close
KesehatanLayanan Publik

Tren kasus Covid-19 Kota Pekalongan naik, Kabupaten bertambah klaster guru, Batang tembus 100 kasus

ilustrasi_corona
ilustrasi

Pekalongan, Wartadesa. –  Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia belum ada tanda-tanda kecenderungan melandai, apalagi turun pada fase I ini. Pun hal yang sama terjadi di beberapa wilayah di Kota/Kabupaten Pekalongan dan Batang.

Tren kasus virus asal Wuhan ini dalam dua pekan di Kota Pekalongan mengalami kenaikan pesat. Terdapat 11 kasus aktif, dengan rincian tiga orang dirawat di rumah sakit dan delapan orang isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan, Slamet Budiyanto, Kamis (06/08) menyebut bahwa pantauan yang dilakukan pihaknya selama dua pekan terakhir menunjukkan stabil. Namun pada pekan terakhir bertambah sangat signifikan.

Slamet mengatakan bahwa kasus di Kota Batik saat ini menunjukan penularan antar warga secara lokal. Hal tersebut, menurutnya, warga Kota Pekalongan lebih waspada.

“Dua orang yang tertular dari transmisi lokal tersebut, tertular dari anggota keluarga yang sudah lebih dulu terkena Covid-19. Sehingga kita harus waspada, karena ketika sudah ada transmisi lokal kontak eratnya justru akan lebih banyak,” ujar Slamet.

Di Kabupaten Pekalongan, hingga Kamis, peningkatan kasus positif Covid-19 dari klaster pendidik, bertambah.  Yakni, satu orang Kepala sekolah salah satu SD di Kecamatan Siwalan, satu guru SD di Kecamatan Siwalan, dan seorang guru Paud di Kecamatan Talun.

Sementara itu, ditengah-tengah pencangangan Gerakan Zero Covid-19 di Kabupaten Batang. Kasus positif mencapai 103 orang. “Saya sudah tanda tangani Perbup Zero Covid-19. Saya mau serius dan fokus mengawal Zero Covid-19 ini. Maka saya minta kepada seluruh OPD terkait untuk ikut mengawal Perbup ini,” ungkap Bupati Batang, Wihaji.

Wihaji menyebut, hingga Kamis (6/8/2020) kasus Korona di Batang mencapai 103 orang, dengan angka kesembuhan 68 orang, dirawat 25 orang, dan meninggal 10 orang.

“Aturan gerakan Zero Covid-19 yang pertama kita lakukan adalah lockdown keluarga dengan cara wajib mengisolasi mandiri di rumah selama 14 hari. Pemkab Batang selama 14 hari akan memberikan uang sebesar Rp 1 juta, dan sembako untuk setiap keluarga yang positif Covid-19,” ujar Bupati Wihaji. (Eva Abdullah)

Terkait
Selamatkan hulu Kali Kupang, Forum Kolaborasi Pengelolaan Hutan Petungkriyono gelar aksi konservasi

Petungkriyono, Wartadesa. - Perhutani KPH Pekalongan Timur, Cabang Dinas Kehutanan 4 Jawa Tengah dan SwaraOwa, menginisiasi aksi konservasi hutan dengan Read more

Durian Gendis menangkan Kontes Durian Unggul III Kecamatan Karanganyar

Karanganyar, Wartadesa. - Durian Gendis Desa Pedawang, Kecamatan Karanganyar, Pekalongan memenangkan Kontes Durian Unggul ke-3 Kecamatan Karanganyar. Gelaran kontes durian Read more

Pekalongan, dari daratan-laut-daratan dan kemungkinan kembali tenggelam

Perbincangan soal banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Kota Pekalongan dan sepertiga wilayah Kabupaten Pekalongan, dua pekan terakhir ini sangat Read more

Swadaya, warga Simonet bikin tanggul antisipasi genangan rob

Wonokerto, Wartadesa. - Warga Dusun Simonet, Desa Semut, Wonokerto, Pekalongan secara swadaya membangun tanggul darurat. Mereka bergotong-royong dengan material dan Read more

Tags : Batangcovid-19klaster guruPekalongan