Pemalang, Wartadesa. – Merasa penghasilannya jauh dari kata layak, perwakilan Pengurus Daerah Persatuan Guru Swasta Indonesia (PD PGSI) Pemalang mengadu ke gedung rakyat terkait nasib mereka yang belum diperhatikan oleh pemda setempat, Senin (20/11). Kehadiran mereka ditemui oleh Masruchin, dari Komisi A, DPRD Pemalang.
Menurut Nur Azizah, Sekretaris PGSI Pemalang, kedatangan mereka ke rumah rakyat terkait dengan perjuangan mereka agar guru swasta yang belum menerima tunjangan sertifikasi atau Tunjuangan Profesi Guru (TPG) dan inpasing bisa mendapatkan tunjangan tersebut.
“Audiens PD PGSI dengan Komisi A tadi pagi (Senin kemarin) di terima oleh pemimpin sidang, Bapak H Masruchin di ruang rapat kantor DPRD II Kabupaten Pemalang. Semoga perjuangan kami membawa hasil, demi guru-guru non PNS yang belum menerima tunjangan sertifikasi, TPG dan inpassing. Bagi teman-teman guru yang belum terakomodir, monggo silahkan merapat kepada pengurus PGSI agar datanya bisa ter akomodir,” ujar Nur Azizah.
Sementara itu, Budiarto, Ketua PGSI Pemalang mengungkapkan bahwa guru swasta masih mendapatkan penghasilan tidak layak, bahkan dibawah upah minimum regional (UMR), dia berharap agar pemerintah daerah memberikan tunjangan, “Sebab di kabupaten lain sudah dilaksanakan dan pemberian tunjangan itu bervariasi sesuai kemampuan daerah,” katanya.
Perwakilan PGSI Pemalang meminta agar dewan bersedia menindak-lanjuti keluhan para guru swasta di Kota Ikhlas ini. “Untuk tunjangan seberapapun akan diterima, karena itu bentuk perhatian dan penghargaan kepada guru swasta yang sama-sama memperjuangan generasi muda Indonesia khususnya di Kabupaten Pemalang dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.” Lanjut Budiarto. (Eva Abdullah)










