Kab. Pekalongan, Wartadesa. – Miris! nasib Melati (bukan nam asli) pelajar berusia 14 tahun yang beralamat di Desa Sumurjomblangbogo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah ini. Ia diduga dicabuli (diperkosa) oleh tiga pria yang masih satu desa dengannya, S (55), K (55), dan T (70).
Dari informasi dilapangan, kejadian tersebut mencuat lantaran salah satu istri dari tiga pelaku mempergoki suaminya yang sedang melakukan aksi bejad tersebut kepada korban. Sang istripun “geger” dan tak mampu menahan emosi, hingga diketahui oleh lingkungan sekitar.
Kades Sumurjombangbogo Edy Suyitno Ketika dikonfirmasi, Kamis (06/09) mengatakan pihak desa sudah berupaya menjembatani, mediasi antara pelaku dan korban atas dasar inisiatif dari kedua belah pihak.
“Kami selaku pemerintah desa sudah berupaya menjembatani kedua belah pihak, dengan melakukan mediasi atau musyawarah di rumah salah satu perangkat kami berapa waktu lalu, dan disepakati untuk diselesaikan secara kekeluargaan, mediasi juga disaksikan oleh masyarakat dan pihak terkait,” kata Edy Suyitno.
Namun setelah mediasi dan batas waktu perjanjian berakhir, tiga pelaku tersebut tidak memenuhi janji mereka. “Namun nampaknya ketiga pelaku ini tidak ada etikat baik, dengan tidak menepati apa yang sudah tertuang dalam surat pernyataan yang sudah dibuat yang ditanda tangani okeh kedua belah pihak dan bermaterai.” Lanjut Edy.
Edy menambahkan, keluarga korban kemudian meneruskan permasalahan tersebut, lantaran tidak adanya itikad baik dari para pelaku. “Atas dasar tersebut pihak keluarga korban tentu punya hak untuk melanjutkan persoalan ini kepihak yang berwajib dan sudah melapor, bahkan didampingi warga,” ujar Edy Suyitno
“Saya berterimakasih atas dukungan warga kepada korban, apalagi ini kan masalah susila jadi dukungan moril dari lingkungan sangat penting, dan saya berharap warga untuk tetap tenang dan menunggu proses ini karena sudah ditangani oleh pihak yang berwajib” ,harap Edy
Salah satu pemuda setempat, Catrek mengaku miris atas kejadian tersebut. “Kami sangat miris atas kejadian tersebut makanya saat melapor kemarin warga banyak yang ikut mendampingi sebagai wujud dukungan moril dari warga, bahkan kaum wanita juga turut serta” katanya
“Kami berharap kasus ini segera ditindak lanjuti , dan pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatanya , yang bikin geram salah satu dari pelaku ada yang pongah, sesumbar seakan tak bisa disentuh oleh hukum,” pungkas Catrek. ( Eva Abdullah )










