close
Layanan PublikSosial Budaya

23 Hari Terendam Banjir, Ratusan Warga Tirto Geruduk Kantor Kecamatan Tuntut Status Darurat Bencana

template berita foto warta desa(5)

PEKALONGAN, WARTA DESA. – Kemarahan warga di Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, memuncak hari ini, Senin (9/2/2026). Ratusan warga dari tiga desa terdampak banjir—termasuk Karangjompo, Tegaldowo, dan Mulyorejo—menggelar aksi demonstrasi di halaman Kantor Kecamatan Tirto yang masih tergenang air.

Massa mulai memadati lokasi sejak sebelum pukul 10.00 WIB untuk menyuarakan kekecewaan mereka terhadap penanganan banjir yang dinilai tidak becus. Berdasarkan informasi lapangan, pemukiman warga di wilayah tersebut telah terendam banjir selama lebih dari 23 hari tanpa ada tanda-tanda air akan surut.

Menuntut Ketegasan Bupati

Aksi massa ini dipicu oleh lambatnya respons pemerintah setempat dalam mengatasi bencana yang telah melumpuhkan aktivitas warga hampir satu bulan lamanya. Poin utama dalam tuntutan aksi hari ini adalah:

  • Penetapan Status Darurat Bencana: Massa mendesak Bupati Pekalongan untuk segera menetapkan status darurat bencana agar penanganan dapat dilakukan secara luar biasa dan terintegrasi.

  • Kehadiran Pejabat Berwenang: Warga meminta Bupati, dinas terkait, serta anggota DPRD Kabupaten Pekalongan untuk hadir dan memberikan solusi konkret di lokasi.

Duka di Tengah Banjir: Lansia dan Relawan Gugur

Kondisi di lapangan semakin memprihatinkan menyusul laporan adanya korban jiwa. Sebelumnya, seorang pengungsi lansia dilaporkan meninggal dunia di posko pengungsian Dupantex, Tirto.

Selain itu, duka juga menyelimuti para pejuang kemanusiaan setelah seorang relawan meninggal dunia beberapa hari lalu, yang diduga kuat akibat kelelahan (kecapean) saat membantu warga yang terdampak banjir berkepanjangan ini.

Situasi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, ratusan warga masih bertahan di halaman kantor kecamatan meski harus berendam di air banjir. Massa membawa berbagai alat peraga seperti spanduk dan pengeras suara untuk memastikan aspirasi mereka didengar oleh pemangku kebijakan.

Aksi ini dikoordinasikan oleh perwakilan dari tiap desa, dengan pengawalan dari aparat keamanan setempat guna menjaga situasi tetap kondusif.***

Pewarta: Andi Purwandi

Editor: Buono

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjirTirto