close

Kesehatan

KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Pemdes Sumurjomblangbogo Bojong siapkan gedung isolasi bagi pemudik

semprot

Bojong, Wartadesa. – Pemerintah Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan menyiapkan dua ruangan untuk isolasi warganya yang mudik dari daerah zona merah peredaran virus Korona (Covid-19). Dengan memanfaatkan salah satu gedung sekolah setempat.

Edy Suyitno, Kepala desa setempat mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan merupakan upaya memperketat warga perantauan yang baru pulang dari ke kampung halaman, dengan melakukan karantina. Rabu (08/04)

Dua ruang karantina yang telah disiapkan, lanjut Edy, dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi, tempat cuci tangan dan jaminan kebutuhan selama 14 hari masa karantina warga yang datang.

Saat ini, ujar Edy, tercatat 655 warganya dari Jakarta, Banten dan lainnya dan 221 orang sudah pulang kampung.

Sebelumnya, 15 Fasilitas umum seperti masjid, musala, sekolah dan tempat-tempat publik lainnya di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Pekalongan, hari ini, Senin (23/03) disemprot disinfektan. Penyemprotan dilakukan dalam rangka bersinergi dengan hasil rakor Bupati Pekalongan tanggal 22 Maret 2020 dengan organisasi pemerintah daera (OPD) tentang antisipasi pencegahan Covid-19 atau virus Korona.

Edy Suyitno mengatakan bahwa upaya yang dilakukan merupakan wujud kepedulian pemerintah desa kepada seluruh warga desa. “Tahap pertama ini kami menyemprot 15 fasilitas umum, terdiri dari masjid, musala, sekolah dan fasilitas umum lainnya di wilayah Desa Sumurjomblangbogo sebagai antisipasi pencegahan virus Korona.,” Ujarnya.

Edy mengatakan bahwa tim penyemprotan dibagi menjadi dua tim, yakni tim Barat dan Tim Timur. “Penyemprotan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB, dan disambut antusias warga,” lanjutnya.

Sementara itu Ajunis Setya Nugraha, Kadus setempat mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan lembaga desa yang ada seperti Karang Taruna dan masyarakat untuk besama-sama melakukan upaya antisipasi berkembangnya virus Korona.

Setya Nugraha meminta warga Desa Sumurjomblangbogo memanfatkan informasi yang ada di website desa dengan SID (Sistem Informasi Desa) untuk mengetahui informasi terkait virus Korona. “Kami menghimbau agar warga memanfaatkan website desa yang kami kembangkan dengan SID untuk mengetahui informasi terkait penyebarn Korona, dan tidak mudah termakan berita hoaks yang ada pada media sosial,” lanjutnya.

Upaya memerangi berkembangnya virus Korona di Sumurjomblangbogo ini, masih menurut Setya Nugraha, akan selalu digencarkan secara berkelanjutan, sesuai dengan informasi dan perkembangan yang ada. (Eva Abdullah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Alhamdulillah, satu Pasien Dalam Pengawasan di Pemalang sembuh

pgri

Pemalang, Wartadesa. – Satu pasien warga Pemalangberstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dinyatakan sembuh dan dipulangkan.Kepastian sembuhnya pasien terbaru dikonfirmasi setelah pada Swab Test menunjukkan hasil negatif virus Korona (Covid-19).

Pasien PDP yang sembuh berjenis kelamin laki-laki berumur 19 tahun, warga salahsatu desa/kelurahan di Kecamatan Pemalang. Pasien sebelumnya menjalani perawatan di RSUD Wongsonegoro, Semarang.

“Alhamdulillah, satu lagi warga kita (Pemalang) yang sebelumnya berstatus PDP sudah sembuh dan dipulangkan. Pasien dipulangkan setelah sebelumnya menjalani masa isolasi selama 14 hari di rumah sakit,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemalang, Tutuko Rahardjo. Selasa (07/04).

Tutuko menyebut total pasien yang sembuh sudah 11 pasien, dan PDP tinggal 12 orang dari total 23 pasien. “Untuk memastikan kedua pasien itu sembuh, kami harus memastikannya melalui pengecekan wwab test ulang,” pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Perwakilan warga gelar audiensi terkait gedung isolasi Covid-19

gedung pgri

Pemalang, Wartadesa. – Perwakilan warga mendatangi posko Covid-19, di pendopo Kabupaten Pemalang, mereka meminta peninjauan kembali, gedung PGRI Mulyoharjo Pemalang yang dijadikan sebagai ruang isolasi pasien terpapar virus Korona. Semalam, Selasa (07/04). Perwakilan warga kemudian diterima oleh Sekretatis Gugus Tugas, M. Arifin.

