close
Sosial Budaya

Amankan Aset Bengkok Desa, Warga Wuled Tutup Akses Jalan Perumahan

template berita foto warta desa

TIRTO, WARTADESA. – Ketegangan terkait status lahan desa terjadi di Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan. Sejumlah warga setempat nekat melakukan penutupan akses jalan menuju area perumahan dengan memasang pagar kayu pada Sabtu (28/03/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk upaya penyelamatan aset desa berupa tanah bengkok.

Rohman, salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk mengembalikan fungsi lahan sesuai peruntukannya. Menurutnya, lahan yang selama ini digunakan sebagai akses jalan tersebut secara administratif adalah lahan pertanian milik desa.

“Kami hanya ingin menyelamatkan dan mengembalikan aset desa agar sesuai fungsinya sebagai lahan pertanian, bukan jalan umum. Langkah ini juga merujuk pada keputusan Inspektorat Kabupaten Pekalongan yang mengarahkan agar fungsi lahan dikembalikan sebagaimana mestinya,” ujar Rohman.

Meski dilakukan pemagaran, Rohman menambahkan bahwa warga tidak menutup mata jika lahan tersebut nantinya dibutuhkan sebagai jalan penghubung antar-desa. Namun, hal itu harus dilakukan melalui prosedur resmi yang transparan.

“Harus ada mekanisme yang jelas, seperti musyawarah desa (Musdes), penyusunan RPJMDes, dan prosedur resmi lainnya. Tidak bisa asal klaim,” imbuhnya.

Sentil Pihak Pengembang Senada dengan Rohman, koordinator warga lainnya berinisial TY menyebutkan bahwa persoalan ini muncul karena pihak pengembang perumahan dinilai lalai dalam menyediakan akses jalan resmi bagi para penghuninya. Akibatnya, aset desa digunakan sebagai jalan tanpa status yang jelas.

“Selama ini warga perumahan menggunakan jalan yang bukan haknya. Kami tidak sepenuhnya menutup total, warga (perumahan) masih boleh lewat sementara. Tapi ini adalah teguran keras agar pengembang segera membangun jalan sendiri dan tidak terus-menerus menggunakan aset desa,” tegas TY.

Warga Perumahan Merasa Terjebak Di sisi lain, penutupan ini memicu kekhawatiran mendalam bagi para penghuni perumahan. Salah satu pemilik rumah yang enggan disebutkan namanya mengaku merasa tertipu oleh pihak pengembang. Ia tidak mengetahui bahwa akses jalan menuju rumahnya bermasalah saat melakukan transaksi pembelian.

“Kalau tahu sejak awal seperti ini, saya tidak akan mau beli atau bangun rumah di sini. Saya sempat meminta pengembang untuk membeli kembali rumah dan tanah saya, tapi alasannya tidak ada anggaran. Sekarang saya hanya bisa pasrah,” keluhnya dengan nada sedih.

Meski merasa terjebak dalam konflik tersebut, ia mengaku sedikit lega karena warga desa masih memberikan toleransi akses jalan sementara sambil menunggu solusi nyata dari pengembang.

Hingga berita ini diturunkan, warga Desa Wuled berharap adanya mediasi yang melibatkan pemerintah desa, pihak pengembang, dan pemerintah daerah. Mereka menuntut solusi yang adil agar aset desa terlindungi tanpa harus mengorbankan kepentingan sosial masyarakat luas. (Andi Purwandi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : bengkokPekalonganTirtowuled