Pemalang, Wartadesa. – Harga tomat terjun bebas, menembus level Rp. 900 hingga Rp. 1200, padahal sebelumnya bertengger pada harga Rp. 9.000. Demikian disampaikan Sobirin, pedagang buah dan sayur di Pasar Buah dan Sayur Kabupaten Pemalang, Sabtu (29/1).
Dari pantauan pewarta Wartadesa, terjun bebasnya harga tomat tersebut dari tangan pengepul, hingga berimbas pada petani sayur.
Anjlognya harga tomat ini membuat pedagang merugi, pasalnya tomat merupakan sayur yang mudah busuk dan tidak tahan lama, sehingga pedagang tidak dapat menyimpan lebih lama untuk mendapatkan harga yang lebih baik. Ujar Sobirin.
“Tomat harganya lagi turun karena petani tomat sedang panen raya, tomat tetmasuk buah yang tidak tahan lama, daripada bertahan pada harga tinggi tapi gak laku nanti malah bisa busuk dan merugi,” tutur penjual sayur yang mangkal di Pasar Buah dan Sayur Pemalang ini.
Sobirin juga menambahkan, sayur dan buah yang beredar di pasar tersebut berasal dari Wonosobo dan lokalan Pemalang serta beberapa daerah lainya.
Di tempat yang sama, Trimo, salah satu pedagang sayur asal Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mengatakan, memilih belanja sayur di Pasar Sayur dan Buah Pemlang karena pasar tersebut memang besar dan menjadi rujukan pedagang sayur yang jualan di pasar umum dan pasar kecil.
“Saya memilih belanja sayur di sini karena saya anggap di sini adalah pusatnya, soal harga di pasar sebesar ini biasanya sangat situasional tidak seperti di pasar biasa, di pasar besar turunya nharga tomat tidak dikarenakan panen raya dari petani saja, akan tetapi jika pembeli banyak harga bisa bertahan begitupun sebalik,ya jika pembelinya sedikit harga bisa bertahan.” Ucap Sobirin, pedagang sayur yang aktif berjualan di Pasar Kajen Kabupaten Pekalongan. ***(Onik)










