LEBAKBARANG,WARTA DESA – Semangat gotong royong warga Dukuh Tropong, Desa Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, patut menjadi teladan. Secara swadaya, warga yang bermukim di sekitar 30 rumah di wilayah tersebut berinisiatif membangun gapura pintu masuk dukuh tanpa bergantung pada bantuan anggaran pemerintah.
Kegiatan pembangunan yang dimulai sejak Jumat (16/1/2026) ini telah memasuki hari kedua pada Sabtu (17/1/2026). Seluruh pembiayaan proyek ini murni bersumber dari iuran sukarela warga serta dukungan penuh dari para pemuda, baik dalam bentuk dana maupun tenaga.
Menghidupkan Jati Diri Bangsa
Salah satu warga Dukuh Tropong, Warso, menyatakan bahwa pembangunan gapura ini merupakan buah dari kesepakatan bersama. Ia menekankan bahwa gerakan ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menjaga warisan leluhur.
“Ini murni swadaya warga. Semua sepakat iuran sesuai kemampuan. Pemuda juga ikut membantu, baik dana maupun tenaga,” ujar Warso. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai jati diri bangsa melalui gotong royong yang nyata.
Sinergi Pemuda dan Ibu-Ibu
Kekompakan di Dukuh Tropong terlihat jelas dari pembagian peran antarwarga:
-
Pemuda: Aktif terjun langsung mulai dari penyiapan material hingga pengerjaan konstruksi di lapangan.
-
Ibu-ibu: Secara rutin menyiapkan konsumsi berupa jajanan dan minuman untuk menyemangat para pekerja.
Sinergi dari berbagai kalangan inilah yang menjadi faktor utama kelancaran pembangunan di lapangan.
Simbol Kebersamaan
Gapura ini diharapkan tidak hanya berfungsi untuk memperindah estetika lingkungan, tetapi juga menjadi identitas khas bagi Dukuh Tropong. Lebih dari itu, bangunan fisik ini akan menjadi saksi bisu kuatnya rasa kebersamaan dan solidaritas antarwarga di Desa Lebakbarang.
Aksi mandiri ini membuktikan bahwa keterbatasan anggaran formal bukan menjadi penghalang bagi warga desa untuk memajukan daerahnya sendiri melalui kerja sama.***
Kontributor: Susandi










