close
Sosial Budaya

Jaga Warisan Desa, Mahasiswa KKN UIN Gusdur Gelar Workshop Gerabah

IMG-20231021-WA0001
Foto Bersama: Kelompok 22 KKN 57 UIN Gusdur melakukan sesi foto bersama usai workshop di Desa Wisata Gerabah Ceria, Wonorejo, Wonopringgo, Jum'at (20/10/2023). Foto: Firsya Firmansyah/Wartadesa.

Wartadesa, Wonopringgo. –  Kerajinan gerabah di Desa Wonorejo, Wonopringgo merupakan warisan budaya turun-temurun. Hal itu mendorong mahasiswa KKN 57, kelompok 22 Universitas Islam Negeri  Abdurahman Wahid (UIN Gusdur) Pekalongan menggelar workshop dengan tema “Merawat Generasi Muda, Melestarikan Warisan Desa” di Wisata Gerabah Ceria desa setempat, Jum’at (20/10/2023).

Fikri Haikal, Ketua kelompok mengaku, sebelumnya telah melakukan analisa, “sebelum menentukan tema tersebut kelompok kami sudah melakukan riset dan analisa di Desa Wonorejo, dan hasil riset tersebut kita menemukan salah satu warisan budaya di wonorejo yaitu pembuatan gerabah, namun kebanyakan yang kita temui, para pengrajin gerabah mayoritas orang-orang yang sudah berumur (orang orang tua),” tuturnya kepada Wartadesa.

Peserta workshop melakukan praktik pembuatan gerabah di Desa Wisata Gerabah Ceria, Wonorejo, Wonopringgo, Jum'at (20/10/2023). Foto: Firsya Firmansyah.
Peserta workshop melakukan praktik pembuatan gerabah di Desa Wisata Gerabah Ceria, Wonorejo, Wonopringgo, Jum’at (20/10/2023). Foto: Firsya Firmansyah.

Haikal kemudian menemukan ide untuk mengenalkan seni kerajinan gerabah kepada kawula muda. “Dari situ kita berfikir bagaimana cara melestarikan budaya pembuatan gerabah tersebut, sehingga tercetuslah ide untuk mengadakan workshop ini, bagaimana mengenalkan kerajinan gerabah kepada pemuda-pemudi, sehingga kerajinan tersebut tetap lestari.” Lanjutnya.

Workshop yang dihelat bertujuan memberikan semangat kepada kaum muda untuk belajar cara pembuatan gerabah, pengetahuan kewirausahaan dan wawasan digital marketing. Masih menurut Haikal.

“Kami juga mengundang perwakilan IPNU/IPPNU, Ansor, serta pemuda-pemudi setempat dengan  tujuan agar mereka mau melestarikan warisan budaya tersebut,” pungkas Haikal.

Dalam acara itu, materi digital marketing disampaikan oleh Firda Aulia Izzati sebagai pemantik para peserta untuk berwirausaha. Pengetahuan dan praktik pembuatan gerabah dipandu oleh Taufik Afandi, dilanjutkan dengan peserta melakukan praktik ngleler atau membuat gerabah dengan alat tradisional.  (Firsya Firmansyah)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : gerabahgerabah ceriakkn uin gusduruin gusdurwonorejo