Warta Desa, Semarang. – Gelar karya sport injury yang diselenggarakan di SMA Negeri 11 Semarang pada Rabu, 26 Februari 2025, merupakan bagian dari proyek kepemimpinan mahasiswa PPG Universitas PGRI Semarang untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah proyek kepemimpinan. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pemanasan (stretching) dan pendinginan (cooling down) dalam aktivitas olahraga guna mencegah cedera.
Permasalahan yang diangkat adalah rendahnya kesadaran masyarakat Kota Semarang terhadap risiko cedera saat berolahraga, khususnya pada cabang lari dan minisoccer. Banyak masyarakat aktif berolahraga di berbagai fasilitas seperti Gelanggang Olahraga Tri Lomba Juang dan lapangan minisoccer, namun masih minim pemahaman mengenai teknik yang benar, sehingga rentan mengalami cedera seperti keseleo, kram otot, hingga cedera ligamen.

Proyek ini menghadirkan narasumber dari mahasiswa yang telah memiliki sertifikat nasional sebagai terapis/masseur dengan pengalaman di berbagai kejuaraan nasional. Meningkatnya jumlah fasilitas olahraga seperti lapangan futsal dan minisoccer menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap olahraga, tetapi juga memperlihatkan adanya kesenjangan pengetahuan dalam manajemen cedera, baik bagi pemula maupun yang sudah terbiasa berolahraga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya prosedur pencegahan cedera melalui pemanasan dan pendinginan yang tepat.
Selain sosialisasi langsung, proyek ini juga menyebarluaskan materi edukatif melalui media sosial, poster di fasilitas umum, serta pelatihan berbasis komunitas untuk menjangkau lebih luas masyarakat Kota Semarang. Dengan adanya edukasi yang komprehensif ini, diharapkan tercipta kesadaran kolektif akan pentingnya berolahraga secara aman dan bertanggung jawab, sehingga masyarakat dapat menjalani gaya hidup sehat secara berkelanjutan dan bebas dari risiko cedera yang tidak perlu. (Andi Gunawan)









