SIWALAN, WARTA DESA – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pekalongan selama lebih dari lima jam sejak Sabtu dini hari (17/1/2026), mengakibatkan banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak paling parah adalah Desa Pait, Kecamatan Siwalan.
Sedikitnya 90 rumah warga di Dukuh Tugurejo (RT 01 dan 02, RW 05), Desa Pait, terendam air dengan ketinggian yang bervariasi antara 30 hingga 100 sentimeter. Selain rumah tinggal, fasilitas umum seperti satu sekolah dan dua tempat ibadah juga ikut terendam luapan air.
Puluhan Jiwa Mengungsi di Mess Lokatex
Berdasarkan data dari PMI Kabupaten Pekalongan, banjir ini berdampak pada 285 jiwa. Hingga Sabtu siang, tercatat 15 Kepala Keluarga (KK) atau sebanyak 68 jiwa telah dievakuasi ke tempat pengungsian.
“Sebanyak 15 KK atau 68 jiwa saat ini mengungsi di Mess Lokatex. Pengungsi terdiri dari berbagai usia, mulai dari lansia, dewasa, hingga balita,” terang Kepala Bidang Penanggulangan Bencana PMI Kabupaten Pekalongan, Bambang Sudjatmiko.
Sementara itu, puluhan keluarga lainnya dilaporkan masih memilih bertahan di rumah masing-masing sambil terus memantau perkembangan debit air. Meski seluruh rumah terdampak terendam air, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan permanen.
Kebutuhan Mendesak Pengungsi
Pihak PMI telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen, evakuasi, dan pelayanan ambulans. Namun, dukungan bantuan logistik sangat dibutuhkan segera oleh para pengungsi, di antaranya:
-
Makanan dan minuman siap saji.
-
Perlengkapan bayi dan obat-obatan.
-
Alas tidur (tikar/kasur), selimut, dan perlengkapan mandi.
Banjir Meluas ke Sejumlah Kecamatan
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menyebutkan bahwa kondisi banjir ini meluas ke beberapa wilayah lain selain Siwalan, yakni di Kecamatan Tirto, Sragi, Wiradesa, dan Buaran dengan rata-rata air masuk ke rumah setinggi 30 sentimeter.
“Kami masih terus memantau perkembangan di lapangan. Mengingat hujan masih mungkin terjadi, jumlah pengungsi dimungkinkan bisa bertambah,” ujar Agus Pranoto.
Longsor di Kandangserang
Selain musibah banjir, BPBD juga melaporkan kejadian tanah longsor di Desa Harjosari, Kecamatan Kandangserang. Material batu besar dilaporkan menimpa rumah warga dan menutup akses jalan utama yang menghubungkan Bubak (Kandangserang) dengan Paninggaran.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera berkoordinasi dengan perangkat desa atau posko bencana terdekat jika kondisi air di lingkungan masing-masing terus meningkat.
Update Situasi: Hingga berita ini diturunkan, hujan gerimis masih menyelimuti wilayah Siwalan dan sekitarnya, yang menyebabkan akses menuju lokasi banjir di beberapa titik masih terkendala genangan. (Redaksi)










