close
Ekonomi

Pemberdayaan Perempuan Lewat ‘El Chicken’, PDNA Kabupaten Pekalongan Pikat Calon Mitra di Kopdar Akbar SUMU

IMG-20260712-WA0026

WAETADESA, PEKALONGAN, 12 Juli 2026 – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan sukses mencuri perhatian dalam kegiatan Kopi Darat (Kopdar) Akbar Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pekalongan Raya. Bertempat di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada Ahad (12/7), PDNA mempresentasikan El Chicken, sebuah program inovatif pemberdayaan ekonomi berbasis perempuan.

​Presentasi program ini disampaikan langsung oleh Ketua PDNA Kabupaten Pekalongan, Ainun Muthoharoh. Di hadapan para peserta, ia memaparkan perjalanan panjang, konsep bisnis, hingga dampak sosial dari El Chicken. Program ini dirancang sebagai bentuk kewirausahaan sosial (social entrepreneurship) yang tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga bertujuan utama memberdayakan perempuan muda serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

​Dalam ekspos tersebut, tim El Chicken hadir dengan kekuatan penuh. Selain Ainun Muthoharoh, hadir pula Siti Zahrotul Maqnuzah selaku Kepala Kelompok Layanan (KL) PDNA Kabupaten Pekalongan, serta Sutiknyo selaku Manajer Lazismu Kabupaten Pekalongan yang selama ini konsisten mendampingi dan mengawal pengembangan program tersebut.

Kemandirian Ekonomi Perempuan Jadi Daya Tarik

​Dalam paparannya, Ainun menjelaskan bahwa kekuatan utama El Chicken terletak pada keberlanjutannya dan kepedulian sosialnya.

    • Pendampingan Intensif: Mitra tidak dibiarkan berjalan sendiri, melainkan mendapat bimbingan berkala.
    • Pelatihan Terstruktur: Penguatan kapasitas mitra dalam mengelola usaha kuliner secara profesional.
    • Kolaborasi Multipihak: Membuka jejaring dengan berbagai elemen demi kemajuan bersama.

“El Chicken adalah bukti nyata kontribusi Nasyiatul Aisyiyah dalam membangun kemandirian ekonomi perempuan. Kami ingin menciptakan peluang usaha yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar Ainun.

Banjir Peminat dan Calon Mitra

​Model bisnis yang humanis sekaligus prospektif ini memicu antusiasme tinggi dari para peserta Kopdar Akbar SUMU. Sesi diskusi berlangsung interaktif, di mana para peserta aktif mempertanyakan mekanisme sistem kemitraan, proses pendampingan di lapangan, hingga potensi ekspansi ke daerah masing-masing.

​Pasca-presentasi, atmosfer positif langsung terasa dengan banyaknya peserta yang menyatakan ketertarikannya secara serius untuk bergabung sebagai mitra baru El Chicken. Tingginya minat ini menjadi sinyal kuat bahwa model pemberdayaan ekonomi yang digagas PDNA Kabupaten Pekalongan sangat potensial untuk direplikasi dalam skala yang lebih luas.

​Melalui momentum Kopdar Akbar SUMU ini, PDNA Kabupaten Pekalongan berharap akan ada lebih banyak kolaborasi strategis yang terjalin. Targetnya, El Chicken dapat terus tumbuh sebagai model percontohan pemberdayaan ekonomi berbasis organisasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas dan kemajuan ekonomi umat. ***

Terkait
Inspiratif! PDNA Kabupaten Pekalongan Gelar DANA II dan LINA I Minim Sampah, Usung Semangat Jogo Bumi

Wartadesa. Kedungwuni, 4 Juli 2026 – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan membawa angin segar dalam dunia organisasi dan Read more

Dinporapar Kabupaten Pekalongan Apresiasi Perkaderan DANA II dan LINA I PDNA Kabupaten Pekalongan

Wartadesa. Kedungwuni, 4 Juli 2026 – Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Darul Arqam Read more

PDNA Kabupaten Pekalongan Gelar Darul Arqam II dan Latihan Instruktur I, Siapkan Kader Pemimpin Berkemajuan

Warta Desa, Kedungwuni, 4 Juli 2026 – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan Darul Arqam II (DANA II) Read more

Dorong Pemberdayaan Perempuan dan Ekonomi Sirkular, PDNA Kabupaten Pekalongan Gelar Pelatihan Mitra El-Chicken

WARTADESA, PEKALONGAN – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan terus menunjukkan komitmennya dalam menggerakkan ekonomi umat, khususnya bagi kaum Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : PDNAsumu