Sebelumnya, penolakan warga terkait penggunaan gedung PGRI Pemalang yang digunakan sebagai ruang isolasi dikemukakan oleh tokoh masyarakat Kelurahan Mulyoharjo, Rabadi, yang juga anggota DPRD dari Fraksi Golkar.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan warga meminta, pemerintah setempat melakukan sosialisasi terhadap warga di RW 09 Kelurahan Mulyoharjo, agar warga tidak bingung. “Tidak ada pemberitahuan dan sosialisasi awal mengenai dampak atau tidaknya penyebaran virus Covid 19 membuat warga cemas,” ujar Rabadi.

Menjawab keresahan yang disampaikan oleh perwakilan warga, M. Arifin mengatakan bahwa pemilihan gedung PGRI dilakukan dalam keadaan darurat karena kapasitas rumah sakit di Pemalang terbatas.  Dan sudah disetujui oleh pengurus PGRI.

Arifin meminta agar warga menerima hal tersebut karena menyangkut kemanusiaan, “olong jangan saling menyalahkan dan tetap satu jalan yaitu menyelamatkan para pasien,” tegas Arifin.

Perwakilan Polres Pemalang, Alcaf Chaniago, Kabag OPS Polres Pemalang menjamin kemanan rumah isolasi tersebut.  “Gedung itu memiliki karakter khusus dengan satu pintu didepan dan dikelilingi tembok tinggi. Seharusnya warga tidak reaktif berlebihan menyikapi dan malah menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Hasil audiensi disepakati akan dilaporkan kepada Bupati Pemalang Junaedi dan akan dilakukan putusan mengenai rumah singgah gedung PGRI, apakah akan tetap diteruskan atau dipindahkan. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Gedung PGRI Pemalang dijadikan tempat isolasi, ada penolakan warga

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Gedung PGRI Pemalang dijadikan tempat isolasi, ada penolakan warga

pgri

Pemalang, Wartadesa. – Penetapan Gedung PGRI Pemalang di Mulyoharjo,  Kabupaten Pemalang sebagai tempat karantina pasien positif Korona mendapat reaksi dari warga sekitar.

Gedung PGRI disepakati dijadikan tempat isolasi untuk dua orang pasien positif Korona dan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) belum terkonfirmasi Korona (total empat pasien) dalam rapat Tim Gugus Penanggulangan Covid-19, hari Senin (06/04) sebelumnya.

Penolakan warga disampaikan oleh tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD dari Partai Golkar, Rabadi. Menurutnya penetapan Geding PGRI sebagai tempat karantina pasien Korona merupakan bom waktu.

“Ini persoalan bom waktu bagi pemerintah, semalam saja masyarakat RW 09 Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang hampir melakukan aksi, hampir saja menyegel Gedung PGRI tersebut, untung Pak Lurah Mulyoharjo bersama kami dan ketua RT , RW berhasil meredam masyarakat dan memberikan pengertian, kemudian warga kami ajak ke Posko Satgas Covid 19 yang berada di Pendopo Kabupaten Pemalang bertemu dengan sekda M. Arifin, “ kata Rabadi pada Selasa (7 /04/2020) dikutip dari Berita Harian Pemalang.

Rabadi menambahkan bahwa seharusnya tempat isolasi kasus Korona berada di lokasi yang jauh dari permukiman penduduk, karena sangat membahayakan dan wajar bila ada warga yang merasa ketakutan akan dampaknya.

“Masyarakat Mulyoharjo khususnya RT01-RT06 /RW 09 sampai sekaramg masih menunggu informasi dan tindak lanjut dari sekda Pemalang,“ imbuh Rabadi.

Rabadi juga berharap kepada semua pejabat yang berwenang dalam penanganan Covid 19 hendaknya bersikap bijak dalam menanggapi reaksi warga dan jangan dikatakan berlebihan apalagi ditakut-takuti kalau yang menolak akan dipidanakan.

Diberitakan sebelumnya, dua pasien positif Korona (Covid-19) dan dua Pasien Dalam Pengawasan–dengan status belum terkonfirmasi dipindahkan ke Gedung PGRI Pemalang, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo,  Mulyoharjo Pemalang. Gedung ini ditetapkan sebagai tempat karantina atau isolasi bagi pasien positif Korona.

Penetapan Gedung PGRI Sebagai ruang karantina, menurut keterangan dr Yulies Nuraya, anggota Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemalang, merupakan hasil rapat Senin (06/04).

