close
KesehatanLayanan Publik

Gedung PGRI Pemalang dijadikan tempat isolasi, ada penolakan warga

pgri

Pemalang, Wartadesa. – Penetapan Gedung PGRI Pemalang di Mulyoharjo,  Kabupaten Pemalang sebagai tempat karantina pasien positif Korona mendapat reaksi dari warga sekitar.

Gedung PGRI disepakati dijadikan tempat isolasi untuk dua orang pasien positif Korona dan dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) belum terkonfirmasi Korona (total empat pasien) dalam rapat Tim Gugus Penanggulangan Covid-19, hari Senin (06/04) sebelumnya.

Penolakan warga disampaikan oleh tokoh masyarakat yang juga anggota DPRD dari Partai Golkar, Rabadi. Menurutnya penetapan Geding PGRI sebagai tempat karantina pasien Korona merupakan bom waktu.

“Ini persoalan bom waktu bagi pemerintah, semalam saja masyarakat RW 09 Kelurahan Mulyoharjo, Kabupaten Pemalang hampir melakukan aksi, hampir saja menyegel Gedung PGRI tersebut, untung Pak Lurah Mulyoharjo bersama kami dan ketua RT , RW berhasil meredam masyarakat dan memberikan pengertian, kemudian warga kami ajak ke Posko Satgas Covid 19 yang berada di Pendopo Kabupaten Pemalang bertemu dengan sekda M. Arifin, “ kata Rabadi pada Selasa (7 /04/2020) dikutip dari Berita Harian Pemalang.

Rabadi menambahkan bahwa seharusnya tempat isolasi kasus Korona berada di lokasi yang jauh dari permukiman penduduk, karena sangat membahayakan dan wajar bila ada warga yang merasa ketakutan akan dampaknya.

“Masyarakat Mulyoharjo khususnya RT01-RT06 /RW 09 sampai sekaramg masih menunggu informasi dan tindak lanjut dari sekda Pemalang,“ imbuh Rabadi.

Rabadi juga berharap kepada semua pejabat yang berwenang dalam penanganan Covid 19 hendaknya bersikap bijak dalam menanggapi reaksi warga dan jangan dikatakan berlebihan apalagi ditakut-takuti kalau yang menolak akan dipidanakan.

Diberitakan sebelumnya, dua pasien positif Korona (Covid-19) dan dua Pasien Dalam Pengawasan–dengan status belum terkonfirmasi dipindahkan ke Gedung PGRI Pemalang, Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo,  Mulyoharjo Pemalang. Gedung ini ditetapkan sebagai tempat karantina atau isolasi bagi pasien positif Korona.

Penetapan Gedung PGRI Sebagai ruang karantina, menurut keterangan dr Yulies Nuraya, anggota Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Pemalang, merupakan hasil rapat Senin (06/04).

“Ruang isolasi terdiri dari 11 ruangan, 10 ruangan masing-masing terdapat satu bed dan satu lemari, sedangkan satu ruangan lagi terdapat dua tempat tidur dan dua lemari. sehingga, secara keseluruhan terdiri dari 12 tempat tidur.” Ujar Yulies.

Yulies menambahkan bahwa sesuai dengan rapat, dua pasien terpapar Korona dan dua pasien yang belum terkonfirmasi disepakati untuk dipindah ke Gedung PGRI. “Keempat pasien tersebut masing-masing dua pasien dari Kecamatan Comal, satu pasien dari Kecamatan Bantarbolang dan satu pasien positif Korona lainnya dari Kecamatan Pemalang ,” lanjutnya.

Lebih lanjut dikatakannya nantinya keempat pasien yang dirawat diruang isolasi Gedung PGRI Pemalang akan dijaga tim medis selama 24 jam, pasien akan dirawat agar cepat pulih dan dilakukan cek kesehatannya secara rutin.

Selama menjalani perawatan di ruang isolasi, pasien akan dijaga kesehatannya dengan obat-obatan, ” Untuk menunjang kegiatan sehari-hari, baik asupan makan, minum hingga mencuci, sudah disediakan oleh tim di Gedung PGRI.

“ Pasien akan dirawat selama 14 hari pertama, kalau sudah kelihatan hasilnya (membaik), pasien diperbolehkan pulang, kalau dicek dengan uji swap kondisinya belum membaik, makan diperpanjang 14 hari kedua,” pungkas Yulies.

Sementara itu, Juru Bicara Satgas Penanggulangan Covid-19 Pemalang, Tutuko Raharjo mengatakan bahwa kondisi keempat pasien tersebut, saat ini dalam keadaan stabil. Dan terus membaik.

“Pasien tidak menunjukkan gejala klinis oleh karena itu untuk mengotimalkan penyembuhan maka kami rawat di rumah singgah karena kami khawatir kalau dipulangkan atau isolasi mandiri proses penyembuhan secara klinis menjadi tidak maksimal dan kami berharap masyarakat bisa memahami ini dan terus bekerjasama mencegah penularan virus Cirona dengan bergotong royong melawan corona,”  ujar Tutuko.

Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Pemalang, Nurul Huda meminta warga sekitar Gedung PGRI tidak khawatir terkait pemindahan dua orang pasien positif dan dua orang pasien belum terkonfirmasi Korona tersebut.

“Semoga pasien positif segera pulih dan sembuh. Kemudian jumlah PDP dan ODP di Pemalang terus menurun dan suasana kembali kondusif,” harap Huda. (Eva Abdullah dengan tambahan sumber Berita Harian Pemalang)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : gedung pgri pemalangtempat isolasi ditolak warga