PEKALONGAN, WARTADESA. – Hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SD Muhammadiyah Tangkil Tengah Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung penuh inspirasi pada Kamis (16/7/2026). Bertempat di Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), para murid diajak menikmati pengalaman belajar yang menyenangkan melalui berbagai aktivitas literasi yang kreatif dan interaktif.
Kegiatan ini semakin istimewa dengan kehadiran Duta Baca Kabupaten Pekalongan 2026, Zania dari Pekajangan dan Falah dari Karanganyar. Mereka hadir untuk membimbing serta memotivasi anak-anak agar semakin mencintai dunia literasi.
Dengan penuh semangat, para murid menuliskan cita-cita dan harapan mereka pada lembaran sticky notes. Lembaran-lembaran tersebut kemudian ditempelkan bersama sebagai simbol impian yang siap mereka wujudkan di masa depan.
Belajar Lewat Board Game
Suasana di dalam perpustakaan semakin meriah ketika anak-anak mengikuti berbagai permainan board game edukatif. Permainan ini dirancang khusus untuk melatih:
-
Kreativitas dan kemampuan berpikir kritis.
-
Komunikasi antarasesama murid.
-
Kerja sama tim dalam menyelesaikan tantangan.
Gelak tawa dan wajah ceria para murid menjadi bukti nyata bahwa perpustakaan bukan hanya tempat membaca buku, tetapi juga ruang belajar yang menyenangkan, inspiratif, dan penuh pengalaman berharga.
Apresiasi untuk Perpustakaan UMPP
Kepala SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Luluk Zakiyah, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak Perpustakaan UMPP atas sambutan hangat dan pelayanan yang luar biasa selama kegiatan berlangsung.
“Terima kasih kepada pihak Perpustakaan UMPP atas sambutan yang begitu hangat dan pelayanan yang sangat ramah, sehingga anak-anak merasa senang bahkan rindu untuk kembali berkunjung ke perpustakaan. Semoga kolaborasi yang baik ini terus berlanjut demi melahirkan generasi masa depan yang cerdas, gemar membaca, dan berwawasan luas,” ujar Luluk Zakiyah.
Melalui kegiatan di luar kelas ini, SD Muhammadiyah Tangkil Tengah terus menegaskan komitmennya untuk menanamkan budaya literasi sejak dini. Langkah ini diharapkan mampu menjadi bekal utama dalam mencetak generasi Islami yang cerdas, kreatif, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Red)










