close
Hukum & KriminalSosial Budaya

Kronologi hilangnya Sari Istiqomah, korban kenalan aplikasi cari jodoh

sari

Pemalang, Wartadesa. – Sari Istiqomah (22) warga Desa Surajaya Rt. 03/06 Kecamatan/Kabupaten Pemalang yang hilang sejak tanggal 29 Agustus 2019 lalu hingga kini belum diketemukan. Sari tidak diketahui rimbanya setelah memenuhi janji untuk bertemu dengan kenalannya yang mengaku sebagai anggota Polri di media sosial “cari jodoh”. Hilangnya sari kemudian dilaporkan oleh pihak keluarga kepada Polres Pemalang pada 31 Agustus 2019.

Berikut kami sampaikan kronologi hilangnya Sari Istiqomah.

  1. Ayi atau Sari begitu sapaan akrabnya, gadis berusia 22 tahun asal Dusun Slarang Desa Surajaya Pemalang yang dikenal pendiam, supel dan sopan, merupakan karyawan honorer salah satu rumah sakit umum di Kabupaten Pemalang, sejak hari Kamis lalu hilang, diduga dibawa kabur oleh pacarnya yang dikenal lewat aplikasi cari jodoh ‘Tantan’ (https://tantanapp.com/–red.).
  2. Pada Hari Kamis 29 Agustus 2019 sepulang dinas, Sari dijemput oleh seorang pria yang mengaku sebagai seorang polisi dari Cirebon. Kabarnya pria yang bernama Ady Prasetyo itu kebetulan sedang tugas mengejar DPO di Pemalang. Sehingga Ia pun menyempatkan diri untuk menemui Sari yang sudah dianggap sebagai kekasihnya itu. Ada yang mengatakan bahwa kedatangan Adi saat menjemput Sari menggunakan mobil aplikasi grapcar.
  3. Tak berlama-lama keduanya yang sedang dilanda asmara tersebut pun sudah tidak sabar untuk bertemu kedua orangtua Sari yang beralamat di Dusun Slarang Desa Surajaya Kec/Kab. Pemalang. Sebelum sampai di rumah, Sari pun sempat mampir di warung ibunya yang berada di jalan raya Pal Nem dekat Lapangan Olahraga Dusun Slarang Desa Surajaya Pemalang dan mengajak ibunya untuk ikut pulang ke rumah agar obrolan mereka lebih nyaman.
  4. Mereka pun sampai di rumah Sari. Ady, begitu sapaan akrab panggilan pria kenalan yg dibawa oleh Sari ke rumahnya itu bahkan sempat berbincang-bincang dgn kedua orangtua Sari ± hampir 1 jam lamanya. Dikarenakan Ibunya Sari masih ada pekerjaan di warung, Sari dan Ady pun ditinggal bersama bapaknya di rumahnya.
  5. Kemudian pada waktu sebelum maghrib Sari dan Ady pun pamit keluar sebentar untuk makan bakso di warung bakso Pak Leman yg berlokasi di depan balai desa Surajaya Pemalang. Selang beberapa waktu ibunya Sari pulang dari warung dan pada saat itu hanya menjumpai bapaknya Sari yg masih dzikir sehabis sholat isha. Kedua orangtua Sari pun belum merasakan tanda-tanda kecurigaan pada kepergian Sari dan pacarnya yg keluar untuk makan bakso tsb. Karna mereka berfikir bahwa keduanya pergi tanpa menggunakan kendaraan apapun alias berjalan kaki dan dengan jarak yg dekat dari rumah.
  6. Singkat cerita pkl 20.00 wib tiba-tiba Sari mengirim pesan kepada ibunya bahwa Sari diajak ke rumah orangtua Adi di Tegal. Pesan tsb pun berbunyi sbb….
  7. “…Mah, ayi lg lunga kr adi..nah rencana kie pn d kanlna ibune adi,,ibune ng tegal..jarene lebih cepat lebih baik…(…Bu, Sari sedang pergi sama adi, nah rencananya ini mau dikenalin sama ibunya adi,,ibunya di tegal..katanya lebih cepat lebih baik…)”
  8. Karna hendak memastikan kepergian Sari tsb, kedua orangtua Sari pun berusaha menelepon Sari, akan tetapi pada saat dihubungi nomor hp’nya sudah tidak aktif dan di sms pun tidak dibalas. Setelahnya karna Sari sudah ijin untuk pamit kepada kedua orangtuanya mereka pun masih berfikir positif bahwa Sari dalam keadaan baik-baik saja krn bisa saja hp Sari ngedrop dll. Hingga Sari ditunggu sampai tengah malam ternyata belum pulang juga hingga saat ini. *.*

(Eky Diantara)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : hilang gara-gara aplikasi jodoh