BREBES, WARTADESA – Kondisi infrastruktur di jalur provinsi yang menghubungkan Jatibarang-Ketanggungan kini dalam status darurat. Jembatan yang berlokasi di Desa Sitanggal, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, mengalami kerusakan parah berupa gelagar patah yang menyebabkan badan jalan amblas sedalam 30 sentimeter.
Pantauan di lokasi pada Sabtu (18/4/2026) menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Para pengendara, khususnya roda dua, harus ekstra waspada saat melintas. Kerusakan ini disinyalir terjadi akibat beban berlebih dari kendaraan berat yang sempat dialihkan ke jalur ini selama proses perbaikan jalan nasional Ketanggungan-Purwokerto beberapa bulan lalu.
Sistem Buka-Tutup dan Inisiatif Warga
Akibat kerusakan tersebut, arus lalu lintas di atas jembatan terpaksa dibatasi. Kendaraan berat kini hanya bisa melintas di lajur sisi utara secara bergantian.
-
Rekayasa Lintas: Diberlakukan sistem buka-tutup untuk menghindari beban berlebih yang berisiko merobohkan jembatan.
-
Peran Masyarakat: Warga setempat berinisiatif mengatur lalu lintas secara swadaya demi mencegah kemacetan panjang dan kecelakaan.
Keluhan Pengendara: “Lamban dan Memakan Korban”
Kritik tajam datang dari para pengguna jalan yang menilai Pemerintah Provinsi Jawa Tengah lamban dalam menangani kerusakan permanen. Salah seorang pengendara, Untung, mengungkapkan bahwa lokasi tersebut sering memakan korban.
“Jembatan amblas dan penerangan minim di malam hari sering memicu kecelakaan. Sudah beberapa kali ada yang jatuh di sini,” ujar Untung, Sabtu (18/4).
Hal senada disampaikan Kholidin (42). Ia menyebutkan bahwa meski tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Tengah sudah melakukan survei, aksi nyata di lapangan belum terlihat. “Sudah lama disurvei, tapi sampai sekarang tidak ada penanganan. Lamban sekali, padahal amblasnya sudah 30 cm. Kalau yang tidak tahu medan pasti celaka,” tandasnya.
Hanya Tambal Sulam
Sebelumnya, pihak Bina Marga Provinsi Jawa Tengah sempat melakukan intervensi beberapa pekan lalu. Namun, penanganan tersebut dinilai hanya sebatas tambal sulam aspal pada lubang-lubang di permukaan, tanpa menyentuh akar permasalahan yakni struktur gelagar yang sudah patah.
Secara teknis, jembatan ini seharusnya memerlukan rehabilitasi total atau minimal rehabilitasi sebagian pada struktur bawahnya. Namun, mengingat waktu yang semakin mendekati arus mudik Lebaran, perbaikan menyeluruh diprediksi tidak akan cukup waktu.
Warga kini mendesak adanya penanganan darurat yang lebih kokoh serta rekayasa lalu lintas yang lebih formal dari pihak terkait untuk menjamin keselamatan warga sebelum jatuh lebih banyak korban. (*.*)
Sumber: radartegal










