KEDUNGWUNI, WARTADESA – Bencana angin puting beliung yang menerjang wilayah Kabupaten Pekalongan pada Rabu (4/3/2026) sore meninggalkan duka mendalam bagi Angkasa Roni (53). Warga Desa Kedungpatangewu, Kecamatan Kedungwuni, yang akrab disapa Pak Aang ini harus merelakan rumahnya porak-poranda setelah dihantam angin kencang dan tertimpa pohon besar.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 15.30 WIB tersebut diceritakan Pak Aang terjadi sangat singkat. Saat itu, ia sedang duduk di depan rumah ketika langit tiba-tiba menggelap.
“Tidak nunggu hujan lebat dulu, tiba-tiba ada angin dan hujan. Saya masuk rumah, tiba-tiba atap terbang tersapu angin dan teras rumah tertimpa pohon besar di depan. Saat itu anak-anak sedang nonton TV, langsung keluar semua. Alhamdulillah, semua sehat,” tutur Pak Aang saat ditemui tim media di tempat tinggal sementaranya, Jumat (6/3/2026).
Kini, Pak Aang bersama istri dan dua anaknya terpaksa mengungsi di rumah peninggalan orang tuanya yang berada tepat di sebelah rumah utama. Meski kondisi rumah pengungsian tersebut bocor di beberapa bagian, setidaknya bangunan itu masih bisa ditempati sementara.
Respons Cepat Muhammadiyah dan Lazismu
Di tengah kebingungan memikirkan biaya perbaikan yang besar—terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri—titik terang muncul bagi keluarga Pak Aang. Pada Kamis (5/3/2026), tim relawan dari Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM), Tim Gawe Rumah, dan Lazismu Kabupaten Pekalongan langsung terjun ke lokasi untuk melakukan survei dan membawa bantuan.
Sebagai sosok yang sehari-hari berdedikasi sebagai petugas kebersihan di Masjid Al Huda Kedungwuni, Panti Asuhan Muhammadiyah Kedungwuni, serta petugas pengambil sampah desa, bantuan ini dirasakan sangat meringankan beban finansialnya.
“Terima kasih untuk Lazismu, terima kasih Muhammadiyah. Dapat bantuan secepat ini, tanpa prosedur yang berbelit-belit, langsung turun ke rumah saya dan langsung ditangani,” ungkap Pak Aang dengan nada haru.
Kendala Cuaca dan Sedekah Tenaga Relawan
Koordinator Tim Gawe Rumah Lazismu Kabupaten Pekalongan, Tajudin, menjelaskan bahwa proses perbaikan dimulai sejak Jumat (6/3/2026). Meskipun awalnya ditargetkan selesai dalam satu hari, proses pengerjaan memakan waktu dua hari karena kendala di lapangan.
“Pembersihan material atap yang tersisa memakan waktu hingga setengah hari. Selain itu, cuaca yang sering hujan cukup membahayakan relawan yang bekerja di ketinggian atap,” jelas Tajudin.
Total estimasi dana yang dikucurkan mencapai Rp14 juta. Dana tersebut terdiri dari kebutuhan material sebesar Rp10 juta dan sisanya merupakan nilai sedekah tenaga dari Tim Gawe Rumah yang tetap semangat bekerja meskipun sedang menjalankan ibadah puasa. Seluruh pendanaan ini sepenuhnya ditanggung oleh Lazismu Kabupaten Pekalongan.
Ajakan Berdonasi untuk Korban Lainnya
Selain rumah Pak Aang, Tajudin melaporkan adanya kerusakan lain seperti atap TPQ Aisyiyah Kedungpatangewu serta beberapa rumah warga yang roboh total. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Pimpinan Lazismu Kabupaten Pekalongan untuk langkah respons selanjutnya.
Lazismu pun mengajak masyarakat luas untuk turut meringankan beban para korban bencana puting beliung di Pekalongan melalui donasi ke rekening Bank Syariah Indonesia (BSI) 7141822424 a.n Lazismu Pekalongan Infaq.
(Nanang/Warta Desa)










