Warta Desa, Tlemang, Ngimbang — Pemerintah Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, menggelar kegiatan Pelatihan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan sumber daya manusia (SDM) masyarakat desa. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Tlemang ini diikuti oleh puluhan peserta yang terdiri dari pelaku usaha lokal, ibu rumah tangga, dan pemuda desa.
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Ngimbang, Anton Sujarwo, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemerintah Desa Tlemang dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan UMKM.
“Pelatihan ini sangat penting untuk membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berdaya saing, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi pascapandemi serta era digitalisasi pasar,” ujar Camat Anton Sujarwo.
Sementara itu, Aris Pramono, Kepala Desa Tlemang, dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan UMKM merupakan bagian penting dari pembangunan ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat Desa Tlemang memiliki keterampilan dan inovasi dalam berwirausaha. Dengan pelatihan ini, diharapkan para peserta dapat mengelola usahanya secara profesional, kreatif, dan mampu memanfaatkan peluang pasar digital,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa program pelatihan tersebut sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di tingkat desa. Pemerintah desa juga berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan memfasilitasi akses informasi bagi pelaku UMKM agar mampu memperluas jaringan pasar.
Pelatihan kali ini menghadirkan . KRT Tekno Wiroyudo sebagai pemateri, yang memberikan motivasi kepada peserta tentang pentingnya memiliki mental kuat dalam berwirausaha. Selain itu, narasumber dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lamongan juga membawakan materi tentang strategi pemasaran, manajemen keuangan, serta cara memanfaatkan media sosial untuk promosi produk.
Menariknya, pelatihan ini juga disertai dengan praktik langsung membuat produk olahan seperti cireng dan tahu aci. Produk tersebut diperkenalkan sebagai contoh usaha kuliner yang bisa dikembangkan oleh masyarakat karena memiliki cita rasa yang digemari dan potensi pasar yang luas.
Salah satu peserta yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Desa Tlemang mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.
“Biasanya kami hanya menjual produk di sekitar desa. Setelah pelatihan ini, kami jadi tahu bagaimana menjangkau pasar yang lebih luas melalui internet, sekaligus memperbaiki kualitas kemasan agar lebih menarik pembeli,” ungkapnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan praktik pembuatan konten promosi produk lokal. Pemerintah Desa Tlemang berencana mengadakan kegiatan serupa secara berkala sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan UMKM dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. (Rohadi)