“Ruang isolasi terdiri dari 11 ruangan, 10 ruangan masing-masing terdapat satu bed dan satu lemari, sedangkan satu ruangan lagi terdapat dua tempat tidur dan dua lemari. sehingga, secara keseluruhan terdiri dari 12 tempat tidur.” Ujar Yulies.

Yulies menambahkan bahwa sesuai dengan rapat, dua pasien terpapar Korona dan dua pasien yang belum terkonfirmasi disepakati untuk dipindah ke Gedung PGRI. “Keempat pasien tersebut masing-masing dua pasien dari Kecamatan Comal, satu pasien dari Kecamatan Bantarbolang dan satu pasien positif Korona lainnya dari Kecamatan Pemalang ,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya nantinya keempat pasien yang dirawat diruang isolasi Gedung PGRI Pemalang akan dijaga tim medis selama 24 jam, pasien akan dirawat agar cepat pulih dan dilakukan cek kesehatannya secara rutin.

Selama menjalani perawatan di ruang isolasi, pasien akan dijaga kesehatannya dengan obat-obatan, ” Untuk menunjang kegiatan sehari-hari, baik asupan makan, minum hingga mencuci, sudah disediakan oleh tim di Gedung PGRI.

“ Pasien akan dirawat selama 14 hari pertama, kalau sudah kelihatan hasilnya (membaik), pasien diperbolehkan pulang, kalau dicek dengan uji swap kondisinya belum membaik, makan diperpanjang 14 hari kedua,” pungkas Yulies.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Pemalang, Tutuko Raharjo mengatakan bahwa kondisi keempat pasien tersebut, saat ini dalam keadaan stabil. Dan terus membaik.

“Pasien tidak menunjukkan gejala klinis oleh karena itu untuk mengotimalkan penyembuhan maka kami rawat di rumah singgah karena kami khawatir kalau dipulangkan atau isolasi mandiri proses penyembuhan secara klinis menjadi tidak maksimal dan kami berharap masyarakat bisa memahami ini dan terus bekerjasama mencegah penularan virus Cirona dengan bergotong royong melawan corona,”  ujar Tutuko.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, Nurul Huda meminta warga sekitar Gedung PGRI tidak khawatir terkait pemindahan dua orang pasien positif dan dua orang pasien belum terkonfirmasi Korona tersebut.

“Semoga pasien positif segera pulih dan sembuh. Kemudian jumlah PDP dan ODP di Pemalang terus menurun dan suasana kembali kondusif,” harap Huda. (Eva Abdullah dengan tambahan sumber Berita Harian Pemalang)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua pasien Covid-19 Pemalang dipindahkan ke Gedung PGRI

pgri

Pemalang, Wartadesa. – Dua pasien positif Korona (Covid-19) dan dua Pasien Dalam Pengawasan–dengan status belum terkonfirmasi dipindahkan ke Gedung PGRI Pemalang, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo,  Mulyoharjo Pemalang. Gedung ini ditetapkan sebagai tempat karantina atau isolasi bagi pasien positif Korona.

Penetapan Gedung PGRI Sebagai ruang karantina, menurut keterangan dr Yulies Nuraya, anggota Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemalang, merupakan hasil rapat Senin (06/04).

“Ruang isolasi terdiri dari 11 ruangan, 10 ruangan masing-masing terdapat satu bed dan satu lemari, sedangkan satu ruangan lagi terdapat dua tempat tidur dan dua lemari. sehingga, secara keseluruhan terdiri dari 12 tempat tidur.” Ujar Yulies.

Yulies menambahkan bahwa sesuai dengan rapat, dua pasien terpapar Korona dan dua pasien yang belum terkonfirmasi disepakati untuk dipindah ke Gedung PGRI. “Keempat pasien tersebut masing-masing dua pasien dari Kecamatan Comal, satu pasien dari Kecamatan Bantarbolang dan satu pasien positif Korona lainnya dari Kecamatan Pemalang ,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya nantinya keempat pasien yang dirawat diruang isolasi Gedung PGRI Pemalang akan dijaga tim medis selama 24 jam, pasien akan dirawat agar cepat pulih dan dilakukan cek kesehatannya secara rutin.

Selama menjalani perawatan di ruang isolasi, pasien akan dijaga kesehatannya dengan obat-obatan, ” Untuk menunjang kegiatan sehari-hari, baik asupan makan, minum hingga mencuci, sudah disediakan oleh tim di Gedung PGRI.

