Pekalongan, Wartadesa. – Di tengah tantangan kesejahteraan yang kerap membayangi tenaga pendidik honorer, sebuah langkah inovatif lahir di Kabupaten Pekalongan. Lembaga Ambil Zakat, Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan resmi menggulirkan program pemberdayaan ekonomi produktif yang menyasar guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) non-sertifikasi.
Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan, Jalan Pahlawan No. 10, Gejlig, Kajen, sebanyak 10 pasangan keluarga dari berbagai penjuru wilayah resmi terpilih sebagai penerima manfaat tahap pertama. Program ini bukan sekadar memberikan bantuan sesaat, melainkan membekali mereka dengan modal usaha mandiri melalui Budidaya Ayam Kampung Petelur Varietas Elba.
Mengubah Paradigma Bantuan Menjadi Produktivitas Harian
Ketua Badan Pengurus Lazismu Kabupaten Pekalongan, M. Ali Sofyan, menegaskan bahwa program ini dilandasi oleh apresiasi mendalam terhadap dedikasi para guru PAUD yang selama ini berjuang mendidik generasi bangsa tanpa sokongan sertifikasi.
“Kami berharap program pemberdayaan ekonomi melalui budidaya ayam elba ini bisa berdampak luas dan berkelanjutan, menciptakan kestabilan ekonomi, sekaligus mendongkrak kesejahteraan para guru PAUD,” ungkap Ali.
Inisiatif ini merupakan bagian dari empat pilar program unggulan Lazismu Pekalongan tahun 2026. Selain budidaya ayam elba, program strategis lainnya meliputi pemberdayaan UMKM el chicken, bedah rumah di Kedungwuni, serta program peduli guru berupa beasiswa bagi tenaga pendidik yang belum memiliki ijazah linier.
Solusi Nyata: Panen Telur Setiap Hari
Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, memaparkan bahwa model pemberdayaan ini dirancang sebagai lompatan dari pola bantuan konvensional yang dinilai kurang berdampak jangka panjang.
“Jika biasanya melalui program peduli guru kami memberikan santunan senilai Rp250.000 untuk satu tahun, melalui budidaya ayam elba ini kami menargetkan terciptanya sumber pemasukan harian bagi keluarga guru,” jelas Sutiknyo.
Dalam tahap awal ini, setiap mitra penerima manfaat mendapatkan:
-
100 ekor ayam elba usia siap bertelur agar hasil bisa dirasakan dengan cepat.
-
Fasilitas kandang dan suplai pakan secara bertahap hingga terbentuk ekosistem pakan mandiri.
-
Proyeksi hasil: Dengan alokasi 10 ekor per mitra, estimasi produksi mencapai 8–9 butir telur per hari, yang berpotensi menghasilkan pemasukan sekitar Rp50.000 setiap harinya.
Guna memastikan efektivitas program, Lazismu menerapkan sistem pemantauan yang ketat. Setiap mitra diwajibkan menyetorkan laporan perkembangan harian dan bulanan agar pertumbuhan ekonomi para penerima manfaat dapat terukur secara transparan.
Bekal Ilmu dari Para Ahli
Antusiasme tinggi tampak dari para peserta pelatihan. Sri Mulyati, seorang guru TK ABA Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni, menyambut penuh syukur kesempatan emas ini. Dirinya bersama peserta lain mendapatkan wawasan mendalam langsung dari para pakar.
Pelatihan intensif ini menghadirkan narasumber kompeten, di antaranya Ketua Jamaah Tani dan Ternak Muhammadiyah (Jatam) Kabupaten Pekalongan, Safrudin, serta Fungsional Medik Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, drh. Mu’tasim Billah, bersama Tim Konservasi Forestry.
Para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai karakteristik ayam elba, teknik tata kelola peternakan, strategi pembuatan pakan alternatif, hingga pemanfaatan sampah organik rumah tangga sebagai efisiensi biaya operasional pakan.
Melalui langkah sinergis ini, Lazismu Pekalongan optimis para guru PAUD tidak hanya sekadar mendidik di ruang kelas, tetapi juga mampu membangun ketahanan ekonomi keluarga yang mandiri dan berkelanjutan.
(Nanang)










