PEKALONGAN – Ada pemandangan yang berbeda dan menyentuh hati di Aula Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada Rabu (10/6/2026). Saat satu per satu wisudawan maju ke depan, seorang pemuda melangkah mantap menuju panggung wisuda sembari membawa deretan medali renang di dadanya.
Ia adalah Fikki Arifani Saputra, mahasiswa Program Studi Sarjana Pendidikan Jasmani yang tidak hanya berhasil lulus, tetapi juga mengukir prestasi luar biasa di tengah keterbatasan fisik yang dimilikinya.
Setelah prosesi pemindahan tali toga, Fikki menerima ucapan selamat yang hangat dari Rektor UMPP, Nur Izzah, beserta jajaran Wakil Rektor. Di balik kalungan medali tersebut, Fikki adalah penyandang disabilitas sensorik netra kategori low vision. Namun, keterbatasan itu tidak menghalanginya untuk lulus dalam waktu kilat, yaitu 3,5 tahun (7 semester) dengan predikat Cumlaude (IPK 3,64).
Kedisiplinan Tiada Henti: Kuliah Pagi, Latihan Sore
Bagi Fikki, keberhasilan ini tidak datang dalam semalam. Sehari-hari, ia harus membagi waktu dengan ketat antara bangku kuliah dan kolam renang.
“Kalau pagi latihan, setelah latihan kuliah, sorenya latihan lagi,” ungkap Fikki mengenai rutinitas hariannya.
Fikki mulai menekuni olahraga renang sejak duduk di bangku SMP. Ironisnya, pada masa-masa itulah kemampuan penglihatannya terus menurun hingga ia didiagnosis mengalami low vision. Meski kacamata membantu aktivitas harian, alat bantu tersebut tetap tidak bisa mengoreksi penglihatannya secara penuh. Namun, alih-alih menyerah, Fikki justru memacu dirinya untuk terus berlatih dan berkompetisi.
Koleksi 14 Medali dari Tingkat Provinsi hingga Nasional
Selama berkuliah di UMPP, Fikki aktif mengharumkan nama kampus dan daerahnya. Total, ia telah mengoleksi 14 medali bergengsi, dengan rincian sebagai berikut:
Medali-medali tersebut diraih dari berbagai ajang besar, antara lain:
-
Kejuaraan Provinsi NPCI
-
Kejuaraan Antar Perkumpulan se-Indonesia
-
Pekan Paralimpik Provinsi Jawa Tengah
-
Kejuaraan Invitasi Cabang Olahraga Mahasiswa se-Indonesia
-
Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVII Tahun 2024
Bagi Fikki, pengalaman bersaing dengan atlet-atlet terbaik nusantara di ajang Peparnas merupakan salah satu momen paling berkesan dalam karier atletnya.
Target Berikutnya: Kuliah S2 dan Jadi Pelatih
Setelah resmi menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd.), Fikki tidak ingin langsung berpuas diri. Ia sudah menyusun rencana besar untuk masa depannya di dunia olahraga.
“Insya Allah ingin melanjutkan S2 Pendidikan Olahraga atau menjadi pelatih renang,” ujarnya optimistis.
UMPP Tegaskan Komitmen Pendidikan Inklusif
Keberhasilan Fikki mendapat apresiasi tinggi dari pihak universitas. Rektor UMPP, Nur Izzah, menegaskan bahwa kampus yang dipimpinnya akan selalu membuka pintu lebar-lebar bagi mahasiswa berkebutuhan khusus.
“UMPP tetap berkomitmen menyelenggarakan pendidikan inklusi. Kami memfasilitasi mereka yang mempunyai keterbatasan, tetapi juga memiliki keunggulan tertentu agar potensinya bisa berkembang secara optimal,” tegas Nur Izzah.
Menurut Rektor, Fikki adalah bukti nyata bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk meraih prestasi akademik maupun nonakademik. Sebelum Fikki, UMPP juga telah sukses meluluskan mahasiswa tunarungu dari Program Diploma III Manajemen Informatika. (Muhtarom)










