Bojong, Wartadesa. – Pemerintah Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan menyiapkan dua ruangan untuk isolasi warganya yang mudik dari daerah zona merah peredaran virus Korona (Covid-19). Dengan memanfaatkan salah satu gedung sekolah setempat.
Edy Suyitno, Kepala desa setempat mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan merupakan upaya memperketat warga perantauan yang baru pulang dari ke kampung halaman, dengan melakukan karantina. Rabu (08/04)
Dua ruang karantina yang telah disiapkan, lanjut Edy, dilengkapi dengan tempat tidur, kamar mandi, tempat cuci tangan dan jaminan kebutuhan selama 14 hari masa karantina warga yang datang.
Saat ini, ujar Edy, tercatat 655 warganya dari Jakarta, Banten dan lainnya dan 221 orang sudah pulang kampung.
Sebelumnya, 15 Fasilitas umum seperti masjid, musala, sekolah dan tempat-tempat publik lainnya di Desa Sumurjomblangbogo, Kecamatan Bojong, Pekalongan, hari ini, Senin (23/03) disemprot disinfektan. Penyemprotan dilakukan dalam rangka bersinergi dengan hasil rakor Bupati Pekalongan tanggal 22 Maret 2020 dengan organisasi pemerintah daera (OPD) tentang antisipasi pencegahan Covid-19 atau virus Korona.
Edy Suyitno mengatakan bahwa upaya yang dilakukan merupakan wujud kepedulian pemerintah desa kepada seluruh warga desa. “Tahap pertama ini kami menyemprot 15 fasilitas umum, terdiri dari masjid, musala, sekolah dan fasilitas umum lainnya di wilayah Desa Sumurjomblangbogo sebagai antisipasi pencegahan virus Korona.,” Ujarnya.
Edy mengatakan bahwa tim penyemprotan dibagi menjadi dua tim, yakni tim Barat dan Tim Timur. “Penyemprotan dilakukan sejak pukul 09.00 WIB sampai dengan pukul 13.00 WIB, dan disambut antusias warga,” lanjutnya.
Sementara itu Ajunis Setya Nugraha, Kadus setempat mengatakan bahwa pihaknya bekerjasama dengan lembaga desa yang ada seperti Karang Taruna dan masyarakat untuk besama-sama melakukan upaya antisipasi berkembangnya virus Korona.
Setya Nugraha meminta warga Desa Sumurjomblangbogo memanfatkan informasi yang ada di website desa dengan SID (Sistem Informasi Desa) untuk mengetahui informasi terkait virus Korona. “Kami menghimbau agar warga memanfaatkan website desa yang kami kembangkan dengan SID untuk mengetahui informasi terkait penyebarn Korona, dan tidak mudah termakan berita hoaks yang ada pada media sosial,” lanjutnya.
Upaya memerangi berkembangnya virus Korona di Sumurjomblangbogo ini, masih menurut Setya Nugraha, akan selalu digencarkan secara berkelanjutan, sesuai dengan informasi dan perkembangan yang ada. (Eva Abdullah)










