahuan. Apabila mahasiswa tidak mampu membedakan informasi yang benar dan salah, mereka dapat menggunakan sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dalam kegiatan akademik. Kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas tugas, penelitian, maupun hasil pembelajaran. Sebaliknya, mahasiswa yang memiliki literasi digital yang baik dapat menggunakan berbagai sumber informasi secara lebih kritis, melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi, menghargai hak cipta, dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kemampuan akademiknya.

4. Peran Mahasiswa

Mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital untuk mendukung pendidikan berkualitas. Sebagai bagian dari lingkungan akademik, mahasiswa dapat menjadi pengguna sekaligus penyebar informasi yang bertanggung jawab. Mahasiswa dapat membiasakan diri menggunakan sumber informasi yang terpercaya, memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya, mencantumkan sumber dalam karya akademik, serta menghindari plagiarisme. Selain itu, mahasiswa dapat berbagi pengetahuan mengenai literasi digital kepada teman dan masyarakat melalui diskusi, seminar, maupun media sosial. Peran tersebut dapat membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih kritis dan bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi.

5. Gagasan atau Solusi yang Ditawarkan

Gagasan yang dapat dilakukan adalah membentuk Gerakan Literasi Digital Mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi. Program tersebut dapat dilakukan melalui pelatihan mengenai cara mencari sumber akademik yang terpercaya, mengevaluasi informasi di internet, menggunakan jurnal ilmiah, memahami etika digital, menghindari plagiarisme, serta memanfaatkan teknologi untuk kegiatan pembelajaran. Mahasiswa juga dapat membuat konten edukatif melalui media sosial yang membahas cara mengenali informasi palsu dan menggunakan teknologi secara bijak.

Melalui peningkatan literasi digital, mahasiswa diharapkan mampu memanfaatkan teknologi bukan hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai alat untuk belajar, mencari pengetahuan, melakukan penelitian, dan mengembangkan kreativitas. Dengan kemampuan tersebut, mahasiswa dapat berkontribusi dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif, kritis, dan bertanggung jawab.

GAGASAN/AKSI MAHASISWA

Mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital sebagai upaya untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Salah satu aksi yang dapat dilakukan adalah membentuk Gerakan Literasi Digital Mahasiswa di lingkungan kampus.

Selain itu, mahasiswa dapat melakukan kampanye literasi digital melalui media sosial dengan membuat konten edukatif mengenai pentingnya menggunakan internet secara bijak dan bertanggung jawab. Konten tersebut dapat membahas cara membedakan informasi yang benar dan salah, mencegah penyebaran berita palsu, menghindari plagiarisme, serta pentingnya mencantumkan sumber dalam karya akademik.

PENUTUP

Literasi digital mahasiswa merupakan kemampuan yang sangat penting dalam menghadapi perkembangan teknologi di bidang pendidikan. Kemampuan untuk mencari, memahami, mengevaluasi, dan menggunakan informasi digital secara bijak dapat membantu mahasiswa meningkatkan kualitas proses pembelajaran. Permasalahan seperti penyebaran informasi yang tidak benar, penggunaan sumber yang tidak terpercaya, dan plagiarisme perlu diatasi agar teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dalam kegiatan pendidikan.

Penulis adalah mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)

Terkait
Seleksi kades memihak bakal calon dari kalangan birokrat

Kabupaten Pekalongan kembali akan memasuki musim Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Sebagai payung hukum, Pilkades serentak tahun ini tetap memakai Peraturan Read more

Mengusung pemimpin warga, perlukah?

Pertarungan dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kabupaten Pekalongan 2020, diperkirakan dipenuhi dengan 3L, alias Lu lagi, Lu lagi, Lu Read more

Ironi Batik Pekalongan: Produk asli yang dibenci masyarakat Pekalongan sendiri

Oleh: Muhammad Arsyad, mahasiswa  IAIN Pekalongan Menjamurnya industri batik pekalongan, membuat derasnya limbah yang terbuang ke sungai. Alhasil, sungai di Read more

Janji Bupati bukan janji Joni dalam cerita komedi

Penulis : Cholis Setiawan Pilkades telah usai, tetapi masih menyisakan persoalan yang cukup pelik dan berpotensi kisruh jelang pelantikan, hal Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : literasi digitalumpp