Pemalang, Wartadesa. – Damiri, marbot musholla Baiturrokhman Rt. 10/03 Desa Karangmoncol Kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kini hanya bisa berbaring di dipan di gubugnya yang sudah bolong, dimakan usia. Pria yang tujuh tahun lalu mengalami kecelakaan hingga menderita kelumpuhan tersebut saat ini tidak lagi menjadi marbot. Profesi sehari-harinya dulu.
Pria yang sudah ditinggal mati istrinya tujuh tahun lalu dengan satu buah hati ini tinggal di gubuk kecil yang sudah bolong dinding bambunya.
Komunitas Bahagia Berbagi Indonesia Pemalang (BBI Pemalang), Rabu (12/7) mengungkapkan kronologi kejadian kepada Wartadesa. “Kronologis kecelakaan, tujuh tahun lalu, tepatnya kapan, kami lupa, waktu itu sore hari, Damiri mau berangkat ada keperluan ke daerah Belik saat di daerah Randujajar, dimana jalanan menanjak dan berkelok, motor yang diboncengnya, berusaha menghindari lubang, namun terlambat, sehingga Damiri jatuh dalam posisi duduk.” Ujarnya.
BBI Pemalang melanjutkan, karena lubang yang dilalui motor, Damiri terpental. Sore itu juga, dia langsung dievakuasi ke rumah mertuanya di Dukuh Simbatan, Desa Karangmoncol. Melihat kondisinya tidak mampu, dia tidak dievakuasi ke rumah sakit.
“Waktu itu belum terlihat tanda-tanda kelumpuhan, ini juga jadi alasan kenapa Damiri tidak dievakuasi ke rumah sakit. Namun, selang beberapa hari, dia mulai lumpuh, atas rekomendasi teman-temannnya, menjalani beberapa terapi pengobatan alternatif. Namun, tidak menunjukkan perubahan yang berarti.” Tutur BBI Pemalang.
Melihat kondisi Damiri tersebut, Komunitas BBI Pemalang mengetuk dermawan untuk membantunnya, hingga saat ini akibat lumpuh yang dideritanya dia tidak bisa bekerja dan mencari nafkah. (Eva Abdullah)










