Warta Desa, Pekalongan — 20 Desember 2025. Warga Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menyoroti lambatnya penanganan bencana tanah longsor yang menutup jalan utama penghubung Lebakbarang–Petungkriyono–Paninggaran.
Peristiwa longsor terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB, tepat di ruas jalan utama Lebakbarang yang selama ini menjadi akses vital masyarakat menuju Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.
Warga setempat mengungkapkan, dalam kondisi tertentu mereka biasanya melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Namun pada kejadian kali ini, volume longsoran dinilai cukup besar dan memerlukan alat berat, sehingga warga hanya dapat menunggu penanganan dari dinas terkait.
Kronologi Kejadian
Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu ambrolnya tebing di ruas jalan utama Lebakbarang. Material berupa tanah dan batu berukuran besar menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.
Warga Tak Berdaya Tanpa Alat Berat
Biasanya, warga setempat rutin melakukan gotong royong jika terjadi longsor skala kecil. Namun, untuk kejadian kali ini, volume material yang sangat besar membuat warga tidak mampu berbuat banyak.
“Kalau longsor kecil biasanya kami gotong royong. Tapi ini besar, perlu alat berat. Kami menunggu dinas yang menangani bencana,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Kekecewaan warga memuncak karena hingga Sabtu pukul 10.00 WIB—atau sekitar 17 jam setelah kejadian—belum tampak adanya alat berat maupun petugas dari dinas terkait yang melakukan pembersihan di lokasi.
Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh
Tertutupnya jalur ini berdampak serius bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga untuk berangkat bekerja, sekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian ke luar wilayah.
“Jalan ini benar-benar jalan utama masyarakat. Kalau tertutup lama, aktivitas lumpuh,” keluh warga lainnya yang khawatir akan terganggunya akses layanan darurat kesehatan.
Tuntutan Penanganan Permanen
Mengingat wilayah Lebakbarang merupakan zona merah rawan longsor, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk:
-
Segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.
-
Melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan titik rawan.
-
Membangun penanganan permanen (seperti talud atau penguatan tebing) agar bencana serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dari instansi terkait untuk menormalkan kembali jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. (Rohadi)










