Warta Desa, Banjarnegara — Minggu, 14 Desember 2025.- Pengurus Pusat Dhilal Berkat Rohmat Allah Shiddiqiyyah menyalurkan sebanyak 400 paket santunan kepada korban bencana alam di dua wilayah, yakni Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, serta Kabupaten Cilacap.
Penyaluran bantuan tersebut disampaikan langsung oleh Pengurus Dhilal Berkat Rohmat Allah Shiddiqiyyah bersama para relawan saat kegiatan santunan yang digelar di Desa Pandanarum, Minggu (14/12).
“Pada hari ini, Minggu 14 Desember, kami dari Pengurus Pusat Dhilal Berkat Rohmat Allah Shiddiqiyyah, dengan dukungan penuh dari OPSHID serta organisasi-organisasi terkait, melaksanakan santunan bagi korban bencana alam di dua lokasi,” ujar Edi Setiawan.
Di Desa Pandanarum, sebanyak 214 paket santunan disalurkan kepada warga terdampak bencana. Setiap paket bantuan bernilai sekitar Rp400 ribu, yang terdiri dari uang tunai sebesar Rp300 ribu dan paket sembako senilai kurang lebih Rp100 ribu.
Sementara itu, bantuan dengan nilai yang relatif sama juga disalurkan kepada korban bencana alam di wilayah Kabupaten Cilacap, sehingga total keseluruhan paket yang disalurkan mencapai 400 paket.
Edi Setiawan menegaskan bahwa kegiatan sosial tersebut bukan kali pertama dilakukan. Dhilal Berkat Rohmat Allah Shiddiqiyyah, yang bernaung dalam jaringan pesantren dan sosial keumatan, telah aktif melaksanakan santunan bagi korban bencana alam sejak tahun 2001.
“Kami tidak hanya bergerak pada tanggap darurat, tetapi lebih fokus pada penanganan dan santunan pascabencana,” jelasnya.
Ke depan, pihaknya juga telah melakukan survei ke sejumlah daerah lain yang terdampak bencana, seperti Lahat dan Tapanuli Utara, sebagai tindak lanjut rencana penyaluran bantuan berikutnya.
Dalam pelaksanaan santunan di Desa Pandanarum, tim terlebih dahulu melakukan survei lapangan serta berkoordinasi dengan kepala desa setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar sesuai dengan kriteria dan merupakan warga yang terdampak langsung bencana alam.
“Kami menurunkan tim survei untuk memastikan bahwa yang menerima santunan memang benar-benar membutuhkan dan terdampak bencana,” tegas Edi Setiawan.
Penyaluran bantuan dilakukan secara tertib dengan sistem pemanggilan satu per satu berdasarkan daftar hasil survei, serta disaksikan oleh perwakilan warga dan tim lapangan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar dan kondusif.
Sementara itu, Kepala Desa Pandanarum, Misrod, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pondok Pesantren Shiddiqiyyah Jombang beserta seluruh relawan yang telah hadir dan memberikan bantuan kepada para penyintas bencana.
Ia menjelaskan bahwa warga terdampak berasal dari wilayah Dukuh Tukung RT 02 RW 04, yang hingga saat ini sebagian masih berada di lokasi pengungsian.
“Kami sangat berterima kasih atas peran serta Pondok Pesantren Shiddiqiyyah yang begitu antusias membantu warga kami. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat dan Allah SWT membalas kebaikan para donatur serta melindungi seluruh relawan,” ungkap Misrod.
Berdasarkan data pemerintah desa, jumlah keseluruhan warga terdampak bencana mencapai 660 jiwa dari 214 kepala keluarga. Hingga saat ini, tercatat 11 orang masih dinyatakan hilang, sementara 17 korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Misrod juga menambahkan bahwa proses pencarian korban telah dilakukan secara maksimal oleh tim SAR gabungan dari Basarnas pusat dan para relawan. Operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari pertama dan diperpanjang tiga hari berikutnya, sebelum akhirnya ditutup secara resmi pada hari ke-10 sesuai prosedur yang berlaku. (Susandi)










