Warta Desa, Kajen, 15 Oktober 2025. – Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Pekalongan meraih Juara 3 Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2025. Demikian terungkap dalam sosialisasi lomba oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Pekalongan (Dinporapar) pada Rabu, 17 September 2025 dengan mengundang 25 Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) se Kabupaten Pekalongan.
Dengan mengangkat tema Peran Organisasi Kepemudaan dalam Mewujudkan Pemuda yang Sejahtera dan Bermartabat. PDNA Kabupaten Pekalongan mengusung salah satu program unggulan yaitu El Chicken Sebagai Upaya Pemberdayaan Perempuan Muda Kabupaten Pekalongan Yang Produktif, Sejahtera, dan Bermartabat Untuk Menciptakan Kemandirian Ekonomi dan Ketangguhan Keluarga.
Lomba diikuti oleh Ainun Muthoharoh (Ketua), Nisful Laela (Bendahara), dan Harisa Diyana Kamila (Sekretaris), dan tim pendukung yang hadir Siti Zahrotul Maqnuzah (Kepala KL PDNA), dan Arina Nurdiana Sari (Departemen Ekonomi dan Kewirausahaan).
Tim PDNA Kabupaten Pekalongan mengajukan proposal lomba yang menawarkan gagasan kreatif berupa pengembangan usaha kuliner El Chicken yang dikelola oleh organisasi kepemudaan perempuan PDNA Kabupaten Pekalongan.
Menurut penuturan Ainun Muthoharoh, gagasan mengangkat El Chiken merupakan model pemberdayaan ekonomi produktif. Gagasan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan, menciptakan kemandirian, dan memperkuat ketangguhan keluarga.
“Pemuda merupakan generasi penerus bangsa yang memiliki peran penting dalam mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan bermartabat. Tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini sangat kompleks, terutama terkait kemandirian ekonomi, pengangguran, dan rendahnya akses perempuan muda terhadap pemberdayaan usaha.” Ujar Ainun Muthoharoh.
Dalam presentasinya dihadapan juri dan peserta, Ainun mengatakan “El Chicken merupakan produk kuliner unggulan yang dikembangkan oleh kader perempuan muda Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan sebagai wujud pemberdayaan ekonomi kreatif. Produk ini mengusung cita rasa khas yang enak, gurih, empuk, dan bergizi, sehingga cocok dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, dewasa hingga keluarga. Pengembangan usaha kuliner El Chicken bertujuan mencetak perempuan muda yang mandiri secara ekonomi, produktif, sejahtera, dan bermartabat, serta menjadi penopang ketangguhan keluarga.”
Diketahui bahwa El Chicken merupakan unit usaha kuliner ayam goreng crispy dibawah binaan Lazismu Kabupaten Pekalongan. “Usaha ini merupakan implementasi dari Program Pemberdayaan UMKM khususnya untuk kader Nasyiatul Aisyiyah dan Masyarakat sekitar” Ujar Anies saat menyampaikan persentasi.
Anies menambahkan, “El Chicken bukan sekadar ayam goreng. Ia adalah simbol perjuangan perempuan muda Muhammadiyah: perempuan yang bekerja dengan niat ibadah, perempuan yang berdaya dengan akhlak, dan perempuan yang menyejahterakan keluarga serta lingkungannya.”
“Mari bersama wujudkan visi: Perempuan muda produktif, sejahtera, dan bermartabat — demi keluarga tangguh dan masyarakat berkemajuan,” closing statement yang disampaikan oleh Harisa membuat merinding para juri dan peserta.
Dengan mengangkat tagline “Lezat Rasanya, Berkah Usahanya, Mandiri Perempuannya” menurut Harisa, produknya membawa filosofi yakni EL di baca “L” merupakan huruf awal LazisMu, usaha ini merupakan binaan LazisMu Kab Pekalongan. EL singkatan dari Empowerment & Livelihood (Pemberdayaan dan Penghidupan). Pemberdayaan artinya memberi kekuatan, kepercayaan diri dan kapasitas kepada individu atau kelompok khususnya kader Nasyiatul Aisyiyah, Perempuan dan Ibu Rumah Tangga dan kedepan terbuka untuk masyarakat umum dalam bentuk sebagai mitra usaha dan pendampingan usaha. Penghidupan artinya Usaha ini menjadi jalan untuk mendapatkan rezeki yang halal, berkah dan berkelanjutan.
Kelebihan dari produk El Chicken yaitu dari pemilihan bahan dan proses pembuatan, PDNA memastikan prinsip halal dan go green seperti menggunakan daun untuk membungkus nasi, bungkus dari kertas yang dapat didaur ulang, sehingga konsep menyanyi bumi pertiwi dapat diimplementasikan, serta model pembayaran dengan QRIS yang memudahkan dalam transaksi pelayanan.
Berikut pemenang lomba sesuai keputusan Tim Juri Lomba Organisasi Kepemudaan Berprestasi Kabupaten Pekalongan Tahun 2025, Nomor 400.5/485, juara pertama PC. Gerakan Pemuda Ansor dengan nilai 473,5; juara kedua PD. Pemuda Muhammadiyah dengan nilai 468,5; dan PD. Nasyiatul Aisyiyah dengan nilai 459,75. (Nanang Fahrudin)










