Wartadesa, Wonopringgo. – Kerajinan gerabah di Desa Wonorejo, Wonopringgo merupakan warisan budaya turun-temurun. Hal itu mendorong mahasiswa KKN 57, kelompok 22 Universitas Islam Negeri Abdurahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan menggelar workshop dengan tema “Merawat Generasi Muda, Melestarikan Warisan Desa” di Wisata Gerabah Ceria desa setempat, Jum’at (20/10/2023).
Fikri Haikal, Ketua kelompok mengaku, sebelumnya telah melakukan analisa, “sebelum menentukan tema tersebut kelompok kami sudah melakukan riset dan analisa di Desa Wonorejo, dan hasil riset tersebut kita menemukan salah satu warisan budaya di wonorejo yaitu pembuatan gerabah, namun kebanyakan yang kita temui, para pengrajin gerabah mayoritas orang-orang yang sudah berumur (orang orang tua),” tuturnya kepada Wartadesa.

Haikal kemudian menemukan ide untuk mengenalkan seni kerajinan gerabah kepada kawula muda. “Dari situ kita berfikir bagaimana cara melestarikan budaya pembuatan gerabah tersebut, sehingga tercetuslah ide untuk mengadakan workshop ini, bagaimana mengenalkan kerajinan gerabah kepada pemuda-pemudi, sehingga kerajinan tersebut tetap lestari.” Lanjutnya.
Workshop yang dihelat bertujuan memberikan semangat kepada kaum muda untuk belajar cara pembuatan gerabah, pengetahuan kewirausahaan dan wawasan digital marketing. Masih menurut Haikal.
“Kami juga mengundang perwakilan IPNU/IPPNU, Ansor, serta pemuda-pemudi setempat dengan tujuan agar mereka mau melestarikan warisan budaya tersebut,” pungkas Haikal.
Dalam acara itu, materi digital marketing disampaikan oleh Firda Aulia Izzati sebagai pemantik para peserta untuk berwirausaha. Pengetahuan dan praktik pembuatan gerabah dipandu oleh Taufik Afandi, dilanjutkan dengan peserta melakukan praktik ngleler atau membuat gerabah dengan alat tradisional. (Firsya Firmansyah)










