close
Sosial Budaya

Paska Lebaran, Angka Perceraian Di Batang Capai Ratusan

ikin

Warta Desa, Batang. – Angka perceraian di Kabupaten Batang terbilang cukup tinggi. Dari bulan puasa hingga paska lebaran pada April 2024 ini, tercatat 159 ajuan perceraian diterima di Pengadilan Agama Batang. Total jumlah ajuan perceraian sebanyak 530 kasus, sejak Januari hingga 25 April 2024.

Ketua Pengadilan Agama Batang, Ikin menyebut bahwa peristiwa gugat cerai lebih tinggi ketimbang cerai talak. Gugat cerai berarti gugatan perceraian yang dilakukan oleh istri, sedang cerai talak dilakukan oleh suami.

Jumlah gugat cerai sebanyak 433 kasus sedang sisanya gugat talak, ujar Ikin “Jadi jumlah perkara cerai gugat sendiri masih lebih tinggi daripada cerai talak. Dimana untuk cerai gugat total ada 433 perkara, sedangkan cerai talak ada 97 perkara.

Ikin menjelaskan bahwa dari segi ekonomi, jika terjadi cerai gugat, pihak suami tidak terbebani sebanyak cerai talak.  Faktor perceraian di Kota Berkembang, masih menurut dia, disebabkan KDRT, judi, pertengkaran dan masalah ekonomi.

Tenaga Kependidikan dan Tenaga kesehatan Urutan Tertinggi Cerai dikalangan PNS

Terpisah,  data perceraian dikalangan Aparatur Sipil Negara Kabupaten Batang didominasi kalangan pendidik/tenaga kependidikan dan tenaga kesehatan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Kesejahteraan BKD Batang, Tata Atmadja mengatakan pada Jum’at (26 April 2024) bahwa  rata-rata enam PNS mengajukan cerai, terutama dari kalangan tenaga pendidikan dan kesehatan, yang merupakan mayoritas di Kabupaten Batang.

Usia pernikahan para PNS yang mengajukan cerai pun bervariasi, dari yang baru memulai hingga yang hampir pensiun, menunjukkan bahwa tantangan dalam rumah tangga tidak mengenal batas waktu.

Tata menyebut bahwa proses perceraian dikalangan ASN terbilang sulit. PNS harus melapor kepada atasan langsung di Organisasi Perangkat Daerah tempat ia bernaung. Tidak cukup hanya dengan laporan, tetapi juga harus disertai surat keterangan dari kepala desa atau camat yang membenarkan bahwa pasangan telah pisah rumah. (.*.)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : asnBatangceraiguruPNStenaga kesehatantendik