KANDANGSERANG, PEKALONGAN, WARTADESA. — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Perhutani di wilayah Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, sejak Sabtu (19/9/2026) siang.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga Minggu (20/9/2026), luas kawasan hutan yang terbakar diperkirakan mencapai 4 hektare. Angka tersebut merupakan akumulasi dari dua lokasi terdampak di RPH Sigugur, yaitu Petak 73C dan Petak 73G.
Kebakaran pertama kali terdeteksi pada Sabtu sekitar pukul 13.00 WIB di Petak 73G RPH Sigugur, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang. Cuaca kering dan tiupan angin kencang membuat api cepat merembet. Medan yang terjal juga sempat menyulitkan upaya pemadaman di lapangan.
Waka Perhutani KPH Pekalongan Timur, Toto Suwaranto, mengonfirmasi total luasan area yang terdampak tersebut.
“Kebakaran hutan di lahan Perhutani wilayah Kecamatan Kandangserang terjadi sejak Sabtu siang. Berdasarkan pemantauan, luas lahan yang terbakar secara keseluruhan diperkirakan mencapai 4 hektare,” ujar Toto, Ahad (20/9/2026).
Ia merinci, luasan tersebut terbagi menjadi sekitar 2 hektare di Petak 73C dan 2 hektare di Petak 73G RPH Sigugur.
Penanganan dan Kondisi Terkini
Meskipun kobaran api utama di kedua lokasi telah berhasil dipadamkan, petugas masih menemukan sisa bara api pada tunggak pohon pinus. Untuk mengantisipasi munculnya titik api baru, penyisiran skala berkala terus dilakukan.
Proses penanganan karhutla ini melibatkan gabungan personel dari:
-
Polres Pekalongan & Polsek Kandangserang
-
Perhutani & Polisi Hutan (Polhut)
-
Pemadam Kebakaran & BPBD Pekalongan
-
PMI Kabupaten Pekalongan
-
Warga masyarakat setempat
Pemadaman dilakukan secara manual pada titik-titik yang terjangkau. Warga sekitar turut membantu dengan peralatan seadanya untuk membuat sekat bakar, membersihkan rumput, serta menyingkirkan dahan kering agar api tidak meluas.
Hingga Minggu, personel gabungan masih disiagakan di area lokasi. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian materiil masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian bersama Perhutani. (Redaksi)










