Petungkriyono, Wartadesa. – Jumlah wisatawan di Petungkriyono menurun drastis lantaran akses jalan menuju obyek wisata Curug Muncar masih rusak. Rusaknya jalan akses menuju obyek wisata di Petungkriyono tersebut dikeluhkan oleh wisatawan.
“Pemandangannya indah, sejuk dan bikin seger … sayang jalan menuju ke obyek wisata Curug Muncar rusak dan sulit dilewati sehabis hujan atau ketika jalan basah,” ujar Arie Darmawan, wisatawan dari Pemalang, Jum’at (20/04).
Kondisi jalan yang belum segera diperbaiki tersebut juga dikeluhkan oleh pedagang di destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan tersebut.
“Kondisi jalan ke Curugmuncar yang rusak ikut menyokong sepinya pengunjung mas, warung dan cateringpun jadi sepi pesanan,” tutur Rahmawati, salah seorang pengusaha rumahan catering.
Menurut Rahmawati, sebelumnya saat jalan bagus dan banyak pengunjung ke Negeri diatas Awan, warung dan usaha katering yang dilakukan oleh warga setempat ramai.
“Dulu saat pengunjung banyak karena jalannya bagus, banyak yang pesan makanan dan snack dari tempat saya, Alhamdullihah bisa menutup kebutuhan sehari-hari. “Namun karena akhir-akhir ini pengunjung sedikit, kadang tidak ada pesanan,” lanjutnya.
Kerusakan parah terjadi di daerah Kasimpar hingga Kecamatan dan dari Kota Kecamatan hingga Curug Muncar, Petungkriyono. Sementara bila pengunjung datang dari arah Karangdadap ke arah Doro, kerusakan parah terjadi di Jalan Raya Kedungkebo Kecamatan Karangdadap. Sedangkan pengunjung yang melewati jalur Kedungwuni-Doro, kerusakan jalan yang parah mulai dari Desa Langkap Kecamatan Kedungwuni.
Sebelumnya pada Juli 2017, Kepala DPU Taru Kabupaten Pekalongan, Wahyu Kuncoro mengungkapkan, Tahun 2017, Pemkab Pekalongan membuka lelang untuk perbaikan jalan Petungkriyono dengan alokasi anggaran yaitu Jalan Kroyakan-Petung (12,3 miliar), Jalan Sikucing- Gumelem (4 miliar), Jalan Songgodadi – Curugmuncar (3,5 miliar), Jalan Yosorejo – Curugmuncar (2,5 miliar), serta jembatan Curug (250 Juta) dan jembatan Gondang (500 juta).
Beberapa kali proyek perbaikan jalan di Petungkriyono mengalami gagal lelang. Penyebab gagal lelang tidak disebutkan oleh pejabat berwenang di Kota Santri.
Kondisi sarana-prasarana obyek wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk mendatangi obyek wisata, termasuk Petungkriyono yang ditetapkan sebagai National Nature Heritage tersebut. (Eva Abdullah)