“ Pasien akan dirawat selama 14 hari pertama, kalau sudah kelihatan hasilnya (membaik), pasien diperbolehkan pulang, kalau dicek dengan uji swap kondisinya belum membaik, makan diperpanjang 14 hari kedua,” pungkas Yulies.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Pemalang, Tutuko Raharjo mengatakan bahwa kondisi keempat pasien tersebut, saat ini dalam keadaan stabil. Dan terus membaik.

“Pasien tidak menunjukkan gejala klinis oleh karena itu untuk mengotimalkan penyembuhan maka kami rawat di rumah singgah karena kami khawatir kalau dipulangkan atau isolasi mandiri proses penyembuhan secara klinis menjadi tidak maksimal dan kami berharap masyarakat bisa memahami ini dan terus bekerjasama mencegah penularan virus Cirona dengan bergotong royong melawan corona,”  ujar Tutuko.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, Nurul Huda meminta warga sekitar Gedung PGRI tidak khawatir terkait pemindahan dua orang pasien positif dan dua orang pasien belum terkonfirmasi Korona tersebut.

“Semoga pasien positif segera pulih dan sembuh. Kemudian jumlah PDP dan ODP di Pemalang terus menurun dan suasana kembali kondusif,” harap Huda. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Lagi! Dokter di Batang Positif Korona

korona batang

Batang, Wartadesa. – Satu orang dokter di Batang dinyatakan positif Korona (Covid-19) berdasarkan hasil rapid test yang dilakukan oleh rumah sakit swasta. Satu kasus tersebut menambah data sebelumnya, dari dua orang menjadi tiga.

Tambahan satu dokter yang terpapar Korona tersebut disampaikan Wihaji, Bupati Batang saat mengunjungi pemudik yang melakukan isolasi mandiri di Desa Pacet, Kecamatan Reban, Batang, Ahad (05/04). Hingga saat ini, dua dokter di Batang terpapar Covid-19.

“Dua orang di Batang yang positif Covid-19 kondisinya sudah membaik, Minggu 5 April diperbolehkan pulang dari RSUP Karyadi. Selanjutnya mereka melakukan isolasi mandiri dan masih dalam pantauan dokter. Akan tetapi dari hasil rapid test, satu lagi dokter swasta di Batang positif terpapar corona, sehingga total menjadi 3 orang,” kata Wihaji.

Wihaji menambahkan bahwa dokter positif Korona tersebut saat ini masih menjalani isolasi mandiri, karena masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG) “Dokter tersebut tidak ada gejala panas, flu, batuk tapi hasil rapid testnya positif, “ lanjutnya.

Menurut Wihaji, sebelum dinyatakan positif Korona, ia sudah menjalani isolasi mandiri selama satu pekan. Kondisi dokter tesebut hingga saat ini masih sehat dan belum dirujuk kerumah sakit.

Meski demikian, ketiga orang positif Korona di Batang tersebut masih menunggu hasil swab test, lanjut Wihaji. “Hasil swab-nya butuh waktu, karena antrenya panjang di Laboratorium Jakarta.” Ujarnya.

Wihaji meminta warga Batang untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, menjaga jarak, menggunakan masker dan selalu cuci takan setelah berkatifitas, serta mengkonsumsi makanan bergizi. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

10 PDP Pemalang dinyatakan sembuh

pdp sembuh

Pemalang, Wartadesa. – 10 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang menjalani perawatan di rumah sakit terpisah di Pemalang, yakni RSUD dr M Ashari, RS Santa Maria dan RS Siaga Medika dinyatakan sembuh dan dipulangkan ke rumah masing-masing. Kesepuluh pasien telah menjalani uji lab swab dan dipastikan hasilnya negatif Covid-19.

Hal tersebut dikatkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Pemalang, Tetuko Raharjo, Sabtu (04/04). Menurutnya dari 21 kasus PDP, kini 10 orang sudah sembuh, tinggal menyisakan 11 orang PDP.

Tetuko menambahkan, meski 10 pasien sudah sembuh, mereka tetap dimonitor kesehatannya. Pasien diberikan kartu kontrol oleh petugas medis, untuk memantau perkembangan kesehatan mereka.

Sementara itu 11 PDP lainnya, lanjut Tetuko, masih menunggu hasil uji swab. Sedang dua pasien yang dinyatakan positif Covid-19 saat ini dirawat di RSUD dr M. Ashari dan kondisinya stabil. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Kantor Camat Tirto disemprot disinfektan

semprot

Tirto, Wartadesa. – Beberapa fasilitas umum di wilayah Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan disemprot dengan disinfektan, untuk mencegah penyebaran virus Korona (Covid-19). Penyemprotan yang dilakukan oleh Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 (TPPC) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Kamis (02/04).

