Warta Desa,Pekalongan – Proyek penataan kawasan kumuh di Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan warga setempat. Beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya karena hasil pembangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) yang ditentukan.
Keluhan warga utamanya terkait kondisi jalan yang mulai rusak meski proyek baru selesai dikerjakan. “Jalan sudah ada yang rontok, padahal belum lama selesai. Harusnya lebih kokoh karena ini untuk jangka panjang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Baca Juga: Warga Simbangkulon Keluhkan Limbah Pabrik dan Proyek Mangkrak
Selain itu, warga juga menyoroti penanganan kabel listrik penerangan taman yang dianggap tidak sesuai standar keamanan. Kabel-kabel tersebut terlihat melintang di permukaan dan tidak tertutup dengan rabat beton seperti seharusnya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.
“Ini sangat rawan. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan anak-anak yang bermain atau orang yang melintas,” tambah warga lainnya.
Proyek ini seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan kumuh. Namun, dengan kondisi seperti ini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.
Pihak Kelurahan Simbang Kulon maupun kontraktor pelaksana proyek hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini. Warga mendesak adanya evaluasi dan perbaikan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan harapan dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Masyarakat berharap pemerintah serius mengawasi proyek-proyek pembangunan agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang. (Rohadi)
Bagikan tautan ini dengan scan QR Code berikut










