PEKALONGAN, WARTADESA. – Nuansa khidmat menyelimuti halaman Kampus 1 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) pada peringatan Hari Kartini tahun ini. Seluruh mahasiswa dan dosen Program Studi Kebidanan berkumpul dalam apel khusus untuk menghormati jasa R.A. Kartini sebagai pelopor emansipasi perempuan di Indonesia.
Meneladani Kartini di Jalur Kesehatan
Apel peringatan ini dipimpin oleh Bdn. Lia Dwi Prafitri, SST., MPH selaku pembina apel. Dalam amanatnya, beliau menekankan bahwa semangat Kartini harus diimplementasikan secara nyata melalui jalur pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Menurutnya, perempuan masa kini—khususnya calon bidan—memiliki tanggung jawab besar untuk berkontribusi bagi bangsa melalui pelayanan yang berkualitas.
“Perempuan masa kini harus mampu berkontribusi nyata, terutama dalam memberikan pelayanan kebidanan yang berkualitas, profesional, serta berorientasi pada keselamatan ibu dan anak,” tegas Lia Dwi Prafitri di hadapan para peserta apel.
Bidan Sebagai Agen Perubahan
Lebih lanjut, Lia menjelaskan bahwa esensi dari semangat Kartini bukan sekadar simbol emansipasi, melainkan dorongan untuk terus berinovasi di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Mahasiswa kebidanan dituntut untuk:
-
Terus Belajar: Mengasah kompetensi akademik agar tetap relevan.
-
Berinovasi: Mencari solusi kreatif dalam pelayanan kesehatan modern.
-
Memiliki Empati: Menjaga kepedulian sosial yang tinggi sebagai fondasi profesi bidan.
Refleksi dan Komitmen Civitas Akademika
Kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan menjadi sarana refleksi bagi seluruh civitas akademika UMPP. Momentum ini digunakan untuk memperkuat komitmen kampus dalam meningkatkan kualitas pendidikan kebidanan.
Dengan mengusung semangat juang Kartini, FIKES UMPP berharap dapat mencetak generasi bidan yang:
-
Tangguh dalam menghadapi tantangan profesi.
-
Berintegritas dalam menjalankan tugas medis.
-
Mampu Menjawab Kebutuhan Masyarakat di era modern yang serba cepat.
Melalui apel ini, pesan perjuangan R.A. Kartini kembali bergema: bahwa melalui pendidikan dan dedikasi, perempuan mampu membawa perubahan besar bagi dunia kesehatan di masa depan. (.*.)










