close
Sosial Budaya

Pengguna Jalan Keluhkan Dampak Penebangan Perhutani di Paninggaran, Jalan Rusak dan Licin

IMG-20251214-WA0084

Warta Desa, Pekalongan — 14 Desember 2025 – Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan dampak kegiatan penebangan hutan yang dilakukan Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah KPH Pekalongan Timur BKPH Paninggaran dalam program Tebang A Tahun 2025. Aktivitas tersebut dinilai menyebabkan kerusakan jalan, kondisi berlumpur dan licin, serta penyempitan badan jalan.

Kegiatan penebangan tersebut berdasarkan SPK Nomor: 14/Teb A/2025, yang berlokasi di Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, dengan wilayah pangkuan LMDH Sido Makmur.

Berdasarkan data rencana kerja, penebangan dilakukan pada Petak 480-1 RPH/BKPH Paninggaran, wilayah DAS Paninggaran, dengan kelas hutan MR dan luas baku sekaligus luas rencana 10,60 hektare. Jenis tanaman yang ditebang adalah pinus, dengan jumlah 473 pohon dan total target produksi mencapai 499,39 meter kubik.

Namun di lapangan, aktivitas pengangkutan kayu pinus hasil tebangan dinilai belum dibarengi dengan pengelolaan dampak lingkungan yang memadai. Kondisi jalan desa dan akses penghubung Kecamatan Lebakbarang–Paninggaran dilaporkan mengalami kerusakan, berlumpur, serta licin, terutama saat hujan.

“Jalan jadi rusak dan licin, banyak air mengalir ke badan jalan. Apalagi sebagian badan jalan dipakai untuk tumpukan kayu pinus, sehingga jalan menyempit dan membahayakan pengguna,” keluh salah seorang pengguna jalan, Minggu (14/12/2025).

Warga menyebut kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi pengendara sepeda motor, pelajar, pedagang sayur, serta petani yang rutin melintas di jalur tersebut. Risiko kecelakaan lalu lintas pun meningkat akibat permukaan jalan yang licin dan menyempit.

Masyarakat berharap pihak Perhutani KPH Pekalongan Timur bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi dan penanganan, baik melalui perbaikan jalan sementara, normalisasi aliran air, maupun pengaturan lokasi penumpukan kayu agar tidak mengganggu keselamatan pengguna jalan.

“Kalau penebangan memang program resmi, kami tidak menolak. Tapi dampaknya jangan sampai merugikan masyarakat,” ujar pengguna jalan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Perhutani belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan warga tersebut. (Susandi)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : hutankayu