PEKAJANGAN, Warta Desa. – Menghidupkan syiar di bulan suci Ramadan, sebanyak 113 anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) se-Kabupaten Pekalongan berkumpul dalam acara kajian dan berbagi keberkahan. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 18 Maret 2026, di SMP Muhammadiyah Pekajangan.
Acara yang digelar mulai pukul 16.30 WIB tersebut menjadi momentum penguatan ideologi sekaligus pembagian Kado Ramadan bagi para personil KOKAM yang hadir.
Pesan Idealisme dan Mentalitas Juang
Pembina KOKAM Kabupaten Pekalongan, Ibnu Sholeh, dalam orasinya menekankan pentingnya peran pemuda dalam sejarah Islam. Beliau mencontohkan sosok Khalid bin Walid hingga Ali bin Abi Thalib yang telah berjuang sejak usia belia.
”Pemuda harus terus mengaji dan mengkaji segala sesuatu yang terjadi sehingga memiliki idealisme yang tidak tergoyahkan di segala medan,” tegas Ibnu.
Beliau juga mengapresiasi loyalitas anggota seperti Abah Arjun yang tetap konsisten hadir di setiap kegiatan meski jarak dan rintangan menghadang. Ibnu berkomitmen akan terus membina KOKAM Kabupaten Pekalongan meski hanya satu orang yang tersisa.
Aset Kebaikan dan Melek Politik
Senada dengan hal tersebut, Suprapto dari PCM Pekajangan mengingatkan bahwa pemuda yang ditempa hari ini adalah aset masa depan. Ia berpesan agar KOKAM tidak lelah beramal karena pemuda yang taat merupakan salah satu golongan yang akan mendapat naungan di akhirat kelak.
Di sisi lain, Sofwan Sumadi memberikan perspektif mengenai pentingnya peran pemuda dalam ranah kebijakan. Beliau mendorong kader KOKAM untuk melek politik guna mengawal estafet kepemimpinan.
- Politik Bersih: Dimulai dari ketepatan dalam menentukan pilihan calon pemimpin.
- Peran Pemuda: Harus ada representasi pemuda di dunia politik karena kebijakan publik ditentukan oleh lembaga legislatif.
- Etika: Politik menjadi kotor karena ulah oknumnya, bukan karena wadah atau partai politiknya.
Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan penyerahan simbolis kado Ramadan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para anggota KOKAM dalam menjaga marwah organisasi dan persyarikatan. (M. Ma’ruf)










