Kedungwuni, Wartadesa. – Petugas kepolisian melakukan penyelidikan penyebab kebakaran yang menghanguskan ruang UKS Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kabupaten Pekalongan, di kompleks Islamic Centre Kedungwuni. Ruang UKS terbakar pada Kamis (04/07) sore, sekitar pukul 15.00 WB.
Api kali pertama dilihat oleh karyawan MAN, M Mu’awal (56), yang saat itu hendak menggunakan presensi sidik jari (finger print) ketika pulang kantor. Lokasi finger print berada di sebelah Timur ruang UKS.
Mu’awal mengaku melihat kepulan asap dalam ruang UKS, kemudian ia mendekati ruang tersebut dan melihat api telah menyala dalam ruangan.
Mengetahui hal tersebut, ia langsung memberitahukan karyawan lain yang berada di lingkungan sekolah. Mereka kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Kedungwuni. Tim identifikasi Sat Reskrim Polsek Kedungwuni langsung menghubungi pemadam kebakaran.
Api dapat dipadamkan petugas setelah setengah jam, petugas pemadam kebakaran datang pukul 16.00 WIB. Pukul 16.30 WIB api dipastikan sudah padam. Kobaran api tidak merembet ke bangunan lain, lantaran kondisi saat itu hujan deras turun hampir di seluruh wilayah Kedungwuni.
Akibat kejadian tersebut, kerugian material mencapai Rp. 50 juta. Keterangan dari Kasubbag Humas Polres Pekalongan, Iptu Akrom, saat ini tim inavis dari Sat Reskrim Polres Pekalongan sedang menjalani penyebab kebakaran tersebut.
“Sudah ada beberapa saksi yang dimintai keterangan, dan guna memudahkan penyelidikan petugas membawa barangbukti ke Mapolres Pekalongan diantaranya satu buah kipas angin dengan kondisi sebagian terbakar dan satu buah fitting lampu warna hitam dengan kondisi terbakar,” ujar Akrom. (Eva Abdullah)










