Wartadesa, Kendal. – Info penemuan kerangka yang diduga wanita di hutan Gunung Prau menggegerkan warga Kendal. Kondisi kerangka sudah tidak utuh, bagian tulang kaki tidak diketemukan saat proses evakuasi. Kerangka jenazah berada di jurang di atas Curug Simawur. Tidak jauh dari lokasi, tepatnya di atas lokasi penemuan ditemukan juga gamis berwarna biru bermotif bunga. Saat ditemukan, jenazah tersebut mengenakan kaos lengan pendek berwarna merah, celana berwarna cream dibalut gamis berwarna merah dan terdapat kalung. Yang mencurigakan adalah tidak ditemukannya pakaian dalam di sekitar Jenazah.
Turwidi Selaku sekretaris desa Manggungmangu yang pertama kali melihat kerangka tersebut 5/11/2023 saat mencari sumber mata air bersama perangkat Desa Manggungmangu menceritakan bahwa awalnya tidak menduga jika yang dia lihat adalah kerangka manusia, kemudian menceritakan kepada Slamet dan rekan-rekan lain. Setelah memastikan bahwa itu memang kerangka manusia kemudian melaporkan ke Polsek Plantungan dan Koramil Plantungan melalui pesan whatsapp.
Setelah mendapat laporan, tim evakuasi meluncur ke TKP pada Senin pagi 6 November 2023. Unsur yang terlibat adalah dua personil Koramil Plantungan dua dari Polsek Plantungan dan satu personil dari Puskesmas Plantungan didampingi warga Manggungmangu, sedangkan Kades Blumah menunggu di ladang bersama Seorang dari Puskesmas dan warga Manggungmangu yang lain.
Perjalanan ditempuh selama 3 jam menembus hutan belantara yang berada di kawasan RPH Kenjuran, BKPH Candiroto KPH Kedu Utara dengan medan terjal yang membuat proses evakuasi berlangsung lama. Lokasi tersebut masuk wilayah Desa Blumah, sekitar 2 km dari kediaman Mbah Suro. Diketahui, Mbah Suro adalah warga Desa Blumah yang sudah belasan tahun tinggal di Hutan Gunung Prau, selain menggarap Hutan, sering ada tamu yang berkunjung untuk meminta petunjuk. Selesai evakuasi, kemudian kerangka tersebut dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut. (Andi Gunawan)










