Pekalongan, WartaDesa. – Perasaan campur aduk masih menyelimuti Muhdi (62), seorang petani yang tinggal di Dukuh Gungsari RT 03 RW 01, Desa Depok, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Rumah tempat tinggalnya dilalap si jago merah pada Senin (20/7/2026) malam, sekira pukul 23.00 WIB.
Api diduga kuat berasal dari dapur tungku kayu di bagian bawah rumah. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, musibah ini mengikis habis harta benda Muhdi. Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp50 juta, ditambah hangusnya satu unit sepeda motor yang menjadi sarana utamanya sehari-hari.
Momen Mencekam di Tengah Malam
Musibah berawal saat Muhdi, istri, dan kedua cucunya tengah tertidur nyenyak. Keheningan malam berubah mencekam sewaktu Muhdi mendadak terbangun akibat bau asap yang sangat menyengat. Begitu membuka mata, ia mendapati kobaran api sudah membesar di dalam rumah.
Sontak Muhdi berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar yang mendengar teriakan tersebut langsung berbondong-bondong datang dan bahu-membahu memadamkan api menggunakan alat seadanya. Api baru berhasil dijinakkan sekitar pukul 00.30 WIB.
“Kini, untuk sementara waktu Muhdi dan keluarga harus menumpang di rumah tetangga. Bagian belakang rumahnya habis terbakar, sedangkan bagian depan rusak diterjang proses pemadaman. Atap rumah sengaja dicopot, dengan harapan ia bisa merenovasinya sedikit demi sedikit agar kelak dapat ditinggali kembali.”
Tanggap Bencana: Lazismu dan BTM Lebakbarang Salurkan Bantuan
Mendengar kabar duka tersebut, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) bersama Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM) Cabang Lebakbarang bergerak cepat meluncur ke lokasi. Kepedulian ini hadir untuk memberikan suntikan semangat serta santunan berupa paket sembako dan uang tunai yang diserahkan langsung oleh Manager KSPPS BTM Lebakbarang, Hestiana Pujiati, beserta jajaran.
Kepala Kantor Layanan Lazismu Lebakbarang, Casto Nuredi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Lazismu Kabupaten Pekalongan guna penanganan lanjutan. Ia turut mengetuk hati masyarakat luas untuk mengulurkan tangan.
“Saudaraku semua, mohon keringanan tangan untuk membantu saudara kita yang baru tertimpa musibah kebakaran di Desa Depok, Lebakbarang ini,” tutur Casto. Ia mengimbau bantuan yang sangat mendesak saat ini adalah makanan pokok, serta pakaian untuk dewasa dan remaja.
Seloroh Hangat di Tengah Duka
Di sisi lain, ada momen unik yang sedikit mencairkan suasana haru. Manager KSPPS BTM Lebakbarang, Hestiana Pujiati, berseloroh mengenai kedatangan timnya yang biasanya identik dengan urusan finansial warga.
“Biasanya kami turun ke masyarakat untuk menyampaikan tagihan pembiayaan atau mengambil titipan tabungan nasabah. Tapi kali ini, kami turun sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan atas musibah yang menimpa Pak Muhdi,” ujar wanita yang akrab disapa Hesti tersebut.
“Kami ini tukang tagih yang sedang menyamar,” gurau Hesti sambil tersenyum, menghibur keluarga korban yang tengah berduka. (Nanang)