“Hari ini Kantor Kecamatan Tirto dilakukan penyemprotan oleh relawan dari PD Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan. Hal ini merupakan bagian dari edukasi kepada masyarakat Kabupaten Pekalongan terhadap pencegahan penyebaran virus corona yang ada di Kabupaten Pekalongan dan bagian dari sumbangsih, partisipasi dan komitmen Muhammadiyah dalam pencegahan penyebaran virus corona yang ada di Kabupaten Pekalongan”, terang Agus Dwi Nugroho, Camat Tirto.

Sementara itu, relawan kegiatan disinfektan TPPC di Kecamatan Kajen, Tjahyono, mengatakan pihaknya telah melakukan penyemprotan di 15 ranting Muhammadiyah yang berada di wilayah cabang Kecamatan Kajen.

“Alhamdulillah, kami relawan dari PCM Kajen yang merupakan kepanjangan dari Tim Penanggulangan Corona tingkat daerah, kami telah melakukan penyemprotan disinfektan di ranting-ranting yang ada di wilayah cabang Muhammadiyah Kajen. Yang disemprot adalah fasilitas milik amal usaha Muhammadiyah, dengan jangkauan PRM atau kelurahan ada 15, masjid ada 12, musholla 22, TPQ 4, PAUD 2, TK 6, TPA 3, SD 3, MTs 1, SMK 1, MBS 1 dan BTM Muhammadiyah Kajen 1. Tim relawan dari Kajen terdiri dari tim SMK Muhammadiyah Kajen dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kajen”, ungkap Tjahyono.

Selain melakukan kegiatan disinfektan, relawan TPPC PDM Kabupaten Pekalongan juga melakukan edukasi ke masjid dan mushola, serta memproduksi hand sanitizer dan hand washer yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa program studi farmasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. (Fakhrudin)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalKesehatanLayanan Publik

Satu PDP asal Malang meninggal di RSUD Bendan

pemakaman covid

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Seorng Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berjenis kelamin perempuan, berusia 35 tahun meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Bendan. Pasien merupakan warga Malang Jawa Timur yang berkunjung ke saudaranya di Pekalongan.

Pada Rabu (01/04) ia sakit dan dilarikan ke RSUD Bendan dan meninggal pada Kamis (02/04) malam.

Keterangan dari keluarga korban, sebelum berkunjung ke Pekalongan, ia sempat pergi ke Jakarta. Hingga saat dirawat langsung dinyatakan PDP. Sebelumnya pasien mempunyai riwayat penyakit jantung dan paru-paru.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budihanto, membenarkan kejadian tersebut. “Itu pasien ODP, untuk antisipasi perlakuannya kita perketat,” jelasnya.

Sementara itu, dilansir dari Info Sekitar Pekalongan, salah satu perawat RS Bendan Kota Pekalongan dianiaya lima orang yang diduga mabuk disebelah Masjid Sapuro Jumat (03/04) sekira jam 02.00 WIB.

Korban yang hendak memakamkan pasien bersama empat rekannya, saat tiba di sebelah masjid Sapuro dihadang lima orang diduga mabuk. Korban langsung diserang, setelah itu lima orang tersebut kabur.

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Mapolsek Pekalongan Barat.

Peristiwa ini sudah dilaporkan pada Polsek Pekalongan Barat. Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Pekalongan Barat Kompol Willer Napitupulu bahwa ada laporan penganiayaan. Pihaknya langsung bergerak cepat dan berhasil meringkus tiga dari lima pelaku. (Dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua warga Batang positif Korona, satu diantaranya tenaga medis

korona batang

Batang, Wartadesa. -Dua warga Batang dinyatakan positif Korona (Covid-19), salah satunya sebagai tenaga kesehatan di salah satu rumah sakit swasta di Batang. Kedua pasien yang terpapar Covid-19 tersebut saat ini sudah dirujuk ke Rumah Sakit dr. Karyadi Semarang. Demikian diungkapkan Wihaji, Bupati Batang dalam konferensi pers, Kamis (02/04).
“Dua Pasien tersebut positif terpapar covid 19 diketahui dari hasil rapid test, Pasien 01 berjenis kelamin laki-laki dan Pasien 02 berjenis kelamin perempuan. Dari riwayatnya dua pasien tersebut mereka pernah melakukan perjalanan luar kota”  ujar Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